Hadir di Peringatan Harlah ke-101 NU MWCNU Bungah, Berikut Nasihat Ketua PBNU untuk Nahdliyin Gresik

- Editorial Team

Kamis, 29 Februari 2024 - 22:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BUNGAH | NUGres – Ketua PBNU KH Ahmad Fahrurrozi menyampaikan pengajian agama pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-101 NU, yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bungah.

Gelaran yang dimulakan dengan pembacaan fatihah kepada ahli kubur dan tahlil akbar ini berlangsung di Ranting NU Abar Abir, Kecamatan Bungah Gresik, Kamis (29/2/2024). Ribuan Nahdliyin dari wilayah Bungah dan sekitarnya nampak khidmat mengikuti acara tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara, dalam ceramahnya, hal pertama yang disampaikan Kiai Fahrur yakni merespons permintaan Ketua MWCNU Bungah KH Muhammad Alauddin mewedar tema Harlah 101 NU yang diusung PBNU “Memacu Kinerja Mengawal Kemenangan Indonesia”.

Kiai Fahrur menjelaskan kalau tema ini mengajak warga NU terlibat bekerja lebih baik lagi. Sebab, kata Kiai Fahrur, banyak hal yang harus dilakukan seiring memasukinya NU di Abad Kedua. Kiai Fahrur berharap warga NU tidak lengah dengan capaian dan keberhasilan yang sudah diraih.

Kiai Fahrur yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Lirboyo ini membagikan kisahnya kala mengunjungi banyak negara. Ia telah menyimak dan memelajari geliat jamiyyah NU serta perkembangan Islam secara umum di negara-negara tersebut.

“Alhamdulillah, saya sudah pergi ke berbagai tempat. Saya kemarin meresmikan MWCINU (Majelis Wakil Cabang Internasional NU) kota Kyoto Jepang. Ada 13 MWC (di sana). Jadi ada PCINU Jepang, ada (juga) MWCINU. Dan, kita tengah membuka pesantren di kota Ibaraki Jepang,” tuturnya.

Baca Juga :  KBIHU Annahdlah MWCNU Dukun Evaluasi Haji 2025 dan Siapkan 2026

Selain mengunjungi negeri samurai tersebut, Kiai Fahrur telah mengunjungi negara antara lain; Austria, Denmark, Swedia, Jerman, Hongaria, Slovakia. Ia bilang bila ada cukup banyak warga NU di negara-negara tersebut.

“Warga NU alhamdulillah, sekarang bangga jadi warga NU, walaupun jauh di luar negeri,” imbuhnya, seperti dalam siaran live YouTube MWC NU Bungah.

Namun, keprihatin pengasuh Pondok Pesantren An Nur Bululawang Malang ini terasa saat mengunjungi suatu daerah di Xinjiang, Cina Utara. Dalam kunjungannya beberapa tahun silam, dilihatnya masjid yang sepi dan muslim tidak tahu waktu salat.

Keprihatinannya juga terasa saat mengunjungi suatu daerah di Uzbekistan. Sebuah negara yang bersemayam makam ulama besar, Imam Bukhari. Di sana, ia malah melihat sepinya masjid dan jarangnya orang yang menunaikan salat berjamaah di masjid.

Tak berhenti, hal serupa juga dirasakan kala mengunjungi Samarkand, ia merasa sedih ada masjid besar jadi gudang, madrasah besar sudah jadi restoran.

“Kemana anak-anak umat Islam ini? Itulah bahayanya kalau pendidikan tidak jalan,” tukas kiai Fahrur, menarik benang merah dari perjalanannya tersebut.

“(Maka) Untuk tetap menjamin NU di Bungah ini 50 tahun lagi apakah masih rame seperti ini, tergantung ibu-ibu—anaknya mondok nopo mboten. Kalau anak-anak kita masih pergi ke madrasah, kalau masih pergi ke pesantren, insya allah desa ini (akan selalu) mayoritas Nahdlatul Ulama,” lanjutnya.

Kiai Fahrur mengajak agar warga NU jangan menjauhi madrasah. Sebab, madrasah harus menjadi pusat pengetahuan generasi masa mendatang.

