Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus Sendiri di Malang: Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

- Editorial Team

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bisnisgresik.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi meluncurkan entitas bisnis baru PT Suryavena Farma Indonesia untuk membangun pabrik cairan infus (intravena) mandiri. Peresmian dilakukan Senin (13/4/2026) di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta. Pabrik ini akan berdiri di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan target operasional akhir 2027 atau awal 2028.

Direktur Utama PT Suryavena Farma Indonesia sekaligus Wakil Ketua Majelis Ekonomi PP Muhammadiyah, Tatat Rahmita Utami, menyatakan langkah ini sebagai solusi atas ketergantungan suplai alat kesehatan selama ini. “Selama ini Muhammadiyah kuat di sektor kesehatan dan pendidikan. Namun, untuk suplai alat kesehatan dan obat-obatan, masih bergantung pada pihak luar. Karena masih menumpang di pabrik lain, ada keterbatasan suplai. Padahal kebutuhan di internal Muhammadiyah cukup besar,” ujarnya usai peluncuran.

Pabrik akan dibangun di lahan milik Muhammadiyah seluas sekitar 14 hektare. Lokasi Karangploso dipilih karena merupakan sentra industri cairan infus nasional dan telah lolos uji kelayakan, termasuk kualitas air yang memenuhi standar produksi farmasi steril. Kapasitas produksi ditargetkan mencapai 15 juta botol per tahun, dengan sekitar 13 juta botol untuk memenuhi kebutuhan internal jaringan Muhammadiyah-Aisyiyah yang kini memiliki sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 300 klinik di seluruh Indonesia. Sisanya akan dipasarkan ke publik.

Baca Juga :  Susul Amazon Hingga Microsoft, Spotify Bakal PHK Karyawan Pekan Ini

Tujuan utama proyek ini adalah memperkuat kemandirian sektor hulu kesehatan, menjamin pasokan yang stabil, mengurangi ketergantungan impor, serta menawarkan harga yang lebih kompetitif. Pendanaan pembangunan akan berasal dari perbankan dan investor setelah studi kelayakan yang melibatkan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan konsultan keuangan.

Sebelumnya, sejak Maret 2024, Muhammadiyah telah memperkenalkan merek Suryavena melalui kerja sama maklon dengan PT Satoria Aneka Industri (Satoria Pharma) di Pasuruan. Pabrik baru ini merupakan langkah lanjutan agar produksi sepenuhnya dikelola sendiri, menandai komitmen organisasi dalam membangun ekosistem kesehatan berbasis kemandirian.



sumber berita ini dari bisnisgresik.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
Berita ini 306 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:26 WIB

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:26 WIB

Keluarga

Ta’arufMU Aisyiyah Jatim Diikuti 78 Peserta

Senin, 12 Okt 2026 - 01:48 WIB