Kajian Jelang Buka Puasa di Masjid At-Taqwa Giri, Al-Quran dan KHGT Jadi Pemersatu Umat Islam

- Editorial Team

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — Kajian menjelang buka puasa di Masjid At-Taqwa Giri yang dikelola Muhammadiyah Cabang Kebomas, Gresik Kamis (5/3/2026) menghadirkan Dr M. Ahyan Yusuf Sya’bani , MPdI sebagai penceramah. Topik yang diketengahkan kepada jamaah adalah Al-Quran dan Kalender Hijriyah Global unggal (KHGT) sebagai Pemersatu Umat Islam.

Mengawali kajiannya, Ahyan menyampaikan, bahwa Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui malaikat Jibril, sekaligus menjadi mukjizat terbesar. Saat itu, teks-teks Al-Quran masih tersimpan kuat dalam ingatan para sahabat dan belum tersusun seperti sekarang, karena masih tersebar di pelepah kurma, tulang, kulit, dan sebagainya. Lalu mengapa di zaman Rasulullah ayat-ayat Al-Quran tersebut belum dikodifikasi atau dibukukan dalam satu musaf seperti yang terlihat di zaman ini?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ahyan menjelaskan, bahwa setidaknya ada 5 hal yang menjadi penyebab tidak ada kodifikasi Al-Quran di zaman Rasulullah. Pertama, Al-Quran diturunkan kepada Rasulullah tidak sekaligus, melainkan secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Kedua, ada sebagian ayat Al-Quran yang ter-mansukh. Sebagaimana termaktub dalam surat Al-Baqarah ayat 106:
Ayat yang Kami batalkan atau Kami hilangkan dari ingatan, pasti Kami ganti dengan yang lebih baik atau yang sebanding dengannya.

Ketiga, susunan surat dan ayat-ayat dalam Al-Quran tidak berdasarkan waktu diterimanya wahyu oleh Rasulullah. Ada kalanya surat atau ayat diturunkan di awal, tapi dalam susunannya ditempatkan menjelang akhir, seperti surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5 yang turun di awal, namun dalam penempatannya ada di surat ke-96. Keempat, selisih waktu antara ayat yang terakhir diterima dengan waktu wafatnya Rasullullah terbilang singkat, yakni sekitar 9 hari sebagaimana dijelaskan sebelumnya.

Kelima, tidak ada pihak yang mendorong untuk melakukan kodifikasi Al-Quran, karena kultur masyarakat Arab saat itu lebih mengarahkan perhatiannya pada hafalan, sehingga banyak melahirkan hafidz-hafidzah yang mampu menjaga kemurnian ayat-ayat Al-Quran.

Dosen di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) ini mengungkapkan, Al-Quran yang beredar dan digunakan sampai saat ini adalah Al-Quran yang melalui proses panjang pada setiap pengumpulannya.

Baca Juga :  Siswa MI ASSA’ADAH MIAS Bungah Antusias Kenali UMKM Lewat Kegiatan P5RA

“Secara umum, terdapat dua metode dalam hal pengumpulannya, yaitu metode menghafal dan metode menulis. Dalam konteks sejarah pengumpulan Al-Quran, setidaknya terdapat tiga periodesasi. Pertama, periode Nabi Muhammad SAW. Kedua, periode Abu Bakar Ash-Shiddiq. Ketiga, periode Usman bin ‘Affan,” ujarnya.

Diuraikan, pertama periode Nabi Muhammad. Nabi Muhammad SAW adalah seorang hafidz pertama sekaligus contoh paling baik perihal hafalan Al-Qurannya. Pengumpulan pada periode ini lebih dominan pada hafalan, karena mayoritas masyarakat dimana Al-Quran diturunkan adalah seorang ummi. Dalam kitab Shahih Bukhari, setidaknya tercantum tujuh nama yang sering disebut sebagai hafidz Al-Quran, yaitu: Abdullah bin Mas’ud, Salim bin Ma’qal, Mu’adz bin Jabal, Ubay bin Ka’b, Zaid bin Tsabit, Abu Zaid bin Sakan dan Abu Darda’.

Tidak berhenti pada hafalan, pengumpulan Al-Quran pada periode ini juga dilakukan dengan tulisan. Beberapa sahabat yang diangkat untuk menulis Al-Quran, di antaranya: Zaid Bin Tsabit, Ali Bin Abi Thalib, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, dan Ubai Bin Ka’ab. Dalam hal menulis, mereka selalu berpedoman untuk tidak menulis selain Al-Quran. Alat yang digunakan pun masih sangat sederhana, seperti ‘usub (pelepah kurma), likhaf (batu halus berwarna putih), riqa’ (kulit), aktaf (tulang unta), dan aqtab (bantalan dari kayu yang biasa dipasang di atas punggung unta).

Pada periode kedua, periode Abu Bakar Ash-Shiddiq, ini terjadi banyak kekacauan, terutama kekecauan yang dipimpin oleh Musailamah al-Khadzdzab bersama para pengikutnya. Salah satunya adalah Perang Yamamah yang terjadi pada 12 H, tercacat sekitar 70 penghafal Al-Quran dari para sahabat gugur. Dari peristiwa tersebut, Umar bin Khattab mengusulkan kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan dan menulis Al-Quran dalam sebuah musaf. Umar khawatir, bahwa Al-Quran akan hilang jika hanya mengandalkan para penghafal Al-Quran, terlebih ketika semakin banyaknya para penghafal Al-Quran yang gugur dalam peperangan.

