1000 Paket Sembaku Untuk Korban Banjir Kali Lamong

#

image

Kabargresik_ Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Gresik, Drs. Mohammad Qosim mengunjungi desa terdampak banjir , Minggu (15/12). 

Ada 15 desa di 3 kecamatan wilayah Gresik tergenang akibat meluapnya Kali Lamong. Masing-masing 5 desa di Kecamatan Cerme, 7 Desa di Kecamatan Benjeng dan 3 desa di Kecamatan Balongpanggang.

 

Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang didampingi sejumlah pejabat terkait yaitu Kepala Dinas Pekerjaan, Bambang Isdianto, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Abu Hasan serta beberapa pejabat terkait mengunjungi masyarakat yang kebanjiran. Pada kesempatan itu Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat kejadian ini. “Mohon maaf karena kehadiran kami ini termasuk terlambat” kata Bupati dengan mimik serius.

 

Bupati berjanji akan menangani permasalahan ini dengan menmgkoordinasikan seliuruh instansi terkait yaitu, BPBD, Dinas Pekerjaan umum, Dinas Sosial, Dinas Pertanian serta beberapa Dinas yang lain.”Kami akan meminimalisir dampak banjir ini dengan mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada pada Pemerintah Kabupaten Gresik. Termasuk mengkoordinasikan keadaan ini dengan Instansi terkait” katanya.

 

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana, Abu Hasan melalui kabag Humas, Agus Setyo Prambudi mengatakan, banjir datang saat Sabtu malam jam 22.00. meluapnya air di kali Lamong Gresik ini akibat tidak tertambungnya lagi air yang datang dari wilayah selatan.”Air yang menggenangi Gresik kali ini merupakan banjir kiriman. Setiap hujan deras terus menerus di wilayah Selatan Gresik, yaitu Mojokerto dan sekitarnya maka dipastikan Gresik akan banjir” katanya.

 

Menurut Abuhasan, akibat banjir Kali Lamong ini maka air yang menggenangi Gresik cukup tinggi. “Mulanya banjir menggenangi wilayah kecamatan Balongpanggang. Di wilayah ini banjir menggenangi setidaknya 3 desa. Saat ini di Balongpanggang sudah surut. Namun pada pagi ini ketinggian air di Desa Morowudi (Cerme) berkisar antara 30 – 50 centimeter. Dan yang terparah adalah Kecamatan Benjeng yaitu sampai menggenangi 7 desa.” katanya. 

 

Pihaknya sudah mengkoordinasikan dengan pihak Tim Tanggap Bencana (Tagana) dan Dinas Sosial untuk pendirian dapur umum. “Kami menjaga kemungkinan adanya banjir susulan yang lebih parah. Makanya kami merencanakan mendirikan dapur umum di wilayah kecamatan Benjeng. Kami sudah menyiapkan semua sarana dan prasarananya, bila kemungkinan dapur umum ini didirikan ” ujarnya.

 

Untuk meminimalisir kesulitan warga  Pemkab Gresik melalui BPBD Gresik menyiapkan bantuan seribu paket sembako. Paket sembako ini masing-masing berisi beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, mi instan 5 bungkus serta kecap dan saus. “Bantuan ini disalurkan pada Minggu sore ini” kata Abu Hasan. Selain itu BPBD Gresik akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Gresik untuk kemungkinan mendirikan posko kesehatan atau mengantisipasi penyakit pasca banjir. (sdm)    

Editor: Sutikhon

About Editor02

Check Also

Polres Gresik Pasang Garis Polisi Di Pesanggrahan Kramat Ki Ageng

# Polres Gresik Kamis sore (16/6/2022) telah memasang garis Polisi dilokasi ritual manusia menikah dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.