Di Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik, Ustadz Jufri Bedah Ide Sesat Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme

- Editorial Team

Kamis, 8 Januari 2026 - 05:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — Pengajian Ahad Pagi Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik awal tahun 2026 ini disampaikan oleh anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Ustadz. Ahmad Jufri Ubaid, MAg. Tema yang diangkat cukup menarik: “Membentengi Akidah Umat dari Liberalisme dan Sekulerisme.”

Pengajian yang berlangsung pada Ahad (4/1/2026) pagi dan berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Gresik Jl. Permata No. 7 Graha Bunder Asri (GBA) Kebomas, Gresik ini diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai daerah di Gresik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam paparannya, Ustadz Jufri mengingatkan, sedikit demi sedikit Allah mewafatkan orang-orang alim, mencabut ilmu sehingga berfatwa tanpa ilmu. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Muhammad SAW, bahwa dari Abdullah bin ‘Amru bin Al ‘Ash. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu begitu saja dari diri manusia, akan tetapi mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama. Apabila tidak tersisa sama sekali seorang alim, manusia akan mengambil pemimpin-pemimpin yang bodoh. Tatkala mereka ditanya, maka mereka akan berfatwa tanpa ilmu. Maka mereka sesat dan menyesatkan.”

Hal itu dipertegas dalam QS Al-Isra’ ayat 36: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Jangan mengatakan sesuatu yang engkau tidak ketahui, jangan mengaku melihat apa yang tidak engkau lihat, jangan pula mengaku mendengar apa yang tidak engkau dengar, atau mengalami apa yang tidak engkau alami. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, adalah amanah dari Tuhanmu. Semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban, apakah pemiliknya menggunakan untuk kebaikan atau keburukan”.

Baca Juga :  MIMsix Gelar Training Squad Paskibra, Menumbuhkan Disiplin dan Persahabatan

Ia lalu memberikan contoh saat orang yang tidak berilmu menjadi imam sholat. Setelah sujud kedua pada rakkat kedua, imam semestinya duduk tahiyat awal. Tetapi, dia tidak mengetahui, lalu langsung berdiri. Makmum pria yang mengerti, lalu membaca subhanallah dan makmum perempuan bertepuk sekali (sebagai pengingat, bahwa sang imam keliru), tapi imam tetap berdiri dan melanjutkan sholatnya. Saat duduk tahiyat akhir pun ia tidak melakukan sujud sahwi dan langsung salam. Makmum pun berucap subhanallah (kembali mengingatkan). Karena minimnya pengetahuan, sang imam kesal lalu membalikkan wajahnya sambil berucap “salahku opo”.

“Nah, inikan jadi kacau, jika orang berilmu sudah diwafatkan Allah dan tersisa hanya orang-orang semacam ini,” ungkap Ustadz Jufri.

Ustadz Jufri lalu mengupas perihal sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme. Sekularisme, katanya, dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan, bahwa sebuah institusi atau badan atau negara harus berdiri secara terpisah dari agama. Jadi, lanjutnya, sekularisme adalah pemikiran yang memisahkan agama dari kehidupan. Agama dinilai  hanya urusan ibadah, terkait dengan bagaimana beribadah kepada sang Pencipta. Sementara untuk urusan kehidupan, dalam sekulerisme, agama tidak boleh ikut campur.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UMG Gelar Pelatihan UMKM di Desa Randuboto

“Sementara pluralisme dalam ilmu sosial, adalah sebuah kerangka di mana ada interaksi beberapa kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormati dan toleransi satu sama lain. Pluralisme juga menunjukkan hak-hak individu dalam memutuskan kebenaran universalnya masing-masing,” paparnya.

Liberalisme atau liberal, terangnya, adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman, bahwa kebebasan adalah nilai politik yang utama. Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.

Ditambahkan, liberalisme menghendaki adanya pertukaran gagasan yang bebas, ekonomi pasar yang mendukung usaha pribadi (private enterprise) yang relatif bebas, dan suatu sistem pemerintahan yang transparan, dan menolak adanya pembatasan terhadap pemilikan individu. Oleh karena itu, paham liberalisme selanjtnya menjadi dasar bagi tumbuhnya kapitalisme.

“Secara umum, liberalisme menganggap agama adalah pengekangan terhadap potensi akal manusia,” pungkasnya. (*)

Kontributor: Mahfudz Efendi


Post Views: 4

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pocil SD Mugeb Raih Juara 1 Polisi Cilik Kapolres Cup
Momen Tahun Baru, Siswa Spemdalas Raih Juara 1 Gresik Climbing Series 2026
SD Muwri Resmikan Musholla At-Taqwa, Sebagai Laboratorium Iman Siswa
Security Spemdalas Perkuat Bela Diri, Mental, dan Profesional Satuan Pengamanan
Sabet Juara 1 Kostum Terbaik, Babinsa Tari SD Mudri Unjuk Prestasi di Ajang ‘SINARA’ SMAN 1 Kedamean
Mental Juara, Siswa Spemupat Annisa Nur Hikmah Taklukkan ‘Malang Student Championship’
Awali Semester Genap, SD Almadany Ciptakan 4R di Ruang Kelas
Awali Pembelajaran Semester II, Spemdalas Landasi dengan Hati yang Tenang dan Niat Lurus
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 02:51 WIB

Pocil SD Mugeb Raih Juara 1 Polisi Cilik Kapolres Cup

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:47 WIB

Momen Tahun Baru, Siswa Spemdalas Raih Juara 1 Gresik Climbing Series 2026

Kamis, 8 Januari 2026 - 14:46 WIB

SD Muwri Resmikan Musholla At-Taqwa, Sebagai Laboratorium Iman Siswa

Kamis, 8 Januari 2026 - 05:45 WIB

Di Pengajian Ahad Pagi PDM Gresik, Ustadz Jufri Bedah Ide Sesat Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:43 WIB

Sabet Juara 1 Kostum Terbaik, Babinsa Tari SD Mudri Unjuk Prestasi di Ajang ‘SINARA’ SMAN 1 Kedamean

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Pocil SD Mugeb Raih Juara 1 Polisi Cilik Kapolres Cup

Sabtu, 10 Jan 2026 - 02:51 WIB

Muhammadiyah Gresik

Momen Tahun Baru, Siswa Spemdalas Raih Juara 1 Gresik Climbing Series 2026

Kamis, 8 Jan 2026 - 23:47 WIB

Muhammadiyah Gresik

SD Muwri Resmikan Musholla At-Taqwa, Sebagai Laboratorium Iman Siswa

Kamis, 8 Jan 2026 - 14:46 WIB

Bengkel tambal ban di Desa Hulaan, Menganti, Gresik, terbakar akibat pemilik lupa mematikan kompor saat merebus jagung.

Peristiwa

Lupa Matikan Kompor, Bengkel Tambal Ban di Gresik Terbakar

Kamis, 8 Jan 2026 - 00:08 WIB