Kadar Ketauhidan Yang Akan Menyelamatkan Kita

- Editorial Team

Sabtu, 16 Maret 2024 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Girimu.com-Alhamdulillah kita masih di beri kesehatan oleh Allah SWT, sehingga tahun ini dapat menjumpai bulan Ramadhan lagi, Mudah-mudahan para jamaah selalu di beri umur panjang, dilancarkan rizkinya, dan yang sakit segera di sembuhkan Allah SWT.

Demikian Abdul Faliq, Ketua Pimpinan Cabang Muhamamdiyah Panceng, mengawali ceramahnya setelah sholat taraweh di Musholla MI. Muhammadiyah (MI.Mutwo) Campurejo Panceng, Rabu (13/3/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pak Faliq, biasa orang memanggilnya, dia menyampaikan salah satu hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

“Seorang laki-laki datang dari pelosok desa nan jauh mengunjungi rumah Nabi Muhammad SAW dan bertanya”, urainya.

Wahai Nabi, sambung Pak Faliq, “Amalan apakah yang dapat mengantar saya ke surga, jika aku menjalankannya”, tanyanya, menirukan isi hadits tersebut.

Kemudian ketua PCM periode 2022-2027 itu menjelaskan bahwa orang yang menjadikan masuk surga adalah. Pertama, menyembah kepada Allah SWT, dan tidak berbuat syirik kepada-Nya.

Berbicara tentang menyembah Allah berarti ketika seseorang menyembah Allah harus secara rohani, sebab Allah itu adalah Roh. “Maka manusia saat menyembah Allah harus menyembah Dia dalam roh, seperti mengerjakan sholat”, jelasnya.

Adapun menyembah dalam kebenaran adalah bersifat menyentuh praktik kehidupan sehari-hari yaitu berbuat baik dengan sesama.

Baca Juga :  Meriah dan Penuh Haru, Apel Peringatan Hari Guru Nasional di SD Al Islam Cerme 

Sementara itu, sambung dia, bahwa kepemilikan Allah atas hamba-Nya adalah mutlak dan sempurna. “Karenanya, makhluk tidak dapat berdiri sendiri dalam kehidupan dan aktivitasnya”, urainya.

Oleh karena itu manusia diperintahkan beribadah, merendahkan diri, taat, tunduk, patuh, dan mengikuti perintah Allah.

Adapun Musyrik dapat diartikan sebagai perbuatan menyekutukan Allah SWT dengan segala hal, kembali ketua PCM menjelaskan.

Orang yang menyamakan Allah SWT dengan lainnya dalam hal-hal yang berkaitan dengan kekhususan Allah disebut musyrik. Orang atau pelaku yang memalingkan sesuatu kepada selain Allah dapat diartikan perbuatan syirik.

“Makanya kita tidak boleh menyembah atau percaya kepada pohon, gunung, matahari, makam, jimat dan tempat-tempat yang dianggap punya kekuatan”, jelasnya.

Kedua, menjalankan sholat 5 waktu sehari semalam. Dengan sholat manusia dapat mengadukan segala persoalan dan kesulitan yang dihadapi kepada Allah SWT. Sholat juga untuk memohon pertolongan dan petunjuk-Nya.

“Jadi, kita akan merasa lebih tenang dan yakin bahwa Allah SWT tidak akan meninggalkan kita sendirian dalam menghadapi ujian hidup”, terangnya.

Sholat juga bisa menghapus dosa-dosa kecil seseorang. Nabi Muhammad mengibaratkan sholat sebagai sungai yang terdapat di depan rumah seorang muslim. Jika ia mandi di sungai tersebut sehari sebanyak lima kali, maka segala kotoran yang melekat di badannya akan hilang.

Baca Juga :  Sekolah peternakan, peluang besar persaingan kecil

Ketiga mengeluarkan zakat. Abdul Faliq menjelaskan, bahwa zakat adalah merupakan bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat ditunaikan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya.

“Zakat juga termasuk salah satu rukun Islam wajib atas setiap orang Islam yang telah memenuhi syarat tertentu”, jelasnya.

Selain melaksanakan perintah-Nya, zakat juga bertujuan membantu dan menolong umat Islam yang saling membutuhkan dan menjunjung tinggi sikap saling tolong menolong antar sesama.

Keempat puasa. Kegiatan ini merupakan tindakan sukarela yang dilakukan dengan menahan nafsu makan, minum, dan segala hal yang bisa membatalkannya dalam periode waktu tertentu.

Banyak sekali manfaat berpuasa, Abdul Faliq melanjutkan. Diantaranya adalah ibadah puasa mampu membangkitkan semangat kemanusiaan, menyehatkan kesehatan fisik dan psikis (kejiwaan).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar kesehatan dunia meliputi empat hal yakni sehat fisik, psikis, sosial dan spiritual. “Ibadah puasa telah memenuhi empat unsur dimaksud”, kata Faliq.

Kontributor : Nurkhan





Sumber berita ini dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teladani Jejak Rasul, Kelas IX Spemdalas Dalami Sirah Nabawi
Kajian Jelang Berbuka di Masjid At-Taqwa Giri, Tekankan Istiqamah di Jalan yang Benar
Melek Teknologi Modern, SMK Muhammadiyah 5 Gresik Manfaatkan Drone untuk Pemberian Nutrisi Tanaman
Jadi Pemuda Kahfi Modern, Siswa Spemdalas Gali Potensi Diri di ‘Ramadan Staycation’
Surat Terpendek untuk Luka Terlebar: Menggapai Telaga Surga di Balik Sebuah Kehilangan
Lomba Mewarnai Damar Kurung, Cara SD Almadany Ajak Generasi Muda Berbudaya
MUI Gelar Safari Romadhan Perdana
TAQWA Ramadan Smamsatu Gresik, Teguhkan Harkat Muslimah Berkemajuan
Berita ini 35 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:09 WIB

Teladani Jejak Rasul, Kelas IX Spemdalas Dalami Sirah Nabawi

Jumat, 27 Februari 2026 - 05:06 WIB

Kajian Jelang Berbuka di Masjid At-Taqwa Giri, Tekankan Istiqamah di Jalan yang Benar

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:06 WIB

Melek Teknologi Modern, SMK Muhammadiyah 5 Gresik Manfaatkan Drone untuk Pemberian Nutrisi Tanaman

Kamis, 26 Februari 2026 - 02:03 WIB

Surat Terpendek untuk Luka Terlebar: Menggapai Telaga Surga di Balik Sebuah Kehilangan

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:03 WIB

Lomba Mewarnai Damar Kurung, Cara SD Almadany Ajak Generasi Muda Berbudaya

Berita Terbaru

Kriminal

Patroli Sahur Berujung Tawuran di Gresik, 2 Pemuda Terluka

Jumat, 27 Feb 2026 - 18:36 WIB

Advertorial

DPRD Gresik Sahkan Tiga Perda Baru: Optimalisasi Aset & Layanan

Jumat, 27 Feb 2026 - 15:35 WIB

Muhammadiyah Gresik

Teladani Jejak Rasul, Kelas IX Spemdalas Dalami Sirah Nabawi

Jumat, 27 Feb 2026 - 14:09 WIB