Suasana berbeda terlihat di halaman UPT SDN 94 Gresik, Selasa pagi, saat ratusan siswa dan guru mengenakan busana adat nusantara untuk memperingati Hari RA Kartini.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga sarana penguatan karakter dan literasi budaya bagi warga sekolah.
Peringatan diawali dengan apel pagi yang berlangsung khidmat. Seluruh petugas apel berasal dari jajaran guru, mulai dari pemimpin apel hingga pembaca doa. Keterlibatan guru ini menjadi bentuk keteladanan dalam menunjukkan kedisiplinan dan tanggung jawab kepada siswa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua pelaksana kegiatan, Maratus Sholihah, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus dimaknai lebih dari sekadar mengenakan pakaian adat.
“Hari Kartini adalah momentum untuk mengenang perjuangan emansipasi perempuan. Siswa, khususnya perempuan, harus percaya memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya saat menyampaikan amanat.
Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang diikuti seluruh siswa dan guru. Suasana semakin meriah dengan antusiasme peserta mengikuti gerakan senam yang energik.
Puncak acara ditandai dengan fashion show busana adat yang berlangsung semarak. Guru membuka penampilan di atas catwalk, disusul siswa UPT SDN 94 Gresik dan TK DWP Balongtunjung yang tampil percaya diri mengenakan beragam busana tradisional.
Kepala UPT SDN 94 Gresik, Hartik, mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini menjadi media untuk menanamkan cinta tanah air serta menghargai perjuangan pahlawan sejak dini. Guru juga hadir sebagai teladan nyata bagi siswa,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala TK DWP Balongtunjung, Arni Ekayanti, yang menilai kegiatan ini mencerminkan lingkungan pendidikan yang positif dan kolaboratif.
“Keberanian anak-anak tampil dan dukungan dari guru menunjukkan ekosistem pendidikan yang sehat. Semangat Kartini terasa melalui kebersamaan yang ditunjukkan,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Momen ini meninggalkan kesan mendalam sekaligus menguatkan nilai-nilai perjuangan RA Kartini di kalangan siswa.
Kontributor: Muhammad Syaifullah