Baca Juga :  Semarak Nuzulul Qur'an, IGTK RAM NU Panceng Kukuhkan Komitmen Kebersamaan

“Pondok pesantren, jangan takut mondok. Ada isu-isu di luaran begini begitu, itu oknum. Insya allah masih banyak pondok yang baik. Insya Allah masih banyak pondok yang hebat,”

Saking tidak ingin putra-putrinya jauh dari peradaban Islam dan akidah NU, Kiai Fahrur menyampaikan bahwa telah mengirimkan seluruh anaknya di Pondok Pesantren dan mengahafal Al Quran.

Salah seorang sahabat dekatnya pun berkelakar; “Gus kenapa tidak disekolahkan ke fakultas kedokteran?”, cepat saja Kiai Fahrur menyahut, “Sudah banyak anak kiai yang jadi dokter, tapi tidak banyak anak dokter yang jadi kiai,” timpal Kiai Fahrur kepada atas kelakar sahabatnya itu.

Adapun tema “Memacu Kinerja”, Kiai Fahrur melihat NU tengah melakukan di berbagai bidang. Salah satu hal pentingnya, kata Kiai Fahrur adalah pendidikan. Karena melaui pendidikan akidah ditanamkan.

Di penghujung pengajiannya, Kiai Fahrur mengingatkan warga NU memperbanyak amaliyahnya pada bulan suci Ramadhan. Kiai Fahrur juga mengajak Nahdliyin istiqomah menjalan salat sunnah, kemudian melantunkan shalawat mengiringi aktifitas sehari-hari.

KH Fahrurrozi juga membagikan ijazah dari gurunya KH Anwar Iskandar Lirboyo. Ijazah itu yakni shalawat Nariyah 4.444 kali, bila berat 444 kali, bila masih berat 44 kali, jika masih belum sempat 44 maka dibagi 4 berarti hanya tinggal 11 kali, dibaca setiap sehabis salat.

Editor: Chidir Amirullah

sumber berita ini dari nugres.or.id

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fatayat NU Gresik Gandeng RS Fathma Medika untuk Program Shine
Aula KH Hasyim Asy’ari MWCNU Dukun Mulai Diminati
Santri Alkarimi Gresik Raih Juara 2 Qosidah Nasional
KSPPS NU Dukun Bidik Aset Rp 40 M, Fokus Transformasi Syariah
Pengobatan Gratis Mambaus Sholihin Sasar 700 Warga
600 Kader Fatayat NU Dukun Semarakkan Hari Santri
Maulid Nabi IGTK RA Panceng Ajak Istiqamah dan Berkhidmah
Pelantikan 33 Pimpinan Ranting Fatayat NU Dukun
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:54 WIB

Fatayat NU Gresik Gandeng RS Fathma Medika untuk Program Shine

Senin, 15 Desember 2025 - 10:09 WIB

Aula KH Hasyim Asy’ari MWCNU Dukun Mulai Diminati

Senin, 15 Desember 2025 - 09:57 WIB

Santri Alkarimi Gresik Raih Juara 2 Qosidah Nasional

Minggu, 30 November 2025 - 13:30 WIB

KSPPS NU Dukun Bidik Aset Rp 40 M, Fokus Transformasi Syariah

Kamis, 23 Oktober 2025 - 00:39 WIB

Pengobatan Gratis Mambaus Sholihin Sasar 700 Warga

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Perang Rudhal lan Perang Utang

Jumat, 6 Mar 2026 - 08:26 WIB

Muhammadiyah Gresik

Ikwam Spemdalas Berikan Santunan dan Buka Bersama Puluhan Anak Yatim

Kamis, 5 Mar 2026 - 14:24 WIB

BISNIS

Lukisan Gua Tertua Dunia di Bulu Sipong Dijaga SIG

Kamis, 5 Mar 2026 - 07:53 WIB

Muhammadiyah Gresik

Berbagi Kebahagiaan, Nasyiah Aisyiyah Dukun Berbagi Takjil

Kamis, 5 Mar 2026 - 05:24 WIB