Tim voli putra Surabaya Samator meraih poin penuh setelah mengalahkan Jakarta Garuda Jaya dengan skor telak 3-0 (25-17, 25-19, 25-22). Laga pembuka seri keempat putaran pertama Proliga 2026 tersebut digelar di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Kamis (29/1/2026).
Kemenangan mutlak ini mengangkat tim asuhan Rodolfo Sanchez tersebut naik satu tingkat ke peringkat ketiga, menggeser posisi Garuda Jaya. Kedua tim kini sama-sama mengoleksi tiga kemenangan dari empat laga di putaran pertama ini.
Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas tinggi langsung diperagakan kedua tim. Surabaya Samator menurunkan kekuatan penuh, mengandalkan koordinasi *setter* Lyvan Taboada bersama deretan pemukul mumpuni seperti Rama Fauzan, Tedy Oka, Krisna, dan pemain yang baru bergabung, Jordan Michael Emanuel Dwi Susanto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun Jakarta Garuda Jaya mencoba memberikan perlawanan melalui aksi Dawuda dan pemain asing mereka, Timofei Sokolov, Samator tampil lebih klinis. Tekanan servis yang konsisten membuat Garuda Jaya kesulitan membangun serangan balik yang rapi. Set pertama pun ditutup dengan skor meyakinkan 25-17 untuk keunggulan Samator di Proliga 2026 ini.
Memasuki set kedua, ritme permainan tidak banyak berubah. Samator tetap menjaga agresivitas mereka. Kombinasi serangan dari Agung dan *quick* cepat dari Tedy Oka berkali-kali menembus blokade yang dibangun oleh Bagas dan Nibras.
Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mencoba melakukan penyesuaian untuk membendung *spike* keras Rama Fauzan, namun pertahanan Samator yang digawangi Jordan tetap solid. Kurangnya akurasi dalam penyelesaian akhir membuat Garuda Jaya kembali harus menyerah 25-19 di set ini.
Tertinggal dua set membuat Garuda Jaya mencoba mengubah taktik. Mereka mulai memaksimalkan peran Timofei Sokolov sebagai ujung tombak. Strategi ini sempat membuahkan hasil, di mana kejar-mengejar angka terjadi hingga kedudukan imbang 11-11.
Garuda Jaya bahkan sempat memberikan kejutan di fase krusial dengan membalikkan keadaan menjadi 20-19. Namun, mental anak-anak Samator berbicara. Di bawah arahan Sanchez, Samator kembali fokus dan berhasil membalikkan momentum lewat blok-blok krusial di akhir laga. Samator akhirnya menyudahi perlawanan Dawuda dan kawan-kawan dengan skor ketat 25-22.
Usai laga, pelatih Garuda Jaya Nur Widayanto mengakui performa timnya kurang maksimal.
“Baik servis maupun *receive* anak-anak kurang maksimal,” ucap Nur Widayanto. “Pastinya kami akan lakukan evaluasi, baik servis, dan blok, itu yang terasa kurang dari kami.”
Salah satu pemain Garuda Jaya, Dawuda, mengatakan bahwa timnya hari ini bermain sedikit kurang fokus.
“Terutama di set pertama dan kedua. Di set ketiga, kami sedikit bisa mengimbangi permainan lawan,” ujarnya.
Sementara itu, manajer Samator Hadi Sampurno mengaku sangat bersyukur atas kemenangan hari ini.
“Ini kemenangan mutlak bagi kami. Dan kami akan terus berusaha memaksimalkan permainan anak-anak untuk masuk *final four*,” kata Hadi.
Ia juga menjelaskan bahwa timnya tetap akan melakukan evaluasi.
“Terutama *passing*-nya anak-anak kadang kurang fokus,” tukasnya.
Salah satu pemain baru Samator, Jordan Michael, mengaku senang bergabung dengan tim.
“Semoga saya bersama rekan-rekan di Samator ini bisa memberikan hasil yang baik,” pungkasnya.
Editor : Akhmad Sutikhon











