Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H, Smamdela Gembleng Ratusan Siswanya Berkarakter Islami

- Editorial Team

Jumat, 16 Januari 2026 - 03:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — Sholat bagi sebagian remaja kerap hanya dipandang sebagai jeda rutinitas yang ingin segera disudahi. Realitasnya cukup memprihatinkan, misalnya, saf yang bolong karena siswa hanya mau berdampingan dengan teman circle-nya, gerakan yang terburu-buru demi mengejar waktu pulang, hingga obrolan yang tetap nyaring meski imam sudah bertakbir memulai sholat. Jadinya, sholat cuma sekadar penggugur kewajiban, jauh dari esensi ketenangan.

Menanggapi fenomena tersebut, SMA Muhammadiyah 8 Gresik (Smamdela) menggelar kajian khusus bertajuk “The Infinite Journey: Menemukan Makna Kedisiplinan dan Ketenangan Hati melalui Sholat” di Masjid Sabilul Muttaqin Morowudi, Cerme, Gresik, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H sekaligus penegasan branding Smamdela sebagai sekolah Islam yang berkomitmen tinggi pada pembinaan karakter spiritual.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan lebih dari 300 siswa kelas X hingga XII, Ustadz Tajun Nasher, Lc, MPd, membedah filosofi sholat sebagai “oleh-oleh” agung perjalanan Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan, bahwa sholat bukan sekadar gerakan fisik, melainkan latihan kedisiplinan hidup paling jujur.

Momentum refleksi paling menyentuh muncul saat sesi praktik gerakan sholat. Althaf, siswa kelas XI IPA 1, nampak tertunduk usai mempraktikkan tata cara sholat yang benar di depan rekan-rekannya.

Baca Juga :  PAUD Aisyiyah Balongpanggang Gelar Halalbihalal, Ajarkan Anak Makna Silaturahmi

“Saya baru sadar, ternyata sholat itu bukan soal seberapa cepat kita selesai, tapi soal seberapa hadir hati kita di depan Allah,” ungkapnya jujur.

Ia mengakui selama ini sering terburu-buru dan tidak peduli pada adab saf. “Ternyata, ketenangan yang saya cari itu ada pada setiap jeda sujud yang khusyuk, bukan pada kecepatan menyelesaikannya,” tambahnya merefleksikan perubahan sudut pandangnya.

Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Queen Airish, siswi kelas XI IPA 2, melontarkan pertanyaan reflektif yang mewakili kegelisahan batin banyak remaja.

“Ketika melaksanakan sholat, tapi suatu hari kita lalai lalu meninggalkan, akhirnya muncul rasa gelisah. Kenapa rasa gelisah itu bisa muncul ketika tidak melaksanakan sholat?” tanyanya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustadz Tajun Nasher yang juga Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik ini, memberikan jawaban yang menyejukkan sekaligus penguat mental. Ia menjelaskan dua poin utama: pertama, kesadaran tersebut harus diikuti dengan tindakan mengganti (qodho) sholat yang ditinggalkan. Kedua, kegelisahan itu sebenarnya adalah sinyal positif.

Baca Juga :  Belum Banyak Diketahui, Inilah Asal-usul Nama Cibeunying

“Kegelisahan itu menunjukkan, bahwa hati kalian masih bersih. Justru yang berbahaya itu jika sebaliknya; merasa biasa saja saat meninggalkan sholat. Itu tanda hati mulai membatu. Mari kita terus berlindung kepada Allah agar dijaga konsistensi ibadahnya,” tutur Ustad Tajun.

Waka Ismuba Smamdela, Lukman Arif, SPdI, menegaskan, bahwa kegiatan ini adalah komitmen nyata Smamdela dalam mencetak generasi tangguh, bukan sekadar serimoni tahunan.

Branding Smamdela adalah sekolah Islam yang mengedepankan mutu karakter. Kami tidak ingin siswa hanya cerdas secara kognitif, tetapi kosong secara spiritual. Kami berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, agar alumni Smamdela dikenal karena adab sholatnya yang benar, bukan mereka yang sholatnya asal-asalan,” tegas Lukman.

Acara yang dipandu Siti Rasyadah (X B) dan diawali lantunan gema wahyu Ilahi oleh Nur Zam Zam (XII-4) ini berakhir khidmat. Menjelang puncak Isra’ Mi’raj tahun ini, 300-an siswa Smamdela telah memulai perjalanan spiritual baru, yakni memperbaiki kualitas sujud (sholat, Red) demi menjemput ketenangan hati yang sesungguhnya. (*)

Kontributor: Liset Ayuni


Post Views: 2

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajian Jelang Buka di Ranting Giri Gajah, Yai Anas Thohir Beberkan Sikap Rendah Hati dan Karakter Mulia yang Dirindukan Surga
KOKAM Markas Cabang Cerme dan Muspika Cerme Sinergi Amankan Safari Ramadan di Masjid An-Nur Lengkong
Internalisasi Nilai Muhammadiyah Dibahas dalam Pengajian Ramadan Dikdasmen PCM GKB
Saat Tangan-tangan Kecil KB dan TK Aisyiyah 23 Mojopetung Gemakan Takbir dan Tebarkan Infak
Penuh Semangat, Siswa SD Almadany Ikuti Asesmen Praktik Kurikulum Merdeka
Ramadan Momentum Pengendalian Diri – Girimu
Tingkatkan Akidah dan Kepercayaan Muhammadiyah, Guru MTs Muhammadiyah 1 Dukun Ikuti Pengajian Ramadan
Siap Jalani Monitoring Setahun, 5 Kepala AUM Driyorejo Terima Buku RTL Baitul Arqom 1447 H
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:21 WIB

Kajian Jelang Buka di Ranting Giri Gajah, Yai Anas Thohir Beberkan Sikap Rendah Hati dan Karakter Mulia yang Dirindukan Surga

Rabu, 4 Maret 2026 - 02:20 WIB

KOKAM Markas Cabang Cerme dan Muspika Cerme Sinergi Amankan Safari Ramadan di Masjid An-Nur Lengkong

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:19 WIB

Internalisasi Nilai Muhammadiyah Dibahas dalam Pengajian Ramadan Dikdasmen PCM GKB

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:18 WIB

Saat Tangan-tangan Kecil KB dan TK Aisyiyah 23 Mojopetung Gemakan Takbir dan Tebarkan Infak

Senin, 2 Maret 2026 - 23:17 WIB

Penuh Semangat, Siswa SD Almadany Ikuti Asesmen Praktik Kurikulum Merdeka

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Penuh Semangat, Siswa SD Almadany Ikuti Asesmen Praktik Kurikulum Merdeka

Senin, 2 Mar 2026 - 23:17 WIB