Pada mulanya, Abu Bakar menolak usulan Umar dengan alasan, bahwa Nabi tidak pernah melakukan sebelumnya. Selanjutnya, Abu Bakar menceritakan kekhawatiran Umar kepada Zaid bin Tsabit. Respon Zaid pun tak jauh berbeda dengan Abu Bakar, bahkan Zaid mengungkapkan, “Seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit, maka hal itu tidak lebih berat bagiku daripada mengumpulkan al-Quran yang engkau perintahkan.”

Baca Juga :  Hadirkan 9 Guru Baru, SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Siap Jadi Sekolah Ramah Inklusi

Namun, setelah mempertimbangkan perihal kebaikan dan manfaatnya, Abu Bakar dan Zaid pun akhirnya menyetujuinya. Kemudian Abu bakar memerintahkan Zaid untuk menuliskan Al-Quran, mengingat kedudukannya dalam qira’at, penulisan, pemahaman, kecerdasan, serta kehadirannya dalam pembacaan terakhir kali. Setelah Abu Bakar wafat pada 13 H, musaf tersebut berpindah ke tangan Umar, hingga ia wafat. Setelahnya, berpindah lagi ke tangan Hafsah, putri Umar yang pernah menjadi istri Nabi Muhammad yang juga hafidzah dan pandai baca tulis, atas wasiat Umar.

Dan, di masa ketiga, periode Usman bin ‘Affan. Pada periode Usman bin’ Affan ini, wilayah penyebaran Islam semakin luas. Para pengajar Al-Quran pun diperlukan lebih. Huzdzaifah bin Yaman, seorang pemimpin prajurit Islam di perbatasan Azerbaijan dan Armenia, melihat perbedaan di kalangan umat Islam dalam membaca Al-Quran. Ia khawatir jika perbedaan tersebut lambat laun akan mengancam kesatuan Al-Quran dan persatuan umat Islam di kemudian hari. Berangkat dari kekhawatiran tersebut, Huzdzaifah segera pergi menemui Usman dan berkata:

“Aku telah memberikan peringatan secara terbuka, karena itu dimohon kepada khalifah untuk menemui umat Islam.”

Maka dapat dikatakan, bahwa Al-Quran yang beredar dan digunakan sampai saat ini adalah Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Walaupun telah melalui proses panjang dalam hal pengumpulannya. Akan tetapi, segi keotentikan Al-Quran tetaplah terjaga. Selain karena dijamin langsung oleh Allah, dalam hal pengumpulannya pun sangat hati-hati dan hanya dilakukan oleh orang-orang terpercaya.

Selain Alquran, Ahyan menyampaikan terdapat kalender Hijriyah yang semestinya dapat mempersatukan umat Islam. Kalender Hijriyah sering disebut saat penentuan 1 Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Namun dalam kehidupan sehari-hari kerap dilupakan. Ditambahkan, KHGT sebagai penguat kesadaran umat Islam akan eksistensi kalender Hijriyah juga masih butuh waktu untuk diterima umat Islam. (*)

 


Post Views: 1

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ikwam Spemdalas Berikan Santunan dan Buka Bersama Puluhan Anak Yatim
Berbagi Kebahagiaan, Nasyiah Aisyiyah Dukun Berbagi Takjil
Asesmen Praktik Kelas VI Buktikan Kemampuan dan Kepercayaan Diri Siswa SD Almadany
Kajian Jelang Buka di Ranting Giri Gajah, Yai Anas Thohir Beberkan Sikap Rendah Hati dan Karakter Mulia yang Dirindukan Surga
KOKAM Markas Cabang Cerme dan Muspika Cerme Sinergi Amankan Safari Ramadan di Masjid An-Nur Lengkong
Internalisasi Nilai Muhammadiyah Dibahas dalam Pengajian Ramadan Dikdasmen PCM GKB
Saat Tangan-tangan Kecil KB dan TK Aisyiyah 23 Mojopetung Gemakan Takbir dan Tebarkan Infak
Penuh Semangat, Siswa SD Almadany Ikuti Asesmen Praktik Kurikulum Merdeka
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 23:25 WIB

Kajian Jelang Buka Puasa di Masjid At-Taqwa Giri, Al-Quran dan KHGT Jadi Pemersatu Umat Islam

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:24 WIB

Ikwam Spemdalas Berikan Santunan dan Buka Bersama Puluhan Anak Yatim

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:24 WIB

Berbagi Kebahagiaan, Nasyiah Aisyiyah Dukun Berbagi Takjil

Rabu, 4 Maret 2026 - 20:22 WIB

Asesmen Praktik Kelas VI Buktikan Kemampuan dan Kepercayaan Diri Siswa SD Almadany

Rabu, 4 Maret 2026 - 02:20 WIB

KOKAM Markas Cabang Cerme dan Muspika Cerme Sinergi Amankan Safari Ramadan di Masjid An-Nur Lengkong

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Ikwam Spemdalas Berikan Santunan dan Buka Bersama Puluhan Anak Yatim

Kamis, 5 Mar 2026 - 14:24 WIB

BISNIS

Lukisan Gua Tertua Dunia di Bulu Sipong Dijaga SIG

Kamis, 5 Mar 2026 - 07:53 WIB

Muhammadiyah Gresik

Berbagi Kebahagiaan, Nasyiah Aisyiyah Dukun Berbagi Takjil

Kamis, 5 Mar 2026 - 05:24 WIB