Gresik Minta Tambah Elpiji 10%

- Editorial Team

Jumat, 24 Mei 2013 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar Gresik_ Merebaknya pemberitaan kelangkaan elpiji 3 kg di wilayah Kabupaten Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik segera melakukan permintaan tambahan kuota 10% kepada Kementerian ESDM. Selain itu, Pemkab Gresik juga melakukan sidak kebeberapa pangkalan elpiji 3 kg, Jum’at (24/5).
Terkait permintaan tambahan 10% kuota elpiji untuk Gresik, Sekda Gresik, Nadjib menyatakan,”Hal ini sebagai antisipasi kelangkaan pasokan elpiji 3 kg di wilayah Gresik. Terutama saat menghadapi bulan Romadhon dan lebaran”, ujarnya saat memberikan pengarahan sebelum melaksanakan sidak.

Menurut Kepala Bagian Administrasi SDA Adiana Setiawati, surat bernomor 510/47/437.23/2013 tertanggal 15 Mei 2013 tentang permintaan penambahan kuota elpiji 3 kg sebesar 10% yang ditandatangani Sekda Gresik sudah diluncurkan. Adiana menuturkan, kuota elpiji 3 kg di Kabupaten Gresik pada tahun 2012 sebesar 10.493.480 tabung. Namun pada tahun 2013 malah turun hanya 10.367.558 tabung. “Untuk itu kami minta tambahan 10% dari kuota yang ada” katanya.

Untuk mengecek kestabilan harga di Masyarakat, Pemkab Gresik juga melakukan sidak kebeberapa agen elpiji 3 kg. Tim Sidak yang dipimpin oleh Kabag Administrasi Perekonomian, Malahatul Fardah ini mengikutkan beberapa instansi terkait dari Kesbangpollinmas, SDA, Perhubungan serta dari Dinas yang menangani Perdagangan.

Dalam sidak di depo elpiji PT Kharisma Energi Alam ternyata keberadaan elpiji masih aman. Sukindar pemilik depo tersebut menyatakan pasokan elpiji dari Pertamina maupun penyaluran kepada masyarakat masih relative aman. Tapi pihaknya membatasi pelanggannya hanya boleh membeli 6 tabung. Menurut pemilik agen elpiji yang membuka deponya di Jalan A Yani Gresik ini sekedar pemerataan dan menghindari pemborongan.

Sebagai agen besar di Gresik yang mampu menjual hingga 8000 tabung perhari ini, Sukendar mengaku m,enjual elpiji dengan harga normal. Untuk pelanggan yang dijual kembali dia memberikan harga Rp. 12,500,- / tabung. Sedangkan untuk pembeli biasa dihargai Rp. 13.500,- / tabung. Sukendar mempunyai cara untuk menghindari beli borong “Setiap pelanggan kami beri kartu kendali dan hanya boleh membeli 6 tabung perhari. Sedangkan untuk pembeli eceran hanya boleh membeli 2 tabung”katanya.

Baca Juga :  Ibu Rumah Tangga di Gresik Meninggal Diduga Usai Percobaan Gantung Diri, Keluarga Temukan Kejanggalan

Sedangkan agen elpiji yang juga disidak oleh Tim dari Pemkab Gresik adalah depo yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim Gresik. Di Depo milik Lena Susanti elpiji 3 kg juga dijual dengan harga Rp. 12.500 / tabung. Lena mengaku rata-rata menghabiskan sekitar 2000 tabung perhari. Selain itu Lena juga membatasi pelanggannya dengan kartu kendali. Pelanggan hanya diperbolehkan membeli 8 tabung elpiji setiap hari.

Melihat kenyataan yang ada, Kepala Bagian Perekonomian Malahatul Fardah selaku ketua Tim Sidak menyatakan distribusi elpiji masih terbilang stabil. Hal ini sesuai dengan pengakuan pemilik 2 agen besar yang ada di Gresik bahwa baik pasokan maupun distribusi tetap stabil. Tentang penggunaan kartu kendali hanya untuk menghindari pembelian borong oleh pihak yang tidak berkepentingan. Tentang peningkatan permintaan elpiji, Fardah berasumsi karena kesadaran masyarakat yang semakin meningkat tentang keamanan dan kehematan dalam penggunaan gas elpiji tersebut. (Tik) editor: sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kucing Terjebur Sumur Sedalam 25 Meter Berhasil Dievakuasi Damkar Gresik
Lupa Matikan Kompor, Bengkel Tambal Ban di Gresik Terbakar
Warung Kontainer Driyorejo Gresik Terbakar
Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik
Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Panceng Gresik 
Angin Puting Beliung Porak-porandakan 2 Rumah di Gresik
Pemotor Meninggal usai Tabrak Truk di Driyorejo Gresik
160 ODGJ di Gresik Dapat Penanganan Terpadu Sepanjang 2025
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 00:49 WIB

Kucing Terjebur Sumur Sedalam 25 Meter Berhasil Dievakuasi Damkar Gresik

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:08 WIB

Lupa Matikan Kompor, Bengkel Tambal Ban di Gresik Terbakar

Jumat, 2 Januari 2026 - 17:40 WIB

Warung Kontainer Driyorejo Gresik Terbakar

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:04 WIB

Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik

Kamis, 25 Desember 2025 - 17:24 WIB

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Panceng Gresik 

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

​Ijtihad di Kota Industri: Menakar Arah Baru dan Peran Muhammadiyah Gresik

Minggu, 25 Jan 2026 - 12:36 WIB

Muhammadiyah Gresik

Satu Jam Penuh Makna, Serunya Membuat Makrame dan Gasing di SD Mudri

Minggu, 25 Jan 2026 - 03:35 WIB

Muhammadiyah Gresik

Laksanakan Kurikum Merdeka, Siswa SD Almadany Praktik Mebuat Telur Asin

Sabtu, 24 Jan 2026 - 18:35 WIB

Muhammadiyah Gresik

Dari Debat hingga Coblosan, IPM Spemupat Rayakan Demokrasi Angkatan 51

Sabtu, 24 Jan 2026 - 09:34 WIB