Warga Miskin Harus Didahulukan

- Editorial Team

Rabu, 17 April 2013 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar Gresik_Bupati Gresik,  Sambari Halim Radianto berharap para dokter dan paramedic RS Ibnu Sina untuk lebih memprioritaskan pasien dari kalangan Keluarga miskin. Harapan itu disampaikan Bupati saat beramah tamah dengan seluruh anggota karyawan RS Ibnu Sina, Rabu (17/4).
Bupati yang didampingi Wakil Bupati, Kepala BKD dan Kepala Dinas Kesehatan Gresik memang datang khusus ke RSUD untuk memberikan penekanan agar pelayanan kepada masyarakat selalu ditingkatkan. Diakui oleh Bupati, dalam masa kepemimpinannya tingkat pendapatan RS Ibnu Sina selalu meningkat. Bupati berharap agar tak hanya peningkatan pendapatan, tapi perlu adanya pengkatan pelayanan. Terutama kepada pasien miskin yang masuk Jamkesmas. “Jangan sampai pasien miskin merasa dianaktirikan. Kalau bisa pasien Jamkesmas ini lebih diprioritaskan”. Ujar Bupati serius.
Sebagai Rumah sakit type B, RS Ibnu Sina adalah Rumah sakit terbesar di Kabupaten Gresik. Namun demikian, Bupati masih ingin agar Badan Layanan Umum milik Pemerintah daerah ini bisa lebih meningkatkan layanan dengan menambah fasilitas kesehatan terutama alat-alat kesehatan untuk pasien anak dan bayi.  “Untuk itu agar pihak Rumah Sakit memperhatikan hal ini dan segera melengkapinya. Agar nantinya Rumahsakit ini bisa menjadi rujukan dari pasien Rumah Sakit lain se Kabupaten Gresik” tambahnya.
Rumah sakit Ibnu Sina merupakan rumah sakit terbesar se Kabupaten Gresik. Rumah sakit Type B non pendidikan ini mempunyai 232 tempat tidur serta 708 karyawan. Rumah sakit ini mepunyai 69 dokter dan 275 paramedis yang lain tentunya terlengkap di Kabupaten Gresik. Tingkat okupansi RS yang dulu dikenal dengan Rumah Sakit Bunder ini sekitar 80%.

Tentang adanya tidak tertampungnya pasien, padahal Cuma 80% pasien yang ada, kabag Humas Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya yang menyertai rombongan Bupati mengatakan, hal ini masalah ketersediaan saja. “Misalnya tempat tidur yang kosong adalah tempat tidur anak, bayi, neonatal intensive care unit (NICU) dan ICU. Padahal pasien tersebut tidak termasuk didalamnya. Tentu si pasien terpaksa tidak bisa kami layani. Atau ada bed di Ruang penyakit resiko menular, sementara si Pasien tidak dalam kategori itu, tentu pihak RS tidak bisa melayani”. Ujar Andhy.  (sdm)

Baca Juga :  379 Warga Terjaring kasus Narkoba, Kini BNNK Bidik Muspika
Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

160 ODGJ di Gresik Dapat Penanganan Terpadu Sepanjang 2025
APBD 2026 Gresik Fokus Layanan Dasar Warga
Gus Yani Tegaskan Layanan Kesehatan Gratis di Gresik
DCKPKP Gresik Paparkan Capaian Pembangunan Sepanjang 2025
Gresik Siapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi, Belajar dari Semarang
Ketua CFD Gresik Dinonaktifkan karena Dugaan Pungli
DPRD Gresik Desak Usut Pungli UMKM di CFD
UMKM Keluhkan Dugaan Suap Pengelola CFD Gresik
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 15:33 WIB

160 ODGJ di Gresik Dapat Penanganan Terpadu Sepanjang 2025

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:26 WIB

APBD 2026 Gresik Fokus Layanan Dasar Warga

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:03 WIB

Gus Yani Tegaskan Layanan Kesehatan Gratis di Gresik

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:20 WIB

DCKPKP Gresik Paparkan Capaian Pembangunan Sepanjang 2025

Minggu, 30 November 2025 - 19:16 WIB

Gresik Siapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi, Belajar dari Semarang

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Smala Expo, Gebrakan Baru Alumni untuk Menembus Perguruan Tinggi

Minggu, 11 Jan 2026 - 05:55 WIB

Muhammadiyah Gresik

Langkah Tegap Pocil Mugeb Berbuah Penghargaan di Polres Gresik

Sabtu, 10 Jan 2026 - 11:52 WIB

Muhammadiyah Gresik

Pocil SD Mugeb Raih Juara 1 Polisi Cilik Kapolres Cup

Sabtu, 10 Jan 2026 - 02:51 WIB

Muhammadiyah Gresik

Momen Tahun Baru, Siswa Spemdalas Raih Juara 1 Gresik Climbing Series 2026

Kamis, 8 Jan 2026 - 23:47 WIB