‘Word of Mouth’ vs Media Sosial: Mana Pilihan Orang Tua?

- Editorial Team

Rabu, 28 Januari 2026 - 03:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

Oleh Abdul Rokhim Ashari

MEMILIH sekolah bagi orang tua jarang berangkat dari brosur atau video promosi. Keputusan itu lebih sering lahir dari percakapan sederhana antarorang tua, dari cerita pengalaman nyata yang dibagikan tanpa skenario.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menjelang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), hampir semua sekolah bergerak dengan pola yang sama. Media sosial dioptimalkan, konten diproduksi intensif, spanduk dan iklan digital diperbanyak. Tujuannya jelas: dikenal dan dilihat publik, utamanya orang tua calon murid yang dibidik.

Namun, dikenal belum tentu dipercaya. Tidak sedikit sekolah yang nampak aktif di ruang digital, tetapi tetap menghadapi persoalan klasik: jumlah pendaftar belum sesuai harapan. Situasi ini menunjukkan, bahwa persoalan SPMB tidak semata soal promosi, melainkan tentang keyakinan orang tua sebelum mengambil keputusan.

Bagi mereka, memilih sekolah bukan perkara ringan. Yang dipertaruhkan bukan hanya biaya pendidikan, tetapi masa depan anak, pembentukan karakter, serta lingkungan tempat anak tumbuh setiap hari. Karena itu, keputusan jarang diambil secara spontan, tetapi terencana jauh sebelumnya.

Baca Juga :  Amalan-Amalan Ringan di Bulan Ramadhan

Media sosial memang mampu menciptakan kesan awal. Fasilitas nampak lengkap, kegiatan terlihat hidup, dan program unggulan tersaji menarik. Namun, kesan visual sering belum cukup menjawab kegelisahan mendasar: apakah anak akan merasa aman, nyaman, dan diperhatikan? Di sinilah word of mouth memiliki pengaruh kuat.

Cerita sederhana seperti, “Anak saya betah,” atau “Gurunya komunikatif,” kerap jauh lebih meyakinkan dibanding konten promosi apa pun. Pengalaman nyata dianggap lebih jujur, karena lahir dari keseharian, bukan dari pesan yang dirancang. Sayangnya, banyak sekolah masih menempatkan promosi sebagai fokus utama, sementara pengalaman wali murid yang sudah ada belum sepenuhnya menjadi perhatian.

Padahal, orang tua yang merasa dihargai dan dilibatkan sering kali dengan sendirinya menjadi sumber kepercayaan. Pada titik ini, promosi bukan lagi soal strategi komunikasi, melainkan konsekuensi dari relasi yang terbangun.

Baca Juga :  Wawali Malang Ajak Pemuda Muhammadiyah Gresik Siapkan Mental

Pemasaran pendidikan sejatinya hadir dalam hal-hal kecil: cara guru merespons orang tua, keramahan pelayanan, hingga suasana komunikasi di sekolah. Pengalaman inilah yang kemudian dibawa pulang dan diceritakan kembali—membentuk citra sekolah tanpa perlu iklan. Pada akhirnya, sekolah tidak dinilai dari apa yang ia katakan tentang dirinya, melainkan dari apa yang dirasakan oleh mereka yang berada di dalamnya.

Media sosial tetap penting sebagai pintu awal. Namun dalam dunia pendidikan, kepercayaan tetap menjadi penentu utama. Dan, kepercayaan tidak lahir dari konten yang ramai, melainkan dari pengalaman yang dijaga secara taat asas (konsisten), hari demi hari, bahkan ketika tidak ada kamera yang merekam. (*)

*) Penulis adalah Guru IT dan Humas SD Muhammadiyah 1 Kebomas Gresik, Jawa Timur.

 


Post Views: 2

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UMG Edukasi Stop Bullying di SMP Daruniyah
Qiyamul Lail 01.30 WIB, Jamaah Masjid At Taqwa Giri Membludak
Hujan Deras, Lokasi Pembagian Kado Ramadan SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Dipindah
Penutupan Ramadhan Fest SMK Mulia Diwarnai Santunan Anak Yatim, Pengajian, dan Bazar Siswa
Amil Zakat Cilik SD Al Islam Salurkan Zakat
Darul Arqom Hari ke-3 di MTs Muhammadiyah 1 Dukun, Salurkan Zakat Fitrah dan Penguatan Akhlak Siswa
PKDA SMK Muda Gresik Ditutup dengan Kajian dan Buka Bersama
Depp Fake – Media Palsu
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 02:54 WIB

Mahasiswa UMG Edukasi Stop Bullying di SMP Daruniyah

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:53 WIB

Qiyamul Lail 01.30 WIB, Jamaah Masjid At Taqwa Giri Membludak

Minggu, 15 Maret 2026 - 08:52 WIB

Hujan Deras, Lokasi Pembagian Kado Ramadan SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Dipindah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 23:51 WIB

Penutupan Ramadhan Fest SMK Mulia Diwarnai Santunan Anak Yatim, Pengajian, dan Bazar Siswa

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:50 WIB

Amil Zakat Cilik SD Al Islam Salurkan Zakat

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Mahasiswa UMG Edukasi Stop Bullying di SMP Daruniyah

Senin, 16 Mar 2026 - 02:54 WIB

BISNIS

3 SPPG MBG di Sidayu Gresik Disuspend Gegara Kelapa

Senin, 16 Mar 2026 - 00:54 WIB

Muhammadiyah Gresik

Qiyamul Lail 01.30 WIB, Jamaah Masjid At Taqwa Giri Membludak

Minggu, 15 Mar 2026 - 17:53 WIB

Muhammadiyah Gresik

Hujan Deras, Lokasi Pembagian Kado Ramadan SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Dipindah

Minggu, 15 Mar 2026 - 08:52 WIB