Pembelajaran ISMUBA dengan Simulasi Persidangan, Tanamkan Toleransi di SMA Muhammadiyah 1 Gresik

- Editorial Team

Rabu, 6 Agustus 2025 - 01:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu) kembali menunjukkan inovasinya dalam metode pembelajaran. Kali ini melalui mata pelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA), para murid kelas XII berpartisipasi dalam simulasi persidangan bertajuk “Pengadilan Toleransi,” sebuah model pembelajaran yang dirancang untuk memperdalam pemahaman tentang isu-isu sosial dan etika dalam kerangka ajaran Islam.

Model pembelajaran ini dikembangkan oleh guru ISMUBA SMA Muhammadiyah 1 Gresik, M. Islahuddin, MPd, untuk menjembatani teori dan praktik. Dalam pembelajaran ini, para murid tidak hanya belajar konsep, tetapi juga menerapkannya dalam situasi yang mendekati nyata. Dalam simulasi ini, murid berperan sebagai berbagai pihak yang terlibat dalam sebuah persidangan, yakni hakim, jaksa penuntut, pembela, saksi, dan juga terdakwa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus yang disidangkan adalah fiktif, namun mencerminkan realitas yang sering terjadi di lingkungan remaja, yaitu konflik yang berakar dari perbedaan pandangan atau keyakinan. Dengan alur cerita yang terstruktur, murid diajak untuk menganalisis kasus, mengumpulkan “bukti,” dan menyusun argumen berdasarkan nilai-nilai Islam yang relevan, seperti toleransi (tasamuh), keadilan (‘adalah), dan persatuan (ukhuwah).

Baca Juga :  Sisipkan Pesan Moral dalam Upacara Bendera, Spemutu Tekankan Disiplin dan Nilai Religius

Nilai-nilai Islam dalam Aksi
Guru ISMUBA SMA Muhammadiyah 1 Gresik, M. Islahuddin, MPd, menyatakan, bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membentuk karakter murid yang berwawasan luas dan berakhlak mulia.

“Kami tidak ingin murid hanya hafal dalil atau ayat-ayat Al Quran saja. Melalui simulasi persidangan ini, mereka belajar bagaimana menginterpretasikan dan mengimplementasikan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi keberagaman,” ujar Pak Islah, sapaan akrabnya, Selasa (5/8/2025).

Salah satu siswa, Hanif, yang berperan sebagai hakim dalam simulasi tersebut, mengungkapkan pengalamannya.

“Awalnya saya kira ini hanya main-main, tapi ternyata sangat menantang. Kami harus benar-benar memahami kasus dari berbagai sudut pandang dan mencari dasar hukumnya dari Al Quran dan hadis. Ini membuat kami sadar betapa pentingnya toleransi dan tidak mudah menghakimi orang lain,” ungkapnya.

Metode pembelajaran simulasi persidangan ini tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama. Siswa dilatih untuk berani berpendapat, menyusun argumen yang logis, dan mendengarkan pandangan orang lain dengan penuh penghargaan.

Baca Juga :  Alhamdulillah Jadi Terbanyak, 3 Dosen UIN Bandung Lolos Program IFEX di Universiti Utara Malaysia

Masa Depan yang Lebih Toleran
Kegiatan “Pengadilan Toleransi” di SMA Muhammadiyah 1 Gresik ini merupakan contoh nyata bagaimana institusi pendidikan dapat berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Dengan pendekatan yang inovatif dan relevan dengan kehidupan siswa, pembelajaran tidak lagi hanya menjadi mata pelajaran hafalan, melainkan sebuah wahana untuk membentuk pribadi yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan zaman dengan bekal akhlak mulia.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, yang tidak hanya meningkatkan pemahaman akademis, tetapi juga membangun karakter siswa sebagai insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak karimah. (*)

Kontributor: M. Islahuddin


Post Views: 2

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pada Waktunya, Semua Akan Muhammadiyah
Tutup Ramadan dengan Manfaat, Lazismu Salurkan Ribuan Paket di Gresik
Khutbah Jumat 1 Syawal 1447 H di Masjid At-Taqwa Giri: Lindungi Generasi Emas dari Jeratan Gadget dan Aplikasi Sosmed
Pesan Khatib Di Cerme: Jaga Hati Usai Ramadan
AI Memang Pandai Merangkai Kata, Tapi Tak Bisa Menggantikan Silaturahim
6.000 Jamaah Padati Salat Id di Lapangan Dukun
Khotbah Idulfitri 1447 H di PRM Kedanyang, Ustadz Hasan Abidin Tekankan Pembiasaan Karakter Baik Pasca-Ramadan
Sediakan 1.000 Kue Plus Teh Hangat, Jumat Ini Masjid Nur Hidayah Kota Baru Driyorejo Gelar Salat Id
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 00:16 WIB

Pada Waktunya, Semua Akan Muhammadiyah

Senin, 23 Maret 2026 - 06:14 WIB

Tutup Ramadan dengan Manfaat, Lazismu Salurkan Ribuan Paket di Gresik

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:13 WIB

Khutbah Jumat 1 Syawal 1447 H di Masjid At-Taqwa Giri: Lindungi Generasi Emas dari Jeratan Gadget dan Aplikasi Sosmed

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:12 WIB

Pesan Khatib Di Cerme: Jaga Hati Usai Ramadan

Minggu, 22 Maret 2026 - 03:11 WIB

AI Memang Pandai Merangkai Kata, Tapi Tak Bisa Menggantikan Silaturahim

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Pada Waktunya, Semua Akan Muhammadiyah

Selasa, 24 Mar 2026 - 00:16 WIB

Muhammadiyah Gresik

Tutup Ramadan dengan Manfaat, Lazismu Salurkan Ribuan Paket di Gresik

Senin, 23 Mar 2026 - 06:14 WIB

Muhammadiyah Gresik

Pesan Khatib Di Cerme: Jaga Hati Usai Ramadan

Minggu, 22 Mar 2026 - 12:12 WIB

Muhammadiyah Gresik

AI Memang Pandai Merangkai Kata, Tapi Tak Bisa Menggantikan Silaturahim

Minggu, 22 Mar 2026 - 03:11 WIB