Banjir Rendam Masjid, Warga Benjeng Tetap Semangat Tarawih

- Editorial Team

Minggu, 2 Maret 2025 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK, kabargresik.com – Ujian berat melanda warga Kecamatan Benjeng, Gresik, di awal Ramadan. Banjir setinggi hampir satu meter kembali menggenangi wilayah ini pada Sabtu (1/3/2025), merendam pemukiman dan tempat ibadah.

Beberapa masjid dan musala terendam banjir, termasuk Masjid At-Taqwa di Desa Kedungrukem dan Musala Al-Ittihad di Benjeng. Meskipun kondisi sulit, jemaah tetap berusaha melaksanakan salat tarawih, menerjang air yang menggenangi area masjid.

“Dalam seminggu, banjir sudah dua kali datang. Kali ini lebih besar dari sebelumnya,” ujar Sholikun, salah satu jemaah Musala Al-Ittihad. Ia menambahkan bahwa banjir kali ini lebih besar dibandingkan yang terjadi pada 25 Februari 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Masjid At-Taqwa Kedungrukem, kondisi serupa terjadi. Air menggenangi area sekitar masjid hingga setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa.

Baca Juga :  Mupen Jawa Madura Berakhir Di Gresik

“Kami harus angkat sarung biar tidak basah. Ini sudah jadi langganan tiap tahun,” ungkap Totok, salah satu jemaah Masjid At-Taqwa.

Banjir ini disebabkan oleh luapan Kali Lamong setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Warga mengaku pasrah dengan kondisi ini karena banjir seperti ini bukan kali pertama mereka alami.

“Setiap hujan deras, pasti was-was. Air Kali Lamong sering meluap dan merendam rumah serta masjid,” ungkap Totok, warga Kedungrukem.

Wilayah Benjeng memang sudah bertahun-tahun menghadapi ancaman banjir, terutama di Desa Kedungrukem yang menjadi langganan genangan air akibat buruknya sistem drainase dan sedimentasi Kali Lamong. Meskipun upaya normalisasi sungai telah dilakukan, banjir masih menjadi ancaman tahunan yang sulit dihindari.

Baca Juga :  Ratusan Rumah di Boboh Gresik Terendam Banjir Warga Saling Bantu Ringankan Beban

Menurut laporan dari pihak Kecamatan Benjeng, banjir yang terjadi pada 25 Februari 2025 telah menggenangi 11 desa dan merendam 3.388 rumah. Ketinggian air mencapai 70 cm di beberapa titik. Namun, banjir yang datang kembali di awal Ramadan ini lebih besar dan semakin mengganggu aktivitas warga, termasuk pelaksanaan ibadah.

Meskipun dihadapkan dengan cobaan berat, semangat warga untuk tetap beribadah di bulan suci Ramadan tidak surut. Dengan penuh kesabaran, mereka tetap datang ke masjid, menembus banjir untuk menunaikan salat tarawih.

“Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada kita semua dalam menghadapi cobaan ini,” ujar salah satu warga saat ditemui di lokasi banjir.

Penulis : Maria Hanim

Editor : Tiko

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lupa Matikan Kompor, Bengkel Tambal Ban di Gresik Terbakar
Warung Kontainer Driyorejo Gresik Terbakar
Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik
Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Panceng Gresik 
Angin Puting Beliung Porak-porandakan 2 Rumah di Gresik
Banjir Kali Lamong Rendam 12 Desa Gresik Selatan
Banjir Luapan Kali Lamong Kembali Rendam Gresik
Pemotor Meninggal usai Tabrak Truk di Driyorejo Gresik
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:08 WIB

Lupa Matikan Kompor, Bengkel Tambal Ban di Gresik Terbakar

Jumat, 2 Januari 2026 - 17:40 WIB

Warung Kontainer Driyorejo Gresik Terbakar

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:04 WIB

Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik

Kamis, 25 Desember 2025 - 17:24 WIB

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Panceng Gresik 

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:57 WIB

Angin Puting Beliung Porak-porandakan 2 Rumah di Gresik

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Milad ke-56 TK Aisyiyah Bungah: Senam, Kebaya, dan Loyalitas

Senin, 12 Jan 2026 - 18:00 WIB