GRESIK, kabargresik.com – Insiden maut menimpa dua anak buah kapal (ABK) kapal tanker MT HAMDAM I saat sandar di Dermaga PT Karya Indah Alam Sejahtera (KIAS) Pelabuhan Gresik, Sabtu (9/8/2026). Kedua korban meregang nyawa akibat menghirup gas beracun di dalam palka kargo minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO).
Korban tewas di ketahui bernama Iwan (43), seorang Boatswain (Bosun) asal Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, serta Raevan Sacho Septriansyah (20), seorang Cadet Deck asal Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kabargresik.com, peristiwa nahas ini terjadi saat operasi bongkar muatan di Tangki Muatan Minyak CPO (Cargo Oil Tank No. 6S). Kuat dugaan, kedua korban diminta masuk ke dalam ruang terbatas (confined space) tersebut tanpa menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua korban masuk ke dalam tangki muatan tanpa adanya penerbitan Izin Masuk Ruang Tertutup (Enclosed Space Entry Permit), pengujian atmosfer gas beracun, maupun ketersediaan alat bantu pernapasan (Self-Contained Breathing Apparatus/SCBA). Akibatnya, kedua korban mendadak lemas dan tewas terjebak gas berbahaya. Tak hanya itu, rekan korban yang berupaya menolong juga terpaksa dilarikan ke rumah sakit.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), peristiwa ini dipicu oleh adanya kebocoran palka. Terdapat indikasi pemotongan pelat bawah tangki muatan No. 6S untuk mengisap sisa kargo CPO yang bocor ke tangki dasar ganda (double bottom/ballast). Pekerjaan berisiko tinggi tersebut diduga kuat dilakukan di area yang belum dinyatakan steril dari gas mudah meledak maupun gas beracun.
Indikasi kelalaian kini mengarah pada Nakhoda Kapal, Ahmad Efendi, yang dinilai abaikan pengawasan melekat, pemantauan wilayah kerja dek, serta mitigasi risiko keselamatan pelayaran.
Saat ini, kasus kecelakaan kerja fatal tersebut tengah dalam penyelidikan mendalam oleh Satpolairud bersama Satreskrim Polres Gresik.
“Kasus ini masih terus kami selidiki bersama Satreskrim,” ujar Kasat Polairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardita, Selasa (11/8/2026).
AKP Nyoman menjelaskan, insiden ini murni dipicu oleh kebocoran kargo yang tidak diantisipasi dengan prosedur keselamatan yang benar.
“Bukan kebocoran gas, melainkan tangki cargo yang bocor dan tembus ke tangki ballast. Saat korban masuk, area tersebut belum dinyatakan aman dari gas beracun. Saat ini pemeriksaan saksi-saksi masih berjalan,” tegasnya. (Red)











