Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, melayangkan pujian setinggi langit saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8/2026). Tak hanya memuji konsep pendidikan terpadu yang dinilainya “sangat convenient”, Khofifah juga menitipkan pesan penting: jangan ada perundungan di lingkungan sekolah.
SRT yang berdiri di atas lahan 6,5 hektare di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, ini memang bukan sekolah biasa. Dengan kapasitas 405 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, ditambah 60 siswa titipan dari Lamongan dan 75 siswa dari SRMA 37 Gresik, sekolah ini menawarkan pola pengasuhan terintegrasi yang disebutnya mampu membentuk karakter.
Khofifah menyoroti keunikan fasilitas yang menyatukan berbagai jenjang pendidikan dalam satu kawasan. “Di mana ada sekolah swasta maupun negeri, SD, SMP, SMA dengan aula seluas ini? Menurut saya sangat convenient,” ujarnya, mengakui bahwa mencari institusi serupa adalah pekerjaan sulit. Ia juga kagum pada sistem laporan dari “kakak wali kelas” yang dianggapnya efektif membangun kedisiplinan. “Secara konsep ini luar biasa,” katanya.

Namun, di balik segala apresiasi itu, Khofifah tak lupa menyematkan peringatan keras. Ia secara khusus meminta kepala sekolah untuk menjaga agar tidak ada insiden perundungan. “Anak-anak SD kelas satu ini kan cenderung menerima, masih powerless, itu yang membutuhkan pendampingan,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Khofifah meminta pihak sekolah menghadirkan psikolog secara berkala, minimal sebulan sekali. Pendampingan ini diharapkan mampu memantau kondisi mental para siswa, terutama di jenjang SD, yang kebutuhannya berbeda dengan siswa SMP atau SMA.
Bagi Khofifah, pemerataan akses pendidikan berkualitas dan ramah anak adalah senjata paling ampuh untuk mengangkat harkat masyarakat. “Saya rasa inilah cara paling efektif di dunia untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujarnya mantap.
Di akhir kunjungan, Khofifah mencairkan suasana. Ia mengajak ratusan siswa mengibarkan bendera Merah Putih sembari melantunkan lagu kebangsaan. Sebuah gestur yang diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah anak-anak SRT Gresik.












