Halaman gedung TK Aisyiyah 5 Bungah, Gresik, berubah menjadi lautan warna-warni pada Senin pagi. Bukan sekadar seragam olahraga, ratusan wali murid tampak lincah bergerak mengikuti instruksi Kak Lenny, sang pemandu senam. Ada yang mengenakan kebaya, dress, hingga kaus bertuliskan “Aku Alumni TK Aisyiyah 5 Bungah”.
Kemeriahan ini merupakan bagian dari perayaan Milad ke-56 TK Aisyiyah 5 dan ke-23 KB Aisyiyah Bungah. Sebanyak 125 wali murid yang tergabung dalam Ikatan Wali Murid Aisyiyah (IWAMA) tumpah ruah, menciptakan harmoni antara perayaan usia sekolah dan keeratan komunitas orang tua.
Kepala Sekolah TK Aisyiyah 5 Bungah, Khumayah, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya melihat antusiasme tersebut. Ia menilai kreativitas wali murid adalah bahan bakar utama kelancaran acara ini.
“Alhamdulillah, wali murid kreatif-kreatif. Semuanya semangat dan yang terpenting kegiatan milad ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, tentu berkat kerjasama dan dukungan semua pihak terutama wali murid,” ujar Khumayah di sela-sela acara.
Apresiasi untuk ‘Wali Murid Legendaris’
Panitia tidak hanya menyiapkan doorprize biasa. Ada kategori unik yang mencuri perhatian: Nominasi Wali Murid Legendaris. Penghargaan ini diberikan kepada orang tua yang secara konsisten memercayakan pendidikan anak-anak mereka di sekolah ini secara turun-temurun.
Rita Maralina, penggagas ide tersebut, menjelaskan bahwa nominasi ini adalah bentuk penghormatan bagi mereka yang setia. “Nominasi ini diambil sebagai bentuk apresiasi karena mereka memiliki sejumlah putra atau putri yang memang dari awal sejak anak pertama disekolahkan di sini,” katanya.
Tiga nama muncul sebagai penerima predikat legendaris tersebut: Hajar Hasyim Yahya (Ibunda Ibrahim), Triwulandari (Ibunda Meysha), dan Kanti Fitriyah (Ibunda Abidzar).
Kepercayaan Lintas Generasi
Bagi Hajar Hasyim Yahya, TK Aisyiyah 5 Bungah bukan sekadar lembaga pendidikan, melainkan bagian dari sejarah keluarga. Ia menceritakan bahwa suaminya pun merupakan alumnus sekolah tersebut. Tak heran, kelima anaknya ia sekolahkan di tempat yang sama.
“Saya memilih sekolah ini untuk kelima putra dan putri saya karena kepercayaan kami yang sudah teruji lintas generasi,” ungkap Hajar. Ia menambahkan, konsistensi sekolah dalam menanamkan nilai keislaman dan adab menjadi alasan utama di balik loyalitasnya.
“Semoga KB dan TK Aisyiyah Bungah terus maju dan selalu menjadi sekolah terbaik bagi tumbuhnya generasi beriman dan berakhlak mulia,” harapnya.
Peringatan milad kali ini menjadi pengingat penting bagi dunia pendidikan: bahwa keberhasilan sebuah sekolah tidak hanya ditentukan oleh kurikulum di dalam kelas, tetapi juga sinergi dan kontribusi nyata dari para orang tua.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Post Views: 2












