MUI Wringinanom 2025-2030 Dikukuhkan, Pikul Mandat Ganda

- Editorial Team

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Wringinanom secara resmi memulai masa khidmat barunya untuk periode 2025 hingga 2030. Pengukuhan kepengurusan ini dilaksanakan secara khidmat di Aula Kecamatan Wringinanom pada Minggu, 18 Januari 2026, menandai dimulainya babak baru peran ulama dalam membimbing umat sekaligus bermitra strategis dengan pemerintah.

Prosesi pengukuhan yang dipimpin langsung oleh perwakilan dari MUI Kabupaten Gresik ini menjadi bentuk legalitas formal dan penguatan peran kelembagaan MUI di tingkat kecamatan. Berdasarkan data yang dihimpun Jatimco, acara tersebut dihadiri oleh jajaran penting MUI Kabupaten Gresik, termasuk Drs. KH. Nur Fakih dan Drs. KH. Drs. Awaludin, serta unsur Muspika Kecamatan Wringinanom.

Kehadiran unsur pemerintah dan militer menunjukkan komitmen sinergi yang kuat. Camat Wringinanom, Arditra Risdiansah, ST, turut hadir bersama perwakilan Koramil, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai undangan lainnya, menegaskan bahwa peran MUI tidak hanya terbatas pada ranah keagamaan, tetapi juga menyentuh stabilitas sosial dan pembangunan wilayah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjembatani Umat dan PemerintahSetelah resmi dikukuhkan, Ketua MUI Kecamatan Wringinanom masa khidmat 2025–2030, KH. Moh. Ali Ismail Mustofa, M.Pd., menyampaikan pidato yang menggarisbawahi dua fungsi fundamental yang harus diemban oleh kepengurusan baru. Fungsi ini menempatkan MUI pada posisi strategis yang menuntut keseimbangan antara pelayanan umat dan kemitraan dengan negara.

Baca Juga :  Pemuda Muhammadiyah Peringati Sumpah Pemuda Di Bawean

Dalam sambutannya, KH. Moh. Ali Ismail Mustofa menyampaikan apresiasi mendalam kepada mitra strategis mereka, khususnya Camat Wringinanom beserta jajaran Muspika, yang selama ini telah mendukung upaya MUI dalam menjaga harmoni kehidupan keagamaan dan sosial di Wringinanom.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat Wringinanom dan Muspika yang selama ini menjadi mitra kami. Juga kepada bapak dan ibu pengurus MUI masa khidmat 2025–2030, semoga kita semua bisa memberikan yang terbaik kepada umat.Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tugas MUI adalah sebagai khadimul ummah, yakni pembimbing dan pelayan umat. Tugas ini menuntut pengurus untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan bimbingan keagamaan yang jelas, menjaga persatuan umat dari potensi perpecahan, serta menjadi rujukan utama dalam berbagai persoalan keislaman yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Peran ini menuntut mobilitas dan responsivitas tinggi dari para ulama yang tergabung dalam majelis.

Mandat Shadiqul HukumahSelain peran sebagai pelayan umat, KH. Moh. Ali Ismail Mustofa juga secara tajam menyoroti fungsi MUI sebagai shadiqul hukumah, yaitu mitra strategis pemerintah. Dalam konteks ini, MUI diharapkan tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor aktif yang bersinergi dengan pemerintah kecamatan.

Baca Juga :  Peringati Hari Juang Kartika Dengan Bersihkan Pasar

Sinergi ini memiliki tiga fokus utama: menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat, memperkuat nilai-nilai moderasi beragama sebagai benteng dari ekstremisme, serta memberikan dukungan penuh terhadap program-program pembangunan yang sejalan dengan nilai keislaman dan kemaslahatan umat. Penekanan pada fungsi shadiqul hukumah ini menunjukkan bahwa kepengurusan baru memiliki orientasi yang kuat terhadap pembangunan daerah, tidak hanya fokus pada ritual keagamaan semata.

Menanggapi mandat tersebut, Camat Wringinanom Arditra Risdiansah, ST, menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar. Ia menegaskan bahwa sinergi antara MUI, pemerintah kecamatan, dan unsur Muspika adalah kunci untuk menciptakan suasana yang kondusif, religius, dan harmonis di tengah masyarakat Wringinanom.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan MUI Kecamatan Wringinanom masa khidmat 2025–2030, harapan besar kini tertumpu pada para ulama dan tokoh agama untuk memperkuat peran pembimbingan umat, menjaga kerukunan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat Wringinanom secara menyeluruh, sesuai dengan dualitas peran yang telah dicanangkan.

Penulis : Rahmat Syayid S

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergi KWGe dan Forkopimda Gresik Rayakan HPN 2026
Wartawan Gresik Ziarah Makam Pendiri KWG di HPN 2026
KWG Gresik Peringati HPN 2026: Berikan Santunan Yatim
Libur Nataru, Makam Wali Kutub Gresik Dipadati Ribuan Peziarah
Mawar dari Jelantah Rayakan Hari Ibu di Gresik
Pelajar Gresik Adu Strategi di Student Chess Championship
Bos PT BRN Tersangka Illegal Logging Mentawai
168 Bonsai Meriahkan Jemur Bonsai Cerme Kidul
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 20:08 WIB

Sinergi KWGe dan Forkopimda Gresik Rayakan HPN 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 18:51 WIB

Wartawan Gresik Ziarah Makam Pendiri KWG di HPN 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 18:37 WIB

KWG Gresik Peringati HPN 2026: Berikan Santunan Yatim

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:59 WIB

MUI Wringinanom 2025-2030 Dikukuhkan, Pikul Mandat Ganda

Senin, 29 Desember 2025 - 00:38 WIB

Libur Nataru, Makam Wali Kutub Gresik Dipadati Ribuan Peziarah

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Penuh Semangat, Siswa SD Almadany Ikuti Asesmen Praktik Kurikulum Merdeka

Senin, 2 Mar 2026 - 23:17 WIB