Dermaga Curah Cair Gresik Diresmikan

- Editorial Team

Senin, 28 Oktober 2013 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabargresik_ Pelabuhan Gresik mendapat tambahan fasilitas baru berupa dermaga curah cair sepanjang 210 meter dan fasilitas pendukung curah cair lainnya.  Dengan tambahan tersebut, pelabuhan yang merupakan penyangga Pelabuhan Tanjung Perak itu diperkirakan akan meningkat kapasitasnya hingga 500 ribu ton curah cair selama satu tahun.
Fasilitas curah cair dibangun untuk memenuhi kebutuhan industri di Gresik yang terus meningkat.  Bahkan, menurut General Manager Pelindo III Cabang Gresik Mahmud Syamsudin, pihaknya telah memiliki kesepakatan kerja dengan PT Petro Oxo Nusantara (PON).  Mahmud mengatakan potensi yang didapat dari kesepakatan dengan PT PON ini mencapai 120.000 ton per tahun.

Selain dengan PT PON, kami juga sedang melakukan negosiasi dengan PT Karya Indah Alam Sejahtera (KIAS).  Potensi dari PT KIAS ini kurang lebih 300.000 ton per tahun, kata Mahmud saat prosesi peresmian dermaga curah cair di Pelabuhan Gresik, Senin (28/10).
Mahmud mengatakan, tahun 2010 lalu arus curah cair yang melalui Pelabuhan Gresik hanya tercatat sebanyak 103.031 ton.  Jumlah tersebut terus meningkat, dimana pada tahun 2011 tercatat sebanyak 309.492 ton, tahun 2012 sebanyak 647.604 ton, dan hingga September 2013 sudah mencapai 534.498 ton.

Baca Juga :  Hasil DPTB-1 Pemilih Bertambah 975

Arus yang kucup besar ini kebanyakan masuk melalui pelabuhan khusus yang ada di sekitar Pelabuhan Gresik.  Yang masuk ke tempat kami hanya sekitar 1.500-4.000 ton, dengan fasilitas baru ini diharapkan semuanya bisa masuk melalui Pelabuhan Gresik, tegas Mahmud.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dermaga curah cair di Pelabuhan Gresik ini didukung dengan instalasi curah cair yang memadahi.  Sistem itu memungkinkan untuk menyalurkan produk curah cair dari kapal langsung menuju industri dengan menggunakan pipa.  Namun demikian, masih dimungkinkan juga untuk menyalurkan produk curah cair dengan menggunakan angkutan truk tangki yang terlebih dulu disimpan di dalam tangki penimbunan.

Dengan fasilitas tersebut aktivitas bongkar muat curah cair akan menjadi lebih cepat hingga mencapai 100 ton per jam.  Selama ini, produktivitas bongkar muat curah cair dengan sistem konvensional hanya 70 ton per jam.
Yang tidak kalah penting adalah fasilitas dermaga kita ini di kedua sisinya dapat digunakan untuk bersandar kapal.  Satu sisi memiliki kedalaman -12 meter LWS, sisi lainnya memiliki kedalaman -9 meter LWS.  Jadi bisa digunakan untuk bersandar kapal-kapal dengan ukuran dan muatan yang cukup besar, lanjut Mahmud.

Baca Juga :  17 PPK Gresik Wajah Lama

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Pelindo III) Djarwo Surjanto mengatakan fasilitas dermaga curah cair di Pelabuhan Gresik merupakan salah satu dari beberapa rencana pengembangan yang dilakukan di Pelabuhan Gresik.  Selain dermaga curah cair, ada juga perkuatan dermaga talud tegak dan pengadaan alat bongkar muat.

Alat bongkar muat yang akan kita pasang di Pelabuhan Gresik ini berupa fixed crane.  Jumlahnya empat unit, jelas Djarwo.

Secara terpisah, Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto menyatakan bahwa fasilitas dermaga curah cair di Pelabuhan Gresik sudah siap dioperasikan.  Hal itu mengacu pada hasil uji coba yang telah dilakukan oleh manajemen Pelabuhan Gresik.

Menurutnya, dalam satu minggu ini sudah dilakukan uji coba untuk disandari kapal sebanyak tiga kali.
Disinggung mengenai nilai investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan Pelabuhan Gresik, Edi menyatakan nilai investasi yang dibutuhkan sekitar Rp141,7 miliar.  Jumlah tersebut digunakan untuk pembangunan dermaga curah cair senilai Rp50,6 miliar, perkuatan dermaga talud tegak Rp52,8 miliar, dan empat unit fixed crane Rp38,3 miliar.( tik)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari
FSPPB Dorong Reintegrasi Pertamina dalam Pembahasan RUU Migas
RUU Migas dan Simulasi FSPPB: Mengapa Harga BBM Bisa Rp15.000?
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIB

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:48 WIB

iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:01 WIB