GIRIMU.COM — Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Sabilul Muttaqin, Morowudi, Cerme, Gresik pada Sabtu (4/4/2026) pagi. Ratusan wali murid dan dewan guru SD Al Islam Cerme berkumpul dalam agenda Parenting Edukatif dan Halal Bihalal guna mempererat silaturahim, sekaligus membedah rahasia mendidik anak dengan kasih sayang.
Acara dibuka oleh Kepala SD Al Islam, Cicik Indrawati. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh undangan dan dewan guru yang hadir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semoga kehadiran kita semua ini dicatat sebagai amal kebaikan. Agenda ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan jembatan untuk mempererat silaturahim antara sekolah dan orang tua. Mari kita arahkan anak-anak kita sesuai bakatnya, tanpa harus memaksa kemampuan mereka,” pesan Cicik Indrawati.
Menghadirkan narasumber Afif Hidayatullah, motivator nasional sekaligus dosen Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), materi parenting kali ini terasa sangat menggugah. Afif menekankan, akar masalah anak-anak di sekolah sering bermula dari kondisi di rumah.
“Banyak anak bermasalah karena tidak ada ‘kehidupan’ di rumahnya. Mereka kurang perhatian dari keluarga sendiri. Padahal, setiap anak terlahir istimewa. Jika anaknya istimewa, maka orang tuanya pasti jauh lebih istimewa,” ujar pemilik sekolah Public Speaking Gresik tersebut.
Ia juga mengingatkan para orang tua untuk berhenti membanding-bandingkan anak, karena hal itu secara perlahan akan membunuh rasa percaya diri mereka. Sebaliknya, anak-anak harus ditanamkan keyakinan, bahwa di balik kesulitan pasti ada kemudahan.
Dalam sesi yang interaktif, Afif membedah tiga tipikal anak dan cara menanganinya:
* Tipe Permen: Sulit diberi tahu dan keras kepala. Solusinya, orang tua harus masuk ke dunia mereka melalui proses yang panjang dan sabar.
* Tipe Teh: Anak yang butuh motivasi konstan agar potensinya muncul.
* Tipe Kopi: Anak yang sudah memiliki cita-cita kuat dan bangga dengan sebuah proses.
Satu poin penting yang ditekankan adalah kondisi psikologis orang tua. Menurut Afif, kunci keberhasilan parenting adalah ayah dan ibu yang bahagia. Orang tua yang tidak bahagia akan cenderung mudah marah, sehingga anak kehilangan figur kasih sayang.
Sebagai teknik praktis, Afif memperkenalkan Forgiveness Therapy dan teknik hipnotis positif saat menemani anak tidur (ngeloni). Mengantarkan anak tidur dengan doa dan kata-kata lembut akan membawa pesan positif tersebut ke alam bawah sadar mereka.
Tiga “Fras Sakti” untuk Anak
Agar anak tumbuh dengan mental spiritual yang kuat, orang tua wajib menanamkan optimisme melalui kata-kata:
* “Ibu yakin, Ayah yakin.”
* “Ibu percaya, Ayah percaya.”
* “Ibu optimis, Ayah optimis.”
Di akhir sesi, Afif berpesan agar para guru dan wali kelas senantiasa menjadi tempat curhat yang empati bagi murid. Perlu diyakini, bahwa anak adalah sumber pahala, sinergi antara sekolah dan rumah akan tercipta dengan indah.
“Sukses sendiri itu biasa, tapi sukses bersama-sama itu luar biasa. Mari jadikan rumah kita kembali hidup dengan komunikasi dan cinta,” pungkasnya. (*)
Post Views: 3












