GIRIMU.COM — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bungah, Gresik sukses menggelar Pengajian Triwulan yang berlangsung khidmat di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Minggu (12/4/2026). Kegiatan rutin ini menjadi momentum krusial bagi warga persyarikatan untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah, sekaligus memastikan gerak dakwah berkemajuan tetap konsisten dan bertenaga pasca menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua PCM Bungah, Drs Suhali, SAg, MPdI, beserta seluruh PRM di Kecamatan Bungah. Kehadiran para tokoh lokal serta antusiasme ratusan warga persyarikatan yang memadati lokasi mencerminkan soliditas organisasi yang luar biasa dalam menjalankan misi pencerahan di wilayah Gresik Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir sebagai pembicara utama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Muhammad Thoha Mahsun, SAg, MPdI, MHES, yang menyampaikan tausiyah mengenai eksistensi Muhammadiyah di tengah tantangan zaman. Pada kesempatan ini, ia menekankan, bahwa Muhammadiyah memiliki karomah atau keistimewaan yang terletak pada keberkahan dalam berorganisasi secara kolektif kolegial. Menurutnya, keberhasilan Ramadan tidak boleh berhenti pada Idulfitri, melainkan harus berlanjut pada penguatan aksi nyata.
Ia juga mengingatkan agar nilai-nilai kesalihan yang telah dipupuk selama Ramadan, seperti salat malam, tadarus, dan sedekah, harus ditransformasikan menjadi kesalihan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Muhammadiyah itu punya karomah. Namun, makna besar kita adalah menjadi penolong agama Allah atau ansharullah. Hal ini sebagaimana semangat 12 sinar dalam lambang Muhammadiyah yang mengadopsi spirit kaum Hawariyyun dalam mendukung perjuangan dakwah,” ujar Thoha Mahsun di hadapan jamaah.
Selain penguatan spiritual, pengajian ini juga menyoroti peran nyata Lazismu melalui layanan ambulans gratis. Layanan sosial ini diapresiasi sebagai bukti konkret dakwah berkemajuan yang menyentuh semua lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang organisasi maupun golongan. Ambulans tersebut menjadi simbol kehadiran Muhammadiyah dalam melayani kemanusiaan.
Di sisi lain, Thoha Mahsun memberikan peringatan keras mengenai fenomena sosial yang kian meresahkan di wilayah Gresik. Fenomena yang ia maksud adalah dampak negatif judi online dan pinjaman online. Ia memaparkan, bahwa masalah finansial yang bersumber dari aktivitas ilegal tersebut terbukti merusak sendi-sendi keharmonisan keluarga dan memicu angka perceraian. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh jamaah untuk tetap istiqamah dalam garis perjuangan persyarikatan dan membentengi keluarga dengan nilai-nilai agama yang kuat.
“Jangan sampai kita terbelenggu oleh nilai-nilai yang merusak tatanan hidup. Mari kita pertahankan kualitas keimanan kita dan terus menebar manfaat bagi lingkungan sekitar agar dakwah kita benar-benar membawa kemajuan,” tambahnya menutup sesi pengajian.
Kegiatan ini pun diakhiri dengan ramah tamah yang semakin mempererat tali persaudaraan antarwarga Muhammadiyah, sekaligus menjadi langkah awal untuk menggerakkan program-program dakwah sosial di triwulan berikutnya. (*)
Post Views: 568












