Panen Tapi Harga Gabah Anjlok

- Editorial Team

Jumat, 13 Maret 2015 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

image

Kabargresik_ Memasuki masa panen pada tahun ini tidak serta merta membuat petani dapat bernafas lega, sejumlah petani, justruh resah dengan turunya harga gabah dipasaran.

Seperti yang dirasakan petani Desa Tebuwung Kecamatan Dukun, turunya harga gabah ditingkat petani membuat mereka terancam merugi akibat tingginya biaya operasional yang sudah mereka keluarkan mulai dari penanaman hingga perawatan termasuk mahalnya harga pupuk dan obat-obatan.

Kondisi ini diperparah dengan buruknya kualitas gabah lantaran masih tingginya curah hujan sehingga kualitas gabah kurang bagus ditambah tanaman padi roboh diterjang angin.

Jika sebelumnya harga gabah berkisar Rp.4.000 ribu perkilogramnya terus mengalami penurunan pada kisaran harga Rp.3.200 perkilogramnya.

Salah satu petani di Desa Tiremmenggal Abd Azis(40 tahun) mengaku jika setiap musim panen harga gabah mnengalami penurunan harga.

Baca Juga :  Tiap hari, 70 Kendaraan Yang Diuji 5 Tidak Layak Jalan

“Tingginya biaya perawatan membuat kami merugi.”Katanya kepada Kabargresik.com(13/3).

Kini petani di Kecamatan Dukun hanya bisa berharap kepada pemerintah setempat untuk dapat menstabilkan harga gabah terutama saat memasuki panen, sehingga petani dapat menikmati keuntungan saat musim panen tiba.(SYAFIK)

Editor: sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar
Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIB

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan

Berita Terbaru

komunitas

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:01 WIB