Poedianto Ciptakan 207 Lagu Jawa Selama Pandemi

- Editorial Team

Kamis, 17 Juni 2021 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selama pandemi covid 19 tak mengurangi kreativitas Poedianto, Guru SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya, Poedianto menulis lirik dan lagu Jawa. Setidaknya sudah menghasilkan sebanyak 207 lagu-lagu Jawa.

Diantara judul lagu itu adalah Guru, Wartawan, Dina Becik, Sepi, Ra Bisa Diaboti, Mung Sliramu, Rembulan Dadi Seksi, Tresnaku Trenamu, Kembang Mawar, Rukun, Yen Kowe Nesu, Bali Ning Desa, Bebungahe Ati, Pramuka, Sregep Sinau, Ngungsi dan banyak lagi. Lagu-lagu tersebut dilantunkan sendiri dengan gitar usangnya.

“La wong saya tidak ingin jadi penyanyi. Suara saya jelek dan performen saya juga sudah tua. Saya hanya cipta lagu-lagu Jawa,” kata Pak Poedi, panggilan kesehaiannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh pria yang rambutnya sudah memutih ini mengungkapkan, “Lagu-lagu ini hanya sebagai karya dasar. Tetapi apabila ada penyanyi yang berkenan, boleh manyanyikan lagu-lagu tersebut. Silahkan saja. Semuanya sudah ada di youtube,” ungkapnya tatkala ditanya oleh teman guru sejawatnya ketika usai memberi pelajaran murid-murid dengan daring di ruang guru baru-baru ini.

Baca Juga :  How to locate Love -- 5 Here are some hints You Find his passion of Your Life

Tema lagu ciptaannya banyak mengangkat kehidupan sehari-hari. Ada tema pendidikan, persahabatan, rumah tangga, asmara dan tema lainnya.

Pecinta seni tradisi wayang kulit, ludruk, janger, ketoprak, keroncong, langgam, campur sari ini, juga sudah menulis berbagai cerita rakyat, legenda, ephos, cerpen. Misalnya cerita dengan judul Sang Guru, Perawan Sendang Madu, Cinta Suci di Kaki Gunung Wilis, serta berbagai cerpen sosial. Bahkan beberapa karya tulis tersebut dipakai untuk lakon Ludruk RRI Surabaya dan tema obrolan budaya RRI Surabaya. Karya-karya Poedianto ditulis saat waktu luang, yaitu di tengah-tengah kesibukan tugas-tugas guru dari sekolah tempatnya mengabdi.

Baca Juga :  LBH Pers Dukung KWG

“Saya memang suka menulis. Menulis apa saja yang berkaitan dengan seni dan budaya. Saya juga pernah menulis di majalah pendidikan milik Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yaitu Majalah Info, Majalah Bende, Majalah Media dan media pendidikan lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut, guru yang suka humor ini mengatakan bahwa seni budaya tradisi diajarkan di setiap jenjang pendidikan. Dari tingkat pendidikan dasar sampai tingkat pendidikan atas. Baik seni tari, menyanyi, kerawitan, pedalangan dan seni lainnya. “Sebab garda terdepan melestarikan seni budaya tradisi ialah sekolah-sekolah,” tambahnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi Siswa Kelas 5-6 SD Negeri 94 Gresik di Upacara
Muscab PKB Gresik Tanpa Pemilihan, Ketua Ditentukan DPP
Kompak Berbusana Hitam, SDN 94 Gresik Gelar Halalbihalal
BIP Janji Serap 60% Tenaga Kerja Lokal Bungah
Kado Hari Jadi, Gresik Raih Penghargaan Kabupaten Bersih
Pertamina Lubricants Resmikan Bengkel Sampah di SMK Manbaul Ulum
Zulkifli Hasan Ungkap Strategi Swasembada Pangan di UMG
Kucing Terjebur Sumur Sedalam 25 Meter Berhasil Dievakuasi Damkar Gresik
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 14:15 WIB

Kolaborasi Siswa Kelas 5-6 SD Negeri 94 Gresik di Upacara

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:47 WIB

Muscab PKB Gresik Tanpa Pemilihan, Ketua Ditentukan DPP

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:13 WIB

Kompak Berbusana Hitam, SDN 94 Gresik Gelar Halalbihalal

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:40 WIB

BIP Janji Serap 60% Tenaga Kerja Lokal Bungah

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:22 WIB

Kado Hari Jadi, Gresik Raih Penghargaan Kabupaten Bersih

Berita Terbaru