Menteri Sosial Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul, melongok langsung dapur pendidikan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Permanen Kabupaten Gresik di Desa Raci Tengah, Sidayu, Senin 3 Agustus 2026. Di lahan seluas 6,5 hektare itu, Gus Ipul menyaksikan bagaimana disiplin ala TNI dan Polri diterapkan sejak dini dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 405 siswa, kebanyakan dari keluarga paling rentan.
Dalam kunjungan yang didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh, Gus Ipul tak hanya meninjau fasilitas. Ia juga berdialog langsung dengan para siswa, yang terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, 90 siswa SMA, 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan, serta 75 siswa dari SRMA 37 Gresik.
Di lokasi, kegiatan MPLS berlangsung meriah, melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, dan para pendamping. “Kebersamaan itu penting untuk meningkatkan semangat gotong royong,” ujar Gus Ipul. Ia menjelaskan, MPLS ini juga berbarengan dengan program Taruna Bakti yang baru saja memberangkatkan lebih dari 1.000 personel TNI dan Polri beserta pendampingnya.
Keterlibatan aparat gabungan ini, menurut Gus Ipul, bukan tanpa alasan. Tujuannya mulia: menanamkan kedisiplinan dan membentuk karakter siswa sejak dini. “Insyaallah mereka akan membimbing dan memberikan keteladanan kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat dalam rangka penguatan kedisiplinan serta kegiatan ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, baris-berbaris, menata tempat tidur, merawat barang pribadi, hingga membiasakan hidup tertib dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran setiap hari,” lanjutnya.
Meski masih diwarnai tantangan adaptasi awal, Gus Ipul menggarisbawahi proses di gedung sekolah permanen ini berjalan baik. “Alhamdulillah, seluruh MPLS di titik-titik Sekolah Rakyat yang telah disiapkan berjalan dengan baik. Memang ada tantangan pada tahap awal karena semua pihak masih saling beradaptasi,” terangnya.
Ia optimistis, fasilitas yang cukup lengkap ini mampu menopang pendidikan berkualitas bagi “anak-anak istimewa” tersebut. Mereka adalah siswa yang direkrut melalui penjangkauan khusus, berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi paling rentan, bahkan sebagian pernah putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali.
Pesan penting dari Presiden RI juga ia sampaikan, khususnya mengenai kedekatan siswa jenjang SD dengan orang tua. “Memang yang paling rentan adalah anak-anak usia SD karena pada usia itu mereka masih sangat membutuhkan kehadiran orang tua,” ujarnya. Oleh karena itu, Presiden meminta agar pertemuan orang tua dan siswa Sekolah Rakyat difasilitasi kapan pun diperlukan.












