GIRIMU.COM — Suasana penuh semangat menyelimuti lapangan Perguruan Muhammadiyah Mojopetung, Dukun, Gresik, saat 278 pesilat Tapak Suci Putera Muhammadiyah berkumpul pada Sabtu (14/2/2026).
Mereka mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Tapak Suci (UKT TS) ke-63 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah (Pimda) 025 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Gresik. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (15/2/2026), melibatkan peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga mahasiswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara pembukaan semakin meriah dengan penampilan grup drumband GARDAMU dari Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Mojopetung. Mereka membawakan berbagai lagu, termasuk Mars Muhammadiyah, Melodi Cinta, dan Selawat Badar.
Pembukaan UKT TS ke-63 diawali dengan pembacaan ikrar anggota oleh seluruh peserta. Ketua panitia, Adi Kriswahono, menyampaikan apresiasi kepada tuan rumah.
“Kami ucapkan terima kasih kepada MI Islamiyah dan MTs Muhammadiyah 10 (Matsamuluh) yang telah menyediakan tempat serta menyambut peserta dengan meriah,” ujarnya.Ketua Umum Pimda 025 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Gresik, Ali Asikin, dalam sambutannya menjelaskan filosofi di balik nama perguruan tersebut. Menurutnya, Tapak Suci bukan sekadar telapak tangan yang suci, melainkan perilaku dan langkah yang harus meninggalkan jejak kebaikan.
“Dengan menjadi bagian dari Tapak Suci, kita harus berupaya meninggalkan jejak yang baik dari segi akhlak maupun perilaku. Berani berbuat, berani bertanggung jawab. Tapak Suci menjadi gerakan dakwah Muhammadiyah dalam menumbuhkan nilai-nilai keislaman serta moral melalui latihan fisik dan bela diri,” paparnya.Ali Asikin menambahkan bahwa Tapak Suci mengajarkan olah pikir dan olah rasa, sehingga mampu bertanggung jawab, sopan santun, berakhlak, serta menjunjung tinggi nilai-nilai tauhid. Inilah yang menjadi pembeda Tapak Suci dengan bela diri yang lain.
Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Dukun, Afifuddin Aminin, yang disambut tepuk tangan ratusan peserta.
Pembukaan ditutup dengan meriahnya lima tampilan Tapak Suci yang memukau dari siswa Matsamuluh (MTs. Muhammadiyah 10), para pendekar, dan pembina Tapak Suci Putera Muhammadiyah Gresik.
Demi menghadapi UKT TS, para peserta telah berlatih secara intensif. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Syauqil Rahman, siswa Matsamuluh Mojopetung.
“Saya dan teman-teman telah berlatih dengan giat menjelang UKT TS. Bismillah, semoga kami diberi kemudahan dan hasil terbaik,” harapnya.Sebagai agenda rutin Pimda 025 Tapak Suci Gresik, kegiatan UKT ini diharapkan mampu mempererat tali persaudaraan serta menguatkan dedikasi para pendekar agar tidak hanya unggul dalam ketangkasan fisik, tetapi juga memiliki kedalaman nilai spiritual. (*)
Post Views: 3












