Petrokimia Gresik Gaet Gen Z Lewat Program School Lab Farming

- Editorial Team

Selasa, 8 September 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penerapan teknologi pertanian presisi atau *smart farming* terbukti mampu menarik minat Generasi Z sekaligus mendongkrak produktivitas hasil panen secara signifikan. Hal ini dibuktikan melalui program *School Lab Farming* gagas PT Petrokimia Gresik yang berhasil meningkatkan hasil panen bawang merah hingga lebih dari lima kali lipat di Jawa Timur.

Dalam program yang melibatkan 261 siswa di tiga SMK Pertanian Jawa Timur tersebut, para siswa mengelola lahan sekolah sebagai ruang belajar, produksi, dan pengembangan bisnis pertanian modern. Hasilnya, SMK Negeri 1 Kademangan, Blitar, berhasil memanen 800 kilogram bawang merah kering dari lahan seluas 1.000 meter persegi. Angka ini melonjak tajam dibandingkan musim tanam sebelumnya yang hanya menghasilkan 150 kilogram di lahan yang sama.

Selain bawang merah, para siswa di SMKN 1 Kademangan Blitar, SMKN 8 Jember, dan SMK Muhammadiyah 5 Gresik juga membudidayakan melon di *greenhouse*. Melon yang dihasilkan memiliki bobot 1,2 hingga 2 kilogram dengan tingkat kemanisan mencapai 15 °Brix. Sebagai bagian dari rotasi tanam dan diversifikasi usaha, dikembangkan pula komoditas pendukung seperti buncis dan kembang kol.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob menyatakan bahwa regenerasi petani merupakan tantangan mendesak untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Program ini dirancang sesuai karakter Gen Z yang dekat dengan teknologi, analisis data, dan peluang bisnis.

“Melalui *School Lab Farming*, kami ingin menunjukkan bahwa pertanian saat ini sudah berkembang jauh. Dengan dukungan teknologi *smart farming* dan pengelolaan lahan sekolah sebagai *teaching factory* yang produktif, siswa tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami bagaimana pertanian dapat dikelola secara modern dan memiliki prospek usaha yang menjanjikan,” ujar Daconi.

Dalam praktiknya, siswa dibiasakan bekerja berbasis data. Mereka mencatat perkembangan tanaman, media tanam, hingga kebutuhan dosis pemupukan menggunakan matriks terstandar. Pendekatan ini melatih siswa menganalisis kondisi tanaman sekaligus mengambil keputusan budidaya secara presisi.

Baca Juga :  Petro Berbagi Asa Dengan Yatim

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis *Creating Shared Value* (CSV) ini merupakan tindak lanjut dari kompetisi HARVESTION 2025 yang diikuti 33 SMK pertanian se-Jawa Timur. Inisiatif ini hadir untuk menjembatani kesenjangan antara pembelajaran di kelas dengan kebutuhan industri, sekaligus mengoptimalkan lahan sekolah yang belum tergarap maksimal.

Kepala SMKN 1 Kademangan, Hadi Sucipto menyambut positif kolaborasi ini. Menurutnya, pengalaman mengelola pertanian berbasis teknologi dapat mengubah persepsi siswa terhadap profesi petani.

“Kami sangat mengapresiasi program ini karena siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mempraktikkan langsung pertanian modern. Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” tutur Hadi.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar
Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIB

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan

Berita Terbaru

komunitas

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:01 WIB