Kabar Gresik – Nur Zalva Itsnaini, warga Desa Daun, Sangkapura, hanya bisa berdoa saat KMP Gili Iyang terbakar di perairan Buoy 8 Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Rabu malam (13/8/2025).
Perempuan 27 tahun itu menjadi satu dari 220 penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Gresik menuju Bawean. Insiden terjadi sekitar satu setengah jam setelah kapal berlayar.
“Alhamdulillah semua penumpang aman,” ujarnya sambil menggendong anaknya yang berusia tiga tahun, Kamis (14/8/2025).
Zalva mengisahkan, api muncul di bagian bawah kapal, tepatnya di ruang muatan barang curah dan kendaraan motor. Penumpang di bagian atas mulai panik setelah merasakan hawa panas.
“Di lantai dua penumpang berebut pelampung, saling tarik karena khawatir. Semua sudah mikir diri masing-masing,” ungkapnya.
Rendi, penumpang lain, juga mengaku trauma. “Saat kebakaran, penumpang langsung ambil pelampung untuk persiapan meloncat,” katanya. Ia menyebut api membakar beberapa barang bawaan, termasuk kasur.
Kepala KSOP Kelas II Gresik Herbert EP Marpaung mengatakan, dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik. “Para penumpang langsung kami evakuasi dan dilakukan penanganan di terminal penumpang,” ucapnya.
Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 23.00 WIB. Api berhasil dipadamkan dan kapal kembali ke Pelabuhan Gresik dengan bantuan dua kapal pandu sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan kendaraan, hanya beberapa barang terbakar.
Seluruh penumpang mendapat bantuan logistik makanan dan minuman dari BPBD dan Asosiasi Pelabuhan di Terminal Penumpang Pelabuhan Gresik.
Editor : Tiko












