GRESIK – Jumat (3 April 2026) pukul 14.00 WIB, H. Ahmad Nurhamim, menghembuskan nafas terakhirnya di RS Semen Gresik. Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Gresik periode 2024-2029 ini tutup usia di usia 57 tahun. Dari gagal nyaleg pada 2014 hingga dua kali memimpin DPRD dan membesarkan Golkar Gresik, perjalanan politiknya penuh liku dan inspirasi. Bagaimana sosok yang akrab disapa “Anha” ini naik dari kader biasa menjadi salah satu pemimpin parlemen daerah? Simak kisah lengkapnya.
Lahir di Lamongan pada 23 Maret 1969, Ahmad Nurhamim menyelesaikan pendidikan SMA di Al-Amin (1985-1988) dan meraih gelar Sarjana Perikanan (S.Pi.) serta Magister Sains (M.Si.) di Universitas Muhammadiyah Gresik. Kiprah politiknya dimulai sebagai kader Partai Golkar sejak awal 2000-an.
Periode Awal (2009-2014):
Nurhamim terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari Dapil Gresik 1 dan langsung dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD. Lima tahun pertama ini membentuknya menjadi politisi yang dekat dengan masyarakat dan fokus pada fungsi pengawasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masa Sulit dan Kebangkitan (2014-2019):
Pada Pemilu 2014, ia gagal terpilih. Namun, pada September 2018 ia masuk kembali melalui Pergantian Antar Waktu (PAW). Hanya beberapa bulan kemudian, Desember 2018, ia dilantik menjadi Ketua DPRD Gresik menggantikan Abdul Hamid yang meninggal dunia. Saat itu, ia fokus memperkuat pengawasan terhadap kinerja pemerintah daerah di akhir masa jabatan.
Kepemimpinan Golkar dan Wakil Ketua DPRD (2019-2024):
Nurhamim kembali menjabat Wakil Ketua DPRD periode 2019-2024 sekaligus memimpin DPD II Partai Golkar Kabupaten Gresik (terpilih aklamasi untuk dua periode). Di bawah kepemimpinannya, Golkar Gresik semakin solid dan menargetkan peningkatan kursi di Pemilu 2024.
Ia juga aktif menjadi narasumber Sekolah Politik Pemuda Muhammadiyah, mendorong generasi muda terlibat dalam politik praktis.
Puncak Karir (2024-2029):
Pada Pemilu 2024, Nurhamim terpilih kembali dengan 7.911 suara di Dapil Gresik 1. Pada 7 Oktober 2024, ia dilantik sebagai Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Gresik periode 2024-2029. Hingga akhir hayatnya, ia tetap aktif mengikuti rapat-rapat DPRD, termasuk pembahasan Perda dan program-program daerah.
Sepanjang karirnya, Ahmad Nurhamim dikenal sebagai politisi pekerja keras yang sering blusukan ke masyarakat dan selalu menjaga soliditas internal Golkar. Ia meninggalkan warisan pengabdian yang panjang bagi kader Golkar dan pemuda Muhammadiyah di Gresik.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kader Golkar, anggota DPRD, dan masyarakat Gresik. Semoga amal dan perjuangannya diterima di sisi Allah SWT.











