GIRIMU.COM — Penguatan guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik berlangsung Jumat (2/1/2026) di Andalusia Hall Spemupat. Kegiatan ini menghadirkan Fiqih Risalah, MA, PhD, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PCM Gresik Kota Baru (GKB).
Dalam penguatan ini, Fiqih mengajak peserta menengok kembali alasan hadir dan bergabung di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ada yang masuk lewat lamaran, rekomendasi, bahkan keadaan tertentu. Namun, semuanya berada dalam takdir Allah. Tempat bekerja hari, katanya, ini bukan kebetulan, melainkan amanah yang perlu dijalani dengan penuh kesadaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga keseimbangan antara individualitas dan personalitas. Menurutnya, setiap orang memiliki keunikan, latar belakang, dan potensi yang berbeda. Namun, semuanya dipanggil untuk bertumbuh menjadi pribadi yang utuh, beradab, dan memberikan manfaat. Di sinilah pendidikan bukan hanya membentuk kecakapan, tetapi juga membangun karakter dan kepribadian.
Mengutip Al Quran Surat An-Naba ayat 27, Fiqih mengingatkan, bahwa hidup tidak berhenti pada keberlangsungan hidup di dunia. Bekerja di sekolah bukan sekadar tugas profesional, tetapi bagian dari ibadah dan dakwah yang hasilnya tidak selalu langsung terlihat secara kasat mata.
Kisah Nabi Daud, lanjut Fiqih, menjadi pengingat, bahwa ukuran keberhasilan bukan pada banyaknya pengikut, tetapi pada kesungguhan menjalankan perintah Allah. Dari sini lahir ajakan untuk hidup seimbang, menunaikan ibadah dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan jujur, dan tidak cemas berlebihan tentang rezeki.
“Allah adalah sebaik-baik akuntan. Tidak ada kebaikan yang hilang dari catatan-Nya, dan tidak ada kerja yang sia-sia jika diniatkan karena-Nya,” tandasnya.
Selain penguatan spiritual, juga dibagikan perkembangan AUM sebagai gambaran, bahwa Muhammadiyah terus bergerak dan membutuhkan kontribusi nyata dari seluruh guru dan karyawan sebagai penanam nilai, penjaga adab, serta penggerak dan pejuang peradaban. Penguatan ini menjadi ruang jeda untuk menata niat, meneguhkan peran, dan melangkah kembali dengan arah yang lebih jernih. (*)
Kontributor: Desy Suryani
Post Views: 2












