Antisipasi Aksi Demo, SMA Muhammadiyah 1 Gresik Kembali Terapkan Belajar Daring

- Editorial Team

Senin, 1 September 2025 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali diberlakukan bagi sekolah menengah atas dan sederajat di tiga daerah Jawa Timur, yakni Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, sebagai upaya menyikapi potensi aksi massa yang dikhawatirkan dapat berujung pada tindakan anarkis.

“Tidak semua daerah di Jatim punya potensi aksi massa yang menjurus pada aksi anarkis. Hasil koordinasi ditetapkan hanya untuk Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik,” kata Aries, Minggu (31/8/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu sekolah yang terdampak kebijakan ini adalah SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu). Pihak sekolah menyatakan siap menjalankan arahan pemerintah dengan memindahkan seluruh aktivitas belajar mengajar ke platform daring, mulai Senin (1/9/2025). Beberapa SMA di kawasan kota juga menempuh proses pembelajaran jarak jauh lewat online.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Nurul Ilmiah, menuturkan, pihaknya telah menyiapkan perangkat pembelajaran online sejak awal tahun ajaran, dan si Smamsatu Gresik ada Kelas Virtual.

“Kami sudah terbiasa dengan sistem hybrid, jadi transisi ini relatif cepat. Guru-guru menyiapkan materi, video pembelajaran, hingga forum diskusi daring untuk memastikan anak-anak tetap mendapat layanan pendidikan yang maksimal,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihak sekolah juga berkoordinasi dengan orang tua agar peran keluarga semakin kuat dalam mendampingi anak belajar dari rumah. “Sekolah menyiapkan kanal komunikasi melalui WhatsApp Group kelas dan aplikasi resmi sekolah, agar orang tua bisa langsung memantau perkembangan putra-putrinya,” tambahnya.

Kebijakan ini menuai beragam respons dari orang tua siswa. Sebagian menyambut positif langkah pemerintah, sementara ada pula yang khawatir efektivitas belajar berkurang.

Baca Juga :  LPO PP Muhammadiyah Gelar Webinar Ngaji Olahraga Berkemajuan, Tekankan Pentingnya Lisensi Kepelatihan

Siti Aminah (45), orang tua siswa kelas XI, mengaku setuju dengan kebijakan ini demi menjaga kondusivitas daerah. “Kalau situasinya memang rawan, lebih baik anak belajar dari rumah. Namun yang paling berat itu menjaga disiplin. Anak-anak kadang lebih tergoda main gawai daripada buka materi pelajaran,” ujarnya.

Senada, Hariyanto (50), orang tua siswa kelas X, berharap sekolah bisa terus memberikan motivasi kepada murid. “Yang kami harapkan bukan hanya tugas, tapi juga interaksi. Kalau guru rajin memberikan arahan lewat Zoom atau Google Meet, anak-anak akan lebih semangat belajar,” katanya.

Kebijakan ini tidak bisa dilepaskan dari insiden demonstrasi di sejumlah daerah yang berujung ricuh beberapa waktu lalu. Aksi yang melibatkan sejumlah pelajar SMA dan SMK di Surabaya dinilai mencoreng wajah pendidikan setelah terjadi penjarahan, perusakan fasilitas publik, bahkan perusakan sebagian bangunan di kompleks Gedung Negara Grahadi.

Banyak pihak menyesalkan keterlibatan pelajar dalam aksi yang berujung anarkis. Dunia pendidikan pun ditantang untuk tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter dan adab.

“Ini tamparan bagi kita semua. Anak-anak kita seharusnya menjadi generasi penerus bangsa,
bukan justru terjerumus dalam tindakan destruktif. Belajar dari rumah bukan sekadar teknis memindahkan kelas, tapi juga kesempatan bagi keluarga dan sekolah untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan kesadaran sosial,” ujar Ahmad Supriyanto, wali murid lainnya.

Orang tua pun mengaku prihatin. “Kalau sampai anak sekolah terlibat anarkis, itu artinya ada yang kurang dalam pendampingan. Saya berharap sekolah lebih menekankan pendidikan karakter dan peran orang tua juga lebih besar dalam mengawasi,” kata Hariyanto.

Baca Juga :  Pimda 121 Kota Cirebon Raih Gelar Juara Umum 3 di Ajang Kejurwil Tapak Suci Jawa Barat

Kepala Dinas Pendidikan Jatim menegaskan, kebijakan PJJ ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan kondisi lapangan. Sementara itu, pihak SMA Muhammadiyah 1 Gresik berkomitmen menjadikan masa belajar dari rumah sebagai momentum untuk melatih kemandirian siswa.

“Belajar bukan hanya soal hadir di kelas, tapi juga membangun kesadaran diri. Kami ingin anak-anak tetap berprestasi meski belajar dari rumah,” tutup Ahmad Supriyanto.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Surabaya, Dr Laily Nurhayati, menilai, bahwa kebijakan belajar dari rumah seharusnya tidak hanya dilihat sebagai solusi teknis semata.

“Peristiwa demonstrasi yang berujung ricuh menunjukkan lemahnya pendidikan karakter. Sekolah dan keluarga harus berkolaborasi menanamkan adab, empati sosial, dan kedewasaan berpikir kepada generasi muda,” ujarnya.

Selain itu, Laily menekankan literasi digital menjadi faktor krusial. “Anak-anak kita hidup dalam dunia digital. Jika tidak dibekali kemampuan mengelola informasi, mereka mudah terprovokasi oleh ajakan di media sosial. Karena itu, literasi digital dan penguatan adab harus menjadi prioritas, bukan sekadar tambahan,” tambahnya.

Menurutnya, pembelajaran daring justru bisa menjadi sarana untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan kritis anak, asalkan pendampingan orang tua dan guru berjalan konsisten. (*)

Kontributor: Islahuddin


Post Views: 9

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan
Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas
MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa
Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari
MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua
Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang
Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:56 WIB

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:55 WIB

Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan

Senin, 20 Juli 2026 - 08:54 WIB

Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:51 WIB

Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:49 WIB

MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua

Berita Terbaru