Patung Ki Begawan Setigi Dihancurkan Warga

- Editorial Team

Sabtu, 30 Desember 2023 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan warga desa Sekapuk Ujungpangkah Gresik menghancurkan patung Ki Begawan Setigi di tempat wisata alam setigi dan kebun pak inggih.

Mereka bersepakat untuk menghancurkan patung Ki Begawan stigi yang ada di dua tempat wisata milik desa tersebut.

Bagi warga desa sekapuk, patung-patung yang menggambarkan wajah kepala desa lama, Abdul Halim yang sudah habis masa jabatannya itu menjadikan kehidupan warga desa Sekapuk tidak nyaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Patung Ki Begawan Setigi berwajah Abdul Halim mantan kepala desa Sekapuk sedang dihancurkan warga karena dianggap simbul kesombongan | foto: Tiko

Menurut warga desa sekapuk patung-patung tersebut menunjukkan simbol kepongahan pemimpin desa yang tidak mau menerima kritik dan saran dari warga desa.

Khoiriyah misalnya,  perempuan warga desa Sekapuk yang bekerja sebagai wedding organizer itu mengaku dirinya tidak respek sama sekali dengan tingkah laku kepala desa Abdul Halim.

“Keinginan warga desa sekapuk untuk menghancurkan patung-patung tersebut tidak berhubungan sama sekali dengan urusan agama tapi kita ingin dengan hancurnya patung-patung tersebut kesombongan yang ada di desa sekapuk sirna, karena desa sekapuk tidak hanya dibangun oleh salah satu kepala desa yang menjabat namun dibangun oleh masyarakat dengan banyak periodisasi kepala desa yang pernah menjabat.” Ujar Khoiriyah dlsaat ditemui di kebun pak Inggih, Sabtu (30/12/2023).

Baca Juga :  Innovativa Metoder för Virtuell Testning av Digitala Verktyg: En Djupdykning

Khoiriyah juga kecewa dengan sebutan desa milyader tetapi warganya juga banyak yang masih dibawah garis kemiskinan.

Usai dirobohkan patung-patung yang ada di tempat wisata Setigi dan Kebun pak Inggih diangkut untuk dibawa ke balai desa. | foto: Tiko

“Milyader opo mas, yang miskin disini banyak, tapi datanya dihapus supaya tidak diberi bantuan pemerintah l” keluh Khoiriyah.

Tidak hanya Khoiriyah, Abdur Rofiq  salah satu anggota Tim 9, yang dibentuk warga untuk melakukan investigasi atas tindakan non prosedural mantan kepada desa Abdul Halim juga mengungkapkan kekesalannya.

“Ini simbul keangkuhan kades lama dengan patung-patungnya, dan warga ingin simbul – simbul itu dihilangkan.” Ujar Rofiq.

Baca Juga :  Pembobol Rumah Di Purwodadi Mengaku Uangnya Untuk Bayar Ambil Jenazah Di RS

Rofiq juga mengungkapkan bahwa kepala desa Abdul Halim harus mempertanggungjawabkan keuangan pengelolaan tempat wisata yang diduga ada sekitar 9,5 miliar rupiah.

“Ada hutang bank dan saham fiktif (abab) yang totalnya 9.5 miliar yang harus diaudit ulang. Kenapa sampai ada hutang sebanyak itu” terang Rofiq.

Patung Pak Inggih didepan pintu masuk tempat wisata kebun pak inggih dirobohkan warga | foto: Tiko

Sebelumnya warga desa Sekapuk pada juma’at malam (29/12023) melakukan public hiring antara warga, BPD, perangkat desa, PJ Kepala desa, Camat Ujungpangkah dan utusan Pemkab Gresik di balai desa.

Warga Sekapuk menanyakan banyak hal terkait pengelolaan obyek wisata desa baik management pengelolaan maupun keuangan.

Dalam suasana tegang tersebut akhirnya disepakati akan ada rembuk desa pada awal Januari 2024 dan penghancuran patung Ki Begawan Setigi dan patung pak Inggih yang berada di tempat wisata Setigi dan Kebun pak Inggih. (Tiko)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar
Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIB

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan

Berita Terbaru

komunitas

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:01 WIB