GIRIMU.COM — Senin pagi, 6 April 2026, menjadi awal penting bagi siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik dalam mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA) gelombang 1. Pada gelombang pertama ini, TKA diikuti oleh 120 siswa yang dibagi dalam tiga sesi, dengan pelaksanaan berbasis komputer (CBT) di ruang CAC (Coding and AI Center) 1 dan CAC 2. Sedangkan gelombang 2 yang dilaksanakan Rabu-Kamis 8-9 April 2026 TKA akan diikuti oleh 118 siswa.
Sejak pagi, suasana sekolah nampak hidup, namun tetap tertib. Para siswa terlebih dahulu berkumpul di Andalusia Hall untuk mengikuti pembiasaan salat Duha, infak, dan murajaah. Kegiatan ini menjadi penguat spiritual sebelum menghadapi ujian akademik. Penguatan mental kemudian disampaikan oleh Indra Baskoro, yang mengajak siswa untuk tetap tenang, percaya diri, dan menikmati proses ujian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selepas itu, peserta diarahkan menuju ruang ujian. Mochammad Nor Qomari memandu siswa menuju CAC 1. Sementara Sumiah mengarahkan peserta ke CAC 2. Pelaksanaan TKA kali ini diawasi secara silang oleh pengawas dari SMPIT Al Ibrah, yakni Dedy Oktavian dan Istiwasi’aturrohmi, guna memastikan ujian berjalan objektif dan transparan.
Secara teknis, TKA dilaksanakan pada 6–9 April 2026 dengan mengujikan dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Setiap sesi berlangsung selama 105 menit, terdiri atas 10 menit latihan, 75 menit pengerjaan soal, dan 20 menit survei. Soal yang diberikan mencakup pilihan ganda tunggal dan kompleks sebanyak 30 soal per mata pelajaran.
Wakil Kepala SPemdalas bidang Kurikulum, Jamilah, menjelaskan, bahwa berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari demi kelancaran kegiatan ini. “Pembinaan dan tryout intensif sudah kami lakukan sejak Januari 2026. Selain itu, kami juga menjaga koordinasi panitia serta memohon doa restu dari wali siswa dan seluruh warga sekolah,” ungkapnya.
Pada hari pertama ini, pelaksanaan TKA juga mendapat perhatian dari Dinas Pendidikan. Drs Imron, MPd hadir langsung untuk memantau jalannya TKA. Dalam pesannya, ia mengingatkan siswa untuk menjalani tes dengan jujur dan penuh semangat.
“Kerjakan dengan jujur dan gembira, karena ini adalah bagian dari proses, bukan akhir,” pesannya menenangkan seraya menambahkan, bahwa pengawasan dilakukan secara berlapis, termasuk melalui video conference dan kamera pemantau dari pusat.
Secara umum, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar dan kondusif. Meski demikian, masih terdapat catatan kecil terkait kedisiplinan waktu. “Masih ada dua siswa yang datang agak terlambat. Kami terus mengingatkan melalui wali kelas agar siswa hadir tepat waktu,” tambah Ustadzah Jamilah.
TKA hari pertama ini menjadi gambaran, bahwa kesiapan akademik tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga oleh kedisiplinan, kejujuran, dan kesiapan mental. Dengan semangat yang dijaga, diharapkan seluruh rangkaian TKA dapat berjalan optimal dan memberikan hasil terbaik bagi siswa Spemdalas. (*)
Post Views: 8












