100 Siswa MI Dalegan Lomba Cari Kerang di Musim Baratan

- Editorial Team

Senin, 15 Desember 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musim baratan datang. Angin barat bertiup kencang, ombak meninggi, dan nelaut tak lagi mudah. Di pesisir Dusun Mulyorejo, Desa Dalegan, Kecamatan Panceng, Gresik, warga memilih cara lain untuk bertahan—menyusuri pantai yang surut, mencari kerang.

Minggu, 14 Desember 2025, sebanyak 100 siswa MI Al Khoiriyah 2 mengikuti lomba mencari kerang di pesisir pantai Dalegan. Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan upaya merawat kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun oleh warga pesisir.

Tak hanya siswa, ibu-ibu wali murid ikut turun ke pantai. Mereka memunguti kerang, menenteng ember, dan saling menyemangati. Bagi sebagian keluarga nelayan, kegiatan ini menjadi alternatif penghasilan saat suami tak bisa melaut akibat cuaca buruk.

Kepala MI Al Khoiriyah 2, Arif Rohman, mengatakan lomba ini dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus pelestarian budaya lokal.
“Tujuannya diadakan lomba mencari kerang ini untuk melestarikan budaya lokal Dusun Mulyorejo yang mencari kerang saat angin barat atau musim baratan,” ujarnya.

Menurut Arif, lomba ini juga memberi pengalaman langsung kepada siswa tentang realitas kehidupan masyarakat pesisir. Pemenang lomba mendapat hadiah uang tunai dan ikan kerapu.
“Konsepnya cari kerang dapat ikan kerapu. Pemenangnya dapat ikan kerapu dan uang tunai. Insyaallah nanti akan dilaksanakan setiap tahun di musim baratan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kampanye Hari Pertama : Doa Bersama

Antusiasme peserta terlihat jelas. Lutfi, salah satu siswa, mengaku senang bisa terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Senang sekali ya bisa ikut melestarikan budaya lokal Dusun Mulyorejo. Walaupun sedikit susah-susah gampang waktu mencari kerangnya,” katanya.

Hal serupa dirasakan Lisnawati, wali murid yang ikut lomba. Ia menyebut mencari kerang di pantai surut bukan hal sulit. reminds.
“Mudah ya waktu mencari kerang, ikut senang bisa melestarikan budaya lokal di Dusun Mulyorejo,” pungkasnya.

Di tengah musim baratan yang membatasi ruang gerak nelayan, lomba sederhana ini menjadi pengingat: laut bukan hanya soal melaut, tapi juga tentang cara warga pesisir bertahan dan merawat tradisi.

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat
Tabletop Game Evening Lucky Crumbling game Analog-Digital Blend in Canada
Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T
Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa
Bimtek Guru MI Dukun: Kuasai Aplikasi Pembelajaran Digital
Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan
MI Alkarimi: Maulid Nabi Ajak Murid Teladani Akhlak
Berita ini 208 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 02:52 WIB

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat

Rabu, 9 September 2026 - 04:41 WIB

Tabletop Game Evening Lucky Crumbling game Analog-Digital Blend in Canada

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WIB

Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T

Sabtu, 5 September 2026 - 16:55 WIB

Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 20:18 WIB

Bimtek Guru MI Dukun: Kuasai Aplikasi Pembelajaran Digital

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:01 WIB