Sambut Ramadan, Wali Murid SD Al Islam Cerme Perdalam Fiqh Puasa

- Editorial Team

Sabtu, 24 Januari 2026 - 00:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Ikatan Wali Murid SD Al Islam Cerme, Gresik menggelar kajian rutin khusus wanita dengan khidmat, Jumat (23/1/2026). Bertempat di Masjid Sabilul Muttaqin, kajian kali ini menghadirkan narasumber utama, Ustadz Wafiqul Mizan, Kepala Madrasah Diniyah Al Islam Cerme, yang mengupas tuntas seluk-beluk fiqih puasa Ramadan.

Mengawali kajian, Ustadz Wafiqul Mizan memberikan prolog yang menyentuh hati para jamaah. Ia menekankan, menuntut ilmu adalah kewajiban yang tidak mengenal batas waktu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ilmu adalah cahaya yang harus kita kejar sampai kapan pun, hingga kita kembali kepada-Nya,” tuturnya.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan, secara bahasa, puasa berarti menahan diri. Namun secara syariat, puasa adalah ibadah menahan diri dari segala hal yang membatalkan —seperti makan, minum, dan hawa nafsu— sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat bertakwa kepada Allah SWT.

Merujuk pada QS Al-Baqarah ayat 183, Ustadz Wafiqul mengingatkan, bahwa tujuan akhir dari ibadah ini adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Agar puasa tidak sekadar menjadi ritual menahan lapar, ia pun merinci syarat wajib puasa, di antaranya:
* Beragama Islam.
* Baligh dan Berakal (sehat mental).
* Mampu secara fisik.
* Suci dari haid dan nifas (khusus wanita).
* Mengetahui masuknya bulan Ramadhan.

Baca Juga :  PKDA Almadany Berbarengan Dengan Gempa, Ini Reaksi Siswa

Ustadz Wafiqul juga menekankan dua rukun utama puasa. Pertama, niat, yang harus dilakukan pada malam hari (sebelum Subuh) untuk puasa wajib. Berbeda dengan puasa sunnah yang niatnya boleh menyusul setelah Subuh selama belum ada makanan/minuman yang masuk. Kedua, menahan diri dari pembatal puasa, termasuk menghindari muntah yang disengaja.

Salah satu bahasan menarik dalam kajian ini adalah hukum mencicipi masakan. Ia menjelaskan, bahwa hukumnya makruh jika tanpa alasan. Namun, menjadi mubah (boleh) jika diperlukan, misalnya saat ibu-ibu memastikan rasa masakan untuk keluarga.

“Syaratnya hanya di ujung lidah, tidak boleh ditelan, dan segera dikeluarkan,” jelasnya merujuk pada hadis Ibnu Abi Syaibah.

Baca Juga :  SD Muhammadiyah Benjeng Bangun Fondasi Literasi lewat 'Trial Class' yang Menginspirasi

Pada bagian lain, ia menjelaskan, bagi mereka yang tidak mampu menjalankan puasa, terdapat keringanan berupa:
* Qadha: Mengganti jumlah hari puasa di luar bulan Ramadhan (wajib bagi musafir).
* Fidyah: Memberikan makan kepada orang miskin bagi yang sakit menahun atau kondisi tertentu yang tidak memungkinkan qadha.

Terkait teknis fidyah, dielaskan, bahwa bisa berupa makanan siap saji atau bahan pokok seukuran porsi makan harian. Menariknya, dalam perspektif Muhammadiyah, membayar fidyah dengan uang tunai diperbolehkan, meski disarankan melalui Badan Amil Zakat agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan terjaga peruntukannya.

Kajian ditutup dengan doa bersama, berharap seluruh wali murid diberikan kesehatan dan kesiapan batin untuk menyambut bulan penuh ampunan yang segera tiba. (*)

Kontributor: Mardiyana Zulifah


Post Views: 1

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan
Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas
MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa
Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari
MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua
Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang
Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:56 WIB

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:55 WIB

Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan

Senin, 20 Juli 2026 - 08:54 WIB

Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:53 WIB

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:51 WIB

Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari

Berita Terbaru

artikel

Ketika ceramah Ustadz kalah lawan scroll Sosmed

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:24 WIB