Topik Industri Gresik

artikel

Gresik Di Persimpangan: Ketika Deru Truk Menguji Keselamatan Masyarakat 

artikel | Rabu, 23 September 2026 - 13:35 WIB

Rabu, 23 September 2026 - 13:35 WIB

Penulis: *Andrian Afandi – tinggal di Bunderan Sidayu Gresik Gresik tidak pernah benar-benar tidur. Di antara kawasan industri yang terus bergerak, kendaraan logistik menjadi bagian penting dari roda perekonomian. Truk-truk besar mengangkut bahan baku, hasil produksi, dan kebutuhan distribusi yang menghubungkan kawasan industri dengan berbagai wilayah. Namun, di balik aktivitas ekonomi tersebut, ada pertanyaan yang tidak boleh diabaikan: sampai sejauh mana pertumbuhan industri dapat berjalan tanpa mengorbankan keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan yang sama? Jalan raya bukan hanya milik kendaraan pengangkut barang. Di sana ada pelajar yang berangkat sekolah, pekerja yang mengejar waktu, pedagang yang mencari penghidupan, serta keluarga yang ingin pulang dengan selamat. Pada 9 September 2025, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Forkopimda dan perusahaan angkutan barang menggelar deklarasi kepatuhan jam operasional. Kebijakan ini hadir karena lalu lintas truk pada jam sibuk telah menjadi persoalan yang menimbulkan keresahan masyarakat. Pemerintah daerah menyebut bahwa lebih dari 166 kendaraan ditilang selama Juli–Agustus 2025 dan sekitar 200 kendaraan setiap hari diarahkan untuk mengikuti jalur yang benar. Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketertiban angkutan barang bukan sekadar keluhan yang muncul sesaat. Ada kebutuhan untuk memastikan bahwa kebijakan yang telah dibuat benar-benar dipatuhi dan diawasi secara konsisten. Pada saat yang sama, terdapat perbedaan informasi mengenai jam larangan operasional yang perlu dijelaskan kepada publik berdasarkan jenis kendaraan dan ruas jalan yang diatur. Dalam deklarasi yang diberitakan pada September 2025, larangan disebut berlaku pukul 05.00–08.00 WIB dan 15.00–18.00 WIB. Sementara itu, publikasi Dinas Perhubungan Gresik pada 3 September 2025 mencantumkan pukul 06.00–08.00 WIB dan 15.00–18.00 WIB. Kejelasan informasi menjadi penting agar tidak menimbulkan kebingungan bagi pengemudi maupun masyarakat. Sebab, aturan yang tidak dipahami dengan jelas akan menyulitkan pelaksanaan di lapangan. Sebaliknya, aturan yang telah disosialisasikan tetapi terus dilanggar membutuhkan pengawasan dan penegakan yang terukur. Ketika Pelanggaran Berujung pada Tragedi Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Pada 16 September 2025, kecelakaan tragis dilaporkan terjadi di Jalan Raya Tenaru, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Seorang siswi SMP berusia 13 tahun meninggal dunia setelah terlindas truk trailer ketika sedang dibonceng ibunya menuju sekolah. Polisi kemudian menyatakan bahwa truk tersebut melanggar ketentuan jam operasional. Peristiwa ini tidak boleh dipandang semata-mata sebagai sebuah kecelakaan lalu lintas. Ia menjadi pengingat bahwa setiap pelanggaran aturan di jalan raya dapat membawa konsekuensi serius bagi kehidupan manusia. Meski penyebab kecelakaan harus ditentukan berdasarkan pemeriksaan hukum dan fakta di lapangan, pelanggaran jam operasional yang dikonfirmasi polisi memperlihatkan bahwa aturan keselamatan membutuhkan penegakan yang nyata. Sebelumnya, pada 22 Juli 2025, dua truk tronton juga dilaporkan terlibat kecelakaan di Jalan Raya Cerme Kidul, Gresik, sekitar pukul 06.00 WIB. Kecelakaan tersebut menyebabkan seorang pengemudi mengalami luka-luka dan kemacetan lalu lintas, meskipun tidak terdapat korban jiwa. Peristiwa itu terjadi pada waktu yang diberlakukan sebagai jam larangan operasional kendaraan besar. Dua peristiwa ini menunjukkan mengapa pengawasan terhadap kendaraan berat tidak boleh dianggap sebagai persoalan administratif semata. Di balik aturan mengenai jam dan jalur operasional, terdapat kepentingan keselamatan masyarakat yang harus dijaga secara serius. Ketika Keselamatan Menjadi Perhatian Bersama Persoalan truk yang melintas di luar ketentuan jam operasional tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan teknis lalu lintas. Ia berkaitan dengan hak masyarakat untuk memperoleh rasa aman ketika menggunakan fasilitas publik. Kendaraan berat memiliki karakteristik yang berbeda dengan kendaraan roda dua maupun kendaraan penumpang. Oleh karena itu, pengaturan waktu, rute, kondisi kendaraan, serta perilaku pengemudi menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko kecelakaan….