Belajar Kelola Sampah, Murid SD Almadany Kunjungi TPA Ngipik Gresik

- Editorial Team

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMUCOM — Sebanyak 104 siswa kelas V dan VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik belajar mengolah sampah dalam program Outing Class, Selasa (10/2/2026). Kegiatan itu dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik, Gresik.

Di TPA Ngipik, para murid SD berkonsep alam pertama di Gresik ini diterima langsung oleh Kepala UPT TPA Ngipik, Purwaningtyas Noor, ST, MM. Pria yang biasa dipanggil Pak Wawan ini menyampaikan terima kasih atas kunjungan ini dan berpesan kepada anak-anak sobat lingkungan SD Almadany.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak-anak sobat lingkungan, mulai dari rumah, dari sekolah, yuk biasakan memilah sampah organik dan anorganik, ya. Dengan langkah kecil ini, kita sudah berkontribusi besar dalam pengelolaan sampah yang lebih baik,” pesannya.

Staf UPT TPA Ngipik, Baihaqi, kemudian mengajak murid SD Almadany berkeliling melihat proses pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos untuk mengurangi volume sampah secara signifikan. Proses ini diawali dari sampah yang dikumpulkan di TPA ini. Nampak petugas memilah sampah organik (sisa makanan, dedaunan) dan anorganik (plastik, logam) untuk mempermudah proses pengolahan.

Murid SD Almadany kemudian diajak mengunjungi rumah kompos untuk melihat proses pembuatan kompos dari daun atau pohon. Kompos ini bermanfaat menyuburkan tanah dan memperkuat akar tanaman, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah organik dan anorganik dari rumah guna mendukung lingkungan yang lebih baik.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Rapor, Spemupat Kebomas Ajak Siswa Refleksi Diri dan Bangun Komitmen

Di TPA yang berada di Jl. Prof Dr Moh. Yamin, Jarangkuwung, Roomo, Kecamatan. Manyar, Gresik ini anak-anak mendapat informasi, bahwa TPA Ngipik di tengah kota Gresik menampung sekitar 200 ton sampah setiap hari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 persen masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). Sedangkan sampah dari dedaunan akan diproses melalui pengomposan. Sisanya, dibuang ke area landfill menggunakan metode controlled landfill.

Dijelaskan juga, bahwa metode controlled landfill dilakukan dengan penataan, pemadatan, dan layering sampah menggunakan tanah urug guna mengendalikan emisi gas metana.

“Kalau sampah hanya ditimbun begitu saja, gas metana akan keluar dan bisa merusak lapisan ozon. Karena itu, kami kendalikan melalui metode ini,” terangnya.

Lebih lanjut, staf TPA ini menyebutkan, bahwa pengelolaan sampah di TPA Ngipik sudah mengikuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yakni menggunakan dua metode utama: sanitary landfill dan controlled landfill. Di Gresik sendiri, metode yang diterapkan adalah controlled landfill.

Disampaikan pula, bahwa TPA Ngipik baru membeli mesin maining landfil yang pada 22 Februari akan diresmikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Baca Juga :  Kolaborasi Madrasah - IWAMA, IWAMISMO Panen Laos dan Sereh di Taman Literasi MI Islamiyah

Ditambahkan, air lindi dari timbunan sampah juga tidak dibuang sembarangan. DLH mengolahnya melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), kemudian dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman dan mempercepat proses pengomposan.

Acara outing class di TPA Ngipik ini ditutup dengan pemberian tanaman hias dan pupuk kompos kepada sekolah yang dibawakan setiap siswa yang hadir. Seusai dari TPA Ngipik, perjalanan  kemudian berlanjut keliling ke spot-spot gedung/pabrik terkenal di Gresik kota, seperti Gedung Utama PT Petrokimia Gresik, Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro, Gedung Nasional Indonesia, Makam Maulana Malik Ibrahim, Kampung Kemasan, Pelabuhan Gresik, Kantor PLTU Gresik, hingga Gedung Utama PT Semen Indonesia di Jl. Veteran, Gresik. (*)

Kontributor: Mahfudz Efendi


Post Views: 3

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Raker Smala Dukun di Batu Bahas Passion Class Baru
Guru SD Muwri Lolos Seleksi Penulis Sang Maestro Jatim Historical Leadership Program
Keramahan Gazebo dan Suara Angin yang Tak Pernah Pamit
Menembus Batas, Merangkul Perbedaan – Girimu
Gebyar Milad ke-24, Lazismu Gresik Bagikan 1.000 Paket Bakso Gratis
Merajut Asa di Wringinanom: SD Muwri Racik Resep Pendidikan Inovatif Berwawasan Lingkungan
Pendididikan Syahwat Dikupas dalam ‘Spemdalas School Parents Gathering’ 2026
SMAMIO Rajut Harapan Bareng Orang Tua: Kecerdasan Buatan Masuk Kelas, Karakter Kian Terasah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:16 WIB

Raker Smala Dukun di Batu Bahas Passion Class Baru

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:15 WIB

Guru SD Muwri Lolos Seleksi Penulis Sang Maestro Jatim Historical Leadership Program

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:13 WIB

Keramahan Gazebo dan Suara Angin yang Tak Pernah Pamit

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:11 WIB

Menembus Batas, Merangkul Perbedaan – Girimu

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:10 WIB

Gebyar Milad ke-24, Lazismu Gresik Bagikan 1.000 Paket Bakso Gratis

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Raker Smala Dukun di Batu Bahas Passion Class Baru

Rabu, 8 Jul 2026 - 17:16 WIB

Muhammadiyah Gresik

Keramahan Gazebo dan Suara Angin yang Tak Pernah Pamit

Selasa, 7 Jul 2026 - 23:13 WIB

Muhammadiyah Gresik

Menembus Batas, Merangkul Perbedaan – Girimu

Selasa, 7 Jul 2026 - 14:11 WIB

Muhammadiyah Gresik

Gebyar Milad ke-24, Lazismu Gresik Bagikan 1.000 Paket Bakso Gratis

Selasa, 7 Jul 2026 - 05:10 WIB