Lahan Mangrove Di Gresik Makin Menyempit PT Freeport Indonesia Tanam 50 Ribu Mangrove

- Editorial Team

Rabu, 26 Februari 2025 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Luas lahan mangrove di Kabupaten Gresik terus menyusut. Pada 2022, luasnya mencapai 3.976 hektare, namun pada 2023 berkurang menjadi 2.854,32 hektare. Untuk membantu pemulihan ekosistem pesisir, PT Freeport Indonesia (PTFI) berkontribusi dengan menanam 50 ribu bibit mangrove di sekitar Smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.

Program ini merupakan bagian dari upaya PTFI dalam mendukung Program Nasional Percepatan Rehabilitasi Mangrove. Vice President Business Process Smelting & Refining Smelter PTFI, Aripin Buman, mengatakan penanaman dilakukan bertahap mulai September 2024 hingga Februari 2025.

“Kami menanam 50 ribu bibit mangrove sebagai bentuk komitmen dalam rehabilitasi dan restorasi ekosistem mangrove di Indonesia,” ujarnya di Gresik, Rabu (22/2).

Dalam pelaksanaannya, PTFI bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik serta Wahana Edukasi Harapan Alam Semesta (Wehasta). Program ini menyasar beberapa lokasi di Kabupaten Gresik, dengan rincian:

  • Desa Tajungwidoro: 15.000 bibit
  • Desa Banyuwangi: 10.000 bibit
  • Desa Bedanten: 10.000 bibit
  • Desa Manyar Sidomukti: 3.000 bibit
  • Desa Karangrejo: 12.000 bibit

Sebagai bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, PTFI juga menanam 2.000 bibit mangrove di Desa Karangrejo, Manyar, Gresik, pada Sabtu (22/2). Selain penanaman mangrove, kegiatan HPSN 2025 juga mencakup Plogging Fun, yaitu jalan sehat sambil memungut sampah, serta sosialisasi pengelolaan sampah yang diikuti oleh 122 siswa sekolah dasar dan 100 karyawan Smelter PTFI melalui program Employee Volunteer Program.

Baca Juga :  Bangunan PT Angkasa Raya Steel Belum BerIMB Sudah Beroperasi

“Mangrove merupakan garis pertahanan pertama ekosistem pesisir dan sungai. Selain mencegah abrasi, mangrove juga menjadi habitat penting bagi flora dan fauna serta membantu memperbaiki kualitas udara,” tambah Aripin.

Menurut warga Desa Tajungwidoro, Zaini, program penanaman mangrove yang dilakukan oleh PTFI memberikan manfaat besar bagi masyarakat. “Penanaman mangrove ini sangat membantu mencegah abrasi dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat,” ungkapnya.

Dengan upaya ini, PTFI berharap dapat berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan ekosistem pesisir yang lebih berkelanjutan.

 

Penulis : Akhmad Sutikhon

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Ramadan, Pasar Murah Pemprov Jatim Diserbu Warga Gresik
Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang
SIG Gelar RUPSLB, Ubah Anggaran Dasar dan Delegasi RKAP 2026
Banjir Kali Lamong Rendam 12 Desa Gresik Selatan
Banjir Luapan Kali Lamong Kembali Rendam Gresik
Greenpeace Soroti Mikroplastik Cemari Tubuh Warga Gresik
100 Siswa MI Dalegan Lomba Cari Kerang di Musim Baratan
Dua Petani Balongpanggang Tersambar Petir, Satu Meninggal
Berita ini 191 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:59 WIB

Jelang Ramadan, Pasar Murah Pemprov Jatim Diserbu Warga Gresik

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:01 WIB

Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang

Kamis, 25 Desember 2025 - 07:24 WIB

SIG Gelar RUPSLB, Ubah Anggaran Dasar dan Delegasi RKAP 2026

Senin, 22 Desember 2025 - 13:13 WIB

Banjir Kali Lamong Rendam 12 Desa Gresik Selatan

Senin, 22 Desember 2025 - 01:16 WIB

Banjir Luapan Kali Lamong Kembali Rendam Gresik

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Perkuat Karakter Islami, SD Al Islam Resmi Luncurkan Madin

Rabu, 14 Jan 2026 - 15:05 WIB

Muhammadiyah Gresik

Hadirkan Camat Gresik, Spemdalas Jalankan Program Orang Tua Mengajar 

Selasa, 13 Jan 2026 - 21:03 WIB