Kini Petani Padi Dapat Asuransi

- Editorial Team

Selasa, 19 Maret 2013 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nafas Petani Di Gresik dan Tuban bisa lega karena PT Petrokimia Gresik (PKG) menggandeng PT Asuransi Jasindo (persero) terkait sistem asuransi usaha tani padi di Kabupaten Gresik dan Tuban.

Dirut PT Petrokimia Gresik Hidayat Nyakman mengatakan, digandengnya Jasindo sebagai upaya menekan kerugian petani dalam masa panen mengingat produksi dan hasil pertanian banyak menghadapi resiko alamiah.

“Petani maupun pelaku usaha utamanya yang berkecimpung dengan kegiatan budidaya dan pemasaran hasil pertanian sangat membutuhkan proteksi,” ujarnya, Selasa (19/03).

Ditambahkan Hidayat Nyakman, melalui sistem proteksi ini bertujuan memberi perlindungan dalam bentuk modal kerja kepada petani yang gagal panen akibat resiko banjir, kekeringan dan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT),” tambahnya.

Untuk uji coba pertama lanjut dia, ada lahan lahan seluas 475 Ha yang akan di asuransikan. Lahan ini nantinya akan Melindungi petani secara finansial terhadap kerugian akibat gagal panen.”Besarnya nilai pertanggungan yang akan diberikan untuk asuransi ini sebesar Rp 6 juta untuk per hektarnya,” tuturnya.

Baca Juga :  PPI Campurejo Ramai, Banyak Pengusaha Perikanan Terpicut

Uji coba asuransi usaha tani padi ini rencananya akan terlebih dahulu diberikan kepada petani peserta program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K) dengan premi yang harus dibayarkan sebesar Rp 180 ribu per hektarnya untuk satu musim.

Sedangkan besarnya jumlah premi tersebut akan dibagi pembayarannya antara petani dengan PT Petrokimia Gresik (PKG) yaitu 20 persen dibayar petani dan 80 persen  dibayar oleh PKG. (tik)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus Sendiri di Malang: Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional
PKB Freeport Disorot, Menaker Ingatkan Implementasi
Mendag Dorong Digitalisasi Pasar Sidayu Gresik Agar Bisa Menjadi Wisata Belanja
Fenomena Coffee Bubble Burst: Raksasa Kopi Mulai Tumbang?
Hinca Panjaitan Bongkar Surat Kejari Karo yang Bertentangan dengan Penetapan Hakim
KEK Gresik Serap Rp106 T, 30% Investasi Nasional
3 SPPG MBG di Sidayu Gresik Disuspend Gegara Kelapa
200 Anak Yatim Belanja Lebaran Bersama Wartawan
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WIB

Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus Sendiri di Malang: Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 08:13 WIB

PKB Freeport Disorot, Menaker Ingatkan Implementasi

Sabtu, 11 April 2026 - 20:12 WIB

Mendag Dorong Digitalisasi Pasar Sidayu Gresik Agar Bisa Menjadi Wisata Belanja

Senin, 6 April 2026 - 20:10 WIB

Fenomena Coffee Bubble Burst: Raksasa Kopi Mulai Tumbang?

Sabtu, 4 April 2026 - 08:08 WIB

Hinca Panjaitan Bongkar Surat Kejari Karo yang Bertentangan dengan Penetapan Hakim

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Sampah Plastik Nol – Mbayar Kopi Nol

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:24 WIB

Muhammadiyah Gresik

Praktik IPAS MIISMO, Siswa Pelajari Dampak Pemanasan Global

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:24 WIB

Muhammadiyah Gresik

2 Siswa SMAMDELA Gresik Lolos Final Duta Genre 2026

Kamis, 16 Apr 2026 - 16:22 WIB