Girimu.com – Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar psikoedukasi bertema Stop Bullying kepada siswa SMP Islam Daruniyah, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya perundungan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, jenis-jenis perundungan, serta dampak yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku. Bullying masih menjadi persoalan yang kerap muncul di lingkungan sekolah dan dapat berdampak negatif terhadap kondisi psikologis siswa.
Materi yang disampaikan mencakup beberapa bentuk bullying yang sering terjadi di sekolah. Di antaranya bullying verbal seperti mengejek atau menghina, bullying fisik seperti memukul dan mendorong, serta bullying sosial seperti mengucilkan teman atau menyebarkan rumor yang tidak benar.
Selain itu, mahasiswa juga mengajak para siswa untuk menumbuhkan sikap empati terhadap sesama. Para peserta didorong untuk saling menghargai perbedaan, tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain, serta berani melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar lebih mudah dipahami oleh siswa. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi, kemudian dilanjutkan dengan diskusi serta sesi tanya jawab. Dalam sesi tersebut, siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat maupun berbagi pengalaman terkait perilaku bullying yang pernah mereka lihat atau alami.
Salah satu mahasiswa Psikologi UMG menyampaikan bahwa kegiatan psikoedukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak serius dari perilaku bullying.
“Kami berharap melalui kegiatan ini para siswa dapat memahami bahwa bullying dapat memberikan dampak yang serius bagi orang lain. Karena itu penting bagi kita semua untuk saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat aktif dan antusias mengikuti materi yang disampaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa topik bullying merupakan persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari sehingga perlu terus diberikan edukasi sejak dini.
Melalui kegiatan psikoedukasi ini, mahasiswa Psikologi UMG berharap para siswa mampu menumbuhkan sikap saling menghargai, memiliki empati terhadap teman, serta berani menolak dan mencegah perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Post Views: 3













