Pemuda Indonesia Harus Prioritaskan Bangsa di Atas Segala Kepentingan

- Editorial Team

Senin, 28 Oktober 2024 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNGMU.COM, Yogyakarta — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa pemuda masa kini perlu mengambil inspirasi dari generasi Sumpah Pemuda 1928. Generasi itu dikenal patriotik, berkarakter kuat dalam idealisme, berwawasan nasionalisme yang luas, dan memiliki visi jauh ke depan.

“Mereka adalah generasi ‘futuwah,’ kaum muda kesatria negarawan yang mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Mereka tidak tergoda oleh materi atau jabatan, melainkan berdedikasi pada Indonesia yang satu: satu bahasa, satu tanah air, satu bangsa,” ungkap Haedar pada Senin (28/10/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Haedar juga menyampaikan bahwa generasi muda sekarang memiliki potensi luar biasa dengan kemudahan akses dan fasilitas. Jabatan, materi, dan ketenaran bisa diperoleh dengan instan, namun ia mengingatkan agar jangan sampai mereka kehilangan jiwa nasionalisme dan semangat futuwah dalam berbangsa.

“Hindari hedonisme, materialisme, dan ambisi jabatan yang mengesampingkan integritas, idealisme, dan visi. Jangan sampai hidup layaknya ‘generasi android,’ yang bertindak seperti mesin tanpa kepedulian sosial,” ujar Haedar tegas.

Baca Juga :  SD Alam Muhammadiyah Kedanyang Gelar Pawai Sambut Ramadhan 1446 H

Generasi muda, lanjut Haedar, harus memiliki integritas diri, menghindari sikap angkuh dan bergantung pada orang lain, serta menjauh dari populisme murahan tanpa kualitas autentik. Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang kompleks dan membutuhkan pemuda yang teguh pada idealisme, prinsip negara yang benar, religius, Pancasilais, serta cerdas dalam keilmuan dan keahlian.

Pemuda juga harus mampu berperan aktif dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan global. “Indonesia membutuhkan pewaris masa depan yang berkomitmen menjadikannya negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, sesuai cita-cita luhur pendiri bangsa dan generasi 1928,” jelas Haedar.

Haedar mengakui bahwa generasi Gen Z dan generasi setelahnya hidup di dunia yang berbeda, namun nilai-nilai dasar kehidupan tetap sama, seperti agama, Pancasila, dan budaya luhur bangsa, yang harus dijunjung tinggi. “Jadilah generasi muda Indonesia yang berpegang pada nilai-nilai utama negeri ini, bukan generasi yang terpisah dari identitas keindonesiaan. Jangan sampai mengalami krisis pemahaman kebangsaan atau quarter-life crisis,” tuturnya.

Baca Juga :  Muhammadiyah Jatim Sosialisasikan Kalender Hijriyah Global Tunggal kepada Pengurus dan Ortomnya di Daerah

Ia juga menyoroti fenomena “sandwich generation,” di mana generasi muda fokus pada efisiensi finansial tetapi terkadang lupa akar keluarga dan pengabdian kepada orang tua. “Masyarakat kita dibangun di atas asas keluarga besar dan gotong royong. Maka, jangan menjadi generasi asosial yang kehilangan etika luhur terhadap orang tua, keluarga, dan masyarakat,” tambah Haedar.

“Sebagai Homo Sapiens yang berelasi sosial, kita memang memiliki ilmu dan teknologi yang canggih, namun tetap harus menjaga kemanusiaan kita. Jangan berubah menjadi robot tanpa hati dan empati dalam kehidupan bersama di planet ini,” tutupnya.***



sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan
Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas
MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa
Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari
MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua
Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang
Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:56 WIB

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:55 WIB

Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan

Senin, 20 Juli 2026 - 08:54 WIB

Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:53 WIB

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:51 WIB

Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari

Berita Terbaru

artikel

Ketika ceramah Ustadz kalah lawan scroll Sosmed

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:24 WIB