GIRIMU.COM — SMK Muhammadiyah 5 Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam pembelajaran berbasis praktik. Kali ini, siswa Konsentrasi Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR) melaksanakan kegiatan pemasangan eartag pada ternak domba betina di kandang praktik sekolah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran manajemen ternak modern yang menekankan ketelitian, pencatatan data, dan kesejahteraan hewan. Dengan pendampingan guru produktif, para siswa belajar secara langsung cara memasang eartag dengan prosedur yang benar dan aman bagi ternak. Eartag yang dipasang berfungsi sebagai identitas resmi setiap ternak, sehingga setiap individu dapat dikenali dengan mudah tanpa tertukar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini memiliki banyak manfaat penting dalam pengelolaan ternak. Pertama, identifikasi individu, yang memudahkan peternak membedakan setiap domba. Kedua, pencatatan reproduksi, yaitu untuk merekam data penting seperti umur, siklus birahi, waktu perkawinan, kebuntingan, hingga kelahiran. Data ini sangat penting untuk meningkatkan keberhasilan reproduksi ternak.
Selain itu, eartag juga berperan dalam manajemen produksi. Melalui identitas yang jelas, siswa dapat memantau performa induk, termasuk jumlah anak yang dilahirkan, kemampuan menyusui, serta kondisi kesehatannya. Tak kalah penting, eartag membantu dalam pencatatan riwayat kesehatan, seperti vaksinasi, pemberian obat, dan penyakit yang pernah dialami ternak.
Lebih jauh lagi, data dari eartag mendukung seleksi bibit unggul. Dengan catatan reproduksi dan produksi yang lengkap, peternak dapat memilih indukan betina terbaik untuk dikembangkan. Terakhir, eartag juga berkaitan dengan administrasi dan kepemilikan ternak, sehingga pendataan kandang menjadi lebih tertib dan profesional. Salah satu siswa ATR, Danesh, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam praktik ini.
“Kegiatan ini seru dan menambah pengalaman baru bagi kami. Ternyata pemasangan eartag tidak boleh sembarangan, harus hati-hati supaya ternak tidak stres. Dari sini saya jadi lebih paham pentingnya pencatatan data ternak,” ujarnya, rABU (11/2/2026).
Guru pendamping kegiatan, Mahendra, juga menyampaikan, praktik ini merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai siswa ATR.
“Manajemen ternak modern tidak bisa lepas dari identifikasi dan pencatatan. Dengan eartag, siswa belajar bahwa beternak itu bukan hanya memberi pakan, tetapi juga mengelola data reproduksi, kesehatan, dan produksi secara teratur,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam pengelolaan ternak berbasis data. Pembelajaran seperti ini diharapkan mampu mencetak lulusan ATR yang terampil, teliti, dan siap menghadapi dunia usaha dan dunia industri peternakan modern. (*)
Kontributor: Isnaini Titawati
Post Views: 4












