10 Bulan 11 Orang Bunuh Diri di Gresik 2025: Sebuah Laporan Investigasi

- Editorial Team

Kamis, 30 Oktober 2025 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kabargresik.com  – Kabar geger kembali menyelimuti Kecamatan Driyorejo, Kamis (30/10/2025) pagi, setelah seorang pria berinisial FRE (23) ditemukan meninggal dunia diduga akibat gantung diri di sebuah ruko. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus bunuh diri di Gresik sepanjang 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pemberitaan media, setidaknya 11 kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri telah terjadi di wilayah Kabupaten Gresik dalam periode Januari hingga Oktober 2025. Kasus-kasus tersebut tersebar di berbagai kecamatan, dengan korban dari beragam latar belakang usia, mulai dari 23 hingga 61 tahun.

Data dan Kronologi Terkini

Kronologi Kasus Bunuh diri di Gresik: Januari hingga April 2025
Kronologi Kasus Bunuh diri di Gresik: Januari hingga April 2025

Insiden yang menimpa FRE di Driyorejo adalah yang terbaru dalam catatan. Kapolsek Driyorejo, Kompol MUSIHRAM, menjelaskan kronologi penemuan korban. “Saat dicek ke lantai tiga, saksi Fahmi menuju ke toilet dan mendapati korban sudah tergantung dengan tali. Saksi langsung berteriak meminta bantuan,” terangnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim medis dari Puskesmas Driyorejo yang tiba di TKP tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga kuat korban meninggal akibat bunuh diri. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk pemeriksaan visum.

Baca Juga :  11 Posko Untuk Amankan Pemudik Di Gresik
Kronologi Kasus Bunuh diri di Gresik: Mei hingga Juni 2025
Kronologi Kasus Bunuh diri di Gresik: Mei hingga Juni 2025
Kronologi Kasus Bunuh diri di Gresik: Juli hingga Oktober 2025
Kronologi Kasus Bunuh diri di Gresik: hingga Oktober 2025

Pola dan Faktor Pemicu yang Teridentifikasi

Merangkum seluruh data dari 11 kasus, beberapa pola dan faktor pemicu utama dapat diidentifikasi:

Tekanan Ekonomi dan Pekerjaan: Muncul sebagai pemicu dominan. Seperti kasus F (41) di Bungah yang sempat berpamitan pada istri untuk “memperbaiki ekonomi”, dan N (61) di Menganti yang diduga memiliki masalah ekonomi.

Masalah Kesehatan Psikologis: Beberapa korban, seperti SFD (25) di Kedamean, digambarkan sebagai pribadi yang tertutup. Sementara IRL (24) di Kebomas diduga mengalami frustrasi berat.

Kondisi Kesehatan Fisik: Kasus HK (56) di Gresik Kota menunjukkan bahwa riwayat penyakit komplikasi juga dapat menjadi faktor beban.

Ahli Angkat Bicara

Menyikapi tren memprihatinkan ini, Suryanto, Guru Besar Psikologi Universitas Airlangga, menekankan bahwa bunuh diri seringkali merupakan bentuk pelarian dari stres yang dianggap terlalu berat. “Sikap sabar, ketabahan, serta menceritakan masalah kepada orang lain sangat penting. Jika stres semakin berat, carilah pertolongan melalui layanan psikologi,” ujarnya.

dr. Titik Ernawati, Kadis KBPPPA Gresik
dr. Titik Ernawati, Kadis KBPPPA Gresik

Sementara itu, dr. Titik Ernawati, Kadis KBPPPA Gresik, ikut berbelasungkawa atas kejadian dugaan gantung diri di Driyorejo yang saling berdekatan waktu kejadiannya. Ia menghimbau masyarakat terutama laki-laki untuk tetap bisa menjaga kesehatan mental, walaupun dalam kondisi yang tidak baik dalam hidupnya.

Baca Juga :  Ini Alasan Waktu Pendaftaran Panwascam Ditambah

“Dari kedua peristiwa itu kita dapat mengambil pelajaran bahwa setiap orang berhak dan berkewajiban menjaga kesehatan mentalnya. Selalu sabar dan kuat dalam menjalankan setiap roda kehidupan,” ungkapnya.

Titik menyarankan agar setiap keluarga bisa peduli dan membantu satu sama lain anggota keluarga maupun orang terdekat. Setiap orang pasti punya masalah dan kesulitan dalam hidup. Dengan peduli terhadap sesama, tentunya akan membuat orang bisa mengerti kondisi kita.

“Perlunya kita selalu mencari bantuan ketika membutuhkan, bisa berbicara langsung dengan orang terdekat seperti keluarga. Hal ini menunjukkan pentingnya kehadiran orang yang mensupport. Selain itu, seringlah menanyakan kabar saudara keluarga maupun teman kita. Untuk mengetahui kondisi orang terdekat kita,” ungkapnya.

Kasus bunuh diri di Gresik 2025 berdasarkan wilayah
Kasus bunuh diri terbanyak di Gresik 2025 berdasarkan wilayah

Upaya pencegahan juga digalakkan. Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA Kabupaten Gresik bersama NOL Enterprise beberapa waktu lalu telah menggelar webinar psikologi yang menghadirkan psikolog Ika Famila Sari. Webinar itu, antara lain, membagikan 8 tanda peringatan bunuh diri yang perlu diwaspadai oleh orang tua dan guru.

Profil Demografis Korban Bunuh Diri di Gresik hingga Oktober 2025
Profil Demografis Korban Bunuh Diri di Gresik hingga Oktober 2025

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Syahrul Munir, juga turut menyoroti persoalan ini. Ia mengakui bahwa tekanan di kota industri seperti Gresik dapat memicu stres dan depresi. “Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menanggulangi masalah kesehatan mental ini,” pungkasnya.

Editor : Akhmad Sutikhon

Sumber Berita: Hasil Investigasi

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang
Mawar dari Jelantah Rayakan Hari Ibu di Gresik
18 Anak di Gresik Jadi Korban Bullying Sepanjang 2025
Pencuri Pakaian Dalam Ditangkap Resmob Gresik
24 Kasus Pidana Di Gresik Melibatkan Anak
Tujuh Remaja Diduga Gangster Kecelakaan di Driyorejo
Mikroplastik Ditemukan di Urin dan Air Ketuban Ibu Hamil Di Gresik
Pertalite Dalam Krisis Oktober 2025
Berita ini 229 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:01 WIB

Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang

Senin, 22 Desember 2025 - 01:28 WIB

Mawar dari Jelantah Rayakan Hari Ibu di Gresik

Senin, 15 Desember 2025 - 15:17 WIB

18 Anak di Gresik Jadi Korban Bullying Sepanjang 2025

Selasa, 25 November 2025 - 20:18 WIB

Pencuri Pakaian Dalam Ditangkap Resmob Gresik

Kamis, 6 November 2025 - 17:21 WIB

24 Kasus Pidana Di Gresik Melibatkan Anak

Berita Terbaru

Olahraga

Gresik Phonska Plus Perkenalkan Skuad Proliga 2026

Selasa, 6 Jan 2026 - 21:38 WIB

Muhammadiyah Gresik

Awali Semester Genap, SD Almadany Ciptakan 4R di Ruang Kelas

Selasa, 6 Jan 2026 - 17:41 WIB