Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menjadi pusat perhatian nasional setelah sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas” di Hall Sang Pencerah, Rabu (28/1).
Dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, hadir sebagai pembicara utama. Ia memaparkan visi besar pemerintah dalam membangun kedaulatan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.
Di hadapan ratusan peserta, Menko Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya kemandirian pangan. Menurutnya, Indonesia harus berdaulat dan tidak boleh lagi bergantung pada pasokan pangan luar negeri demi menjaga eksistensi bangsa di tengah ketidakpastian global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu fokus utama pemerintah adalah penguatan ekonomi desa. Menko Zulkifli Hasan menekankan rencana pembentukan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) di seluruh penjuru negeri sebagai pilar utama ketahanan pangan.
Keberhasilan program ini didorong oleh reformasi sistem subsidi pupuk. Sistem subsidi kini beralih dari model cost plus menjadi market to market. Efisiensi anggaran subsidi sebesar Rp44 triliun memungkinkan pemerintah menurunkan harga pupuk hingga 20%.
Dana sisa efisiensi tersebut dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur pangan, termasuk rencana pembangunan tujuh pabrik pupuk baru dalam lima tahun ke depan.
Sektor perikanan dan peternakan juga mendapat perhatian serius. Menko mengungkapkan rencana pembangunan 2.000 kampung nelayan tahun ini dengan total anggaran mencapai Rp44,5 triliun. Program ini bertujuan memastikan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Selain itu, pemerintah berkomitmen memanfaatkan lahan sitaan negara seluas 4 juta hektare untuk dikelola oleh UMKM dan masyarakat. Pemerintah juga memberikan kesempatan bagi koperasi untuk mengelola tambang melalui sistem bagi hasil dengan negara, demi pemerataan ekonomi yang sesuai dengan semangat Pancasila.
Menanggapi visi pemerintah, Rektor UMG Prof. Khoirul Anwar menegaskan kesiapan perguruan tinggi Muhammadiyah untuk berkolaborasi. UMG siap mengelola hutan tidak produktif menjadi lahan budidaya tebu bersertifikat.
“Dengan target perluasan lahan gula nasional hingga 5 juta ton, UMG berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujar Prof. Khoirul Anwar.
Editor : Akhmad Sutikhon











