Pesan Ustadz Subhan Arif: Jadikan Jabatan dan Kekuasaan untuk Kembangkan Dakwah

- Editorial Team

Sabtu, 2 November 2024 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Girimu.com – Kajian ba’da sholt Subuh yang berlangsung di Masjid At-Taqwa Giri, Kebomas, Gresik, Jawa Timur, Sabtu (2/11/2024) berlangsung dengan penuh hidmat. Para jamaah yang memadati masjid di kawasan Perguruan Muhammadiyah Giri, Kebomas itu dengan antusias mengikuti kajian yang menghadirkan Ustadz Subhan Syarif sebagai penceramah.

Kajian makin menarik bagi jamaah, karena penyampaian yang komunikatif dengan bahasa campuran, yakni Bahasa Jawa dan Indonesia. Apalagi, dalam tausyiyah-nya Ustadz Subhan Syarif juga banyak berkisah pengalamannya berdakwa di kawasan pedalaman Sulawesi selama belasan tahun. Demikian juga ketika  kali pertama ia masuk di Desa Balung Tunjung, Kecamatan Benjeng, Gresik yang waktu itu hampier 100 persen tidak ada umat Muslimnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alhamdulillah, di Balung Tunjung sekarang sudah ada masjid untuk pengembangan dakwah. Penduduknya sekitar 60 persen sekarang juga sudah Muslim. Kalau ingat dulu saat awal-awal berdakwah, saya sangat bersyukur, karena dulu nyaris tidak ada yang Muslim,” ungkap Ustadz Subhan Syarif.

Dalam kajian yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kebomas itu disampaikan, betapa pentingnya jabatan, kekuasaan, atau profesi yang secara langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat. Ia juga mengingatkan agar umat atau masyarakat tidak perlu larut dengan masalah-masalah yang sebenarnya tidak esensial , sehingga terlena dengan masalah-masalah prinsip yang efeknya langsung dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Guru Harus Selalu Punya Inovasi Pembelajaran

“Tidak perlulah kita larut dan terlibat dengan masalah-masalah kecil, semisal terkait ikhtilaf yang biasanya ada perbedaan pandangan dalam suatu masalah. Banyak hal yang lebih besar dan produktif untuk kita lakukan,” tandasnya.

Ia kembali mengingatkan betapa jabatan atau kekuasaan itu penting bagi umat Islam untuk pengembangan dakwah. Dicontohkan, kawasan prostitusi di Surabaya yang sempat menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, yakni Dolly. Puluhan tahun kawasan itu didemo oleh berbagai elemen masyarakat agar ditutup, hasilnya nyaris tidak ada dan tetap eksis.

“Tetapi, hanya dengan selembar kertas yang di situ ada tanda tangan wali kota untuk ditutup, ya tutup. Begitu juga Alexis di Jakarta, masio didemo bolak-balik (meski berkali-kali didemo, red) ya tetap beroperasi. Tapi, ketika gubernurnya tanda tangan yang menyatakan ditutup, ya tutup beneran,” kisahnya.

Berbekal fakta tersebut ia mendorong agar umat Islam tidak ragu-ragu untuk ikut memasuki posisi-posisi penting di pemerintahan atau profesi yang kinerjanya berdampak langsung ke masyarakat. Ditegaskan, jika amanah dalam menjalani jabatan atau profesi, hal itu bisa jadi jalan ibadah dan dakwah yang efektif.

Baca Juga :  Sampah Plastik Nol - Mbayar Kopi Nol

“Jadi, dakwah itu tidak hanya di atas mimbar, tapi bisa turun langsung ke masyarakat. Mau jadi pejabat pemerintahan, jadi bidan, dokter atau profesi lain yang banyak bersentuhan dengan masyarakat, manfaatkan itu untuk jalan dakwah,” ujarnya.

Sementara Ketua PCM Kebomas, Samsul Muslimin, mengungkapkan, saat ini sudah selayaknya masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, tidak lagi larut dalam masalah-masalah yang justru memicu gesekan horizontal dan memecah kerukunan dan persatuan. Ia mengingatkan itu, karena di era kuatnya dampak media sosial (medsos), jika tak bijak dalam bersikap, berpeluang menimbulkan gesekan soial.

“Di grup-grup medsos, contohnya, jangan terlalu responsif terhadap masalah yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Medsos memang bisa jadi jariyah kebaikan jika yang kita sebarkan itu benar dan bermanfaat. Tapi, juga bisa jadi jariyah dosa jika ternyata itu hoaks dan bahkan bikin fitnah. Karena itu, kita mesti bijak dalam menyikapi permasalahan,” ujar Samsul. (har)  

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan
Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas
MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa
Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari
MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua
Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang
Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:56 WIB

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:55 WIB

Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan

Senin, 20 Juli 2026 - 08:54 WIB

Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:53 WIB

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:51 WIB

Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari

Berita Terbaru

artikel

Ketika ceramah Ustadz kalah lawan scroll Sosmed

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:24 WIB