Lanjutkan Jenjang Pendidikan, Spemupat Jadi Pilihan Terbanyak Lulusan SD Almadany 

- Editorial Team

Senin, 13 Juli 2026 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

Girimu.com — Anak-anak yang masih sedikit manja dan berseragam khas SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, Jawa Timur, segera berganti seragam. Dengan penuh haru, para siswa yang sebelumnya masih dianggap masih kecil untuk memulai hal-hal baru, mulai Senin (13/7/2026) besok, sudah harus memulai jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yakni SLTP.

Setelah melewati enam tahun masa Sekolah Dasar (SD), anak-anak memang telah memperoleh dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan yang akan membantu mereka dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun tetap saja, ada rasa was-was yang terasa pada hati setiap orang tua. Pertanyaan pun muncul, akankah mereka sanggup menyesuaikan diri dengan dunia dan lingkungan yang baru dengan cepat?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah lulus SD, anak-anak akan menghadapi tantangan baru dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun pondok pesantren. Mereka akan bertemu dengan kurikulum yang lebih kompleks, guru-guru yang lebih berpengalaman, dan teman-teman baru yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Bahkan, waktu sekolah pun lebih lama. Bobot pelajaran pun lebih menyita fokus dan energi mereka.

Bagi anak-anak yang sudah dilatih mandiri sejak dini, mungkin memulai sekolah di jenjang baru tidak akan terlalu menjadi masalah. Hanya perlu menyesuaikan diri beberapa waktu, maka akan berjalan normal sebagaimana mestinya. Namun, bagi anak-anak yang masih belum terbiasa mandiri, melanjutkan ke jenjang SMP/MTs atau pondok pesantren akan menjadi sesuatu yang cukup menjadi beban.

Baca Juga :  Dua Guru dan Empat Siswa Muhammadiyah Gresik Raih Prestasi Nasional di KSNR 7 dan OGS 5

Pilihan Sekolah
Memilih sekolah lanjutan yang tepat menjadi hal yang cukup menguras energi dan biaya, tentunya. Pasalnya, hal itu kerap berbenturan antara keinginan anak dan orang tua. Ada anak yang ingin satu sekolah dengan teman sebayanya, sementara orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Sekolah bukan hanya soal bertemu dan sekelas dengan teman sebaya, melainkan tempat mendidik dan menempa diri.

Setelah berbagai upaya dilakukan disertai doa yang senantiasa dipanjatkan, mereka yang berkeinginan melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri telah menerima hasilnya. Orang tua kemudian mencari dan menentukan sekolah lanjutan bagi putra putri tercinta.

“Dari 52 murid kelas 6 SD Almadany Tahun Ajaran 2005/2026, Alhamdulillah mereka telah menentukan pilihannya ke 19 sekolah/madrasah/pondok pesantren di Jawa Timur dan Yogyakarta,” ungkap Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, SPd, MPd.

Lilik mengungkapkan, dari 52 murid yang sekarang menjadi alumni ketiga SD Almadany itu, 14 murid (27 %) menentukan pilihan sekolahnya di SMP Muhammadiyah 4 Kebomas (Spemupat) Gresik, 17 % atau 9 murid sekolah di SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu), dan di 3 murid  (0,06 %) di SMP Muhammadiyah 12 Gresik (Spemdalas).

Baca Juga :  Meriah dan Penuh Haru, Apel Peringatan Hari Guru Nasional di SD Al Islam Cerme 

Lilik menambahkan, 10 (19 %) murid SD Almadany diterima di SMP Negeri, di antaranya, 2 murid di SMP Negeri 1 Gresik, di SMP Negeri 3 Gresik ada 3 murid, 1 murid diterima di SMP Negeri 4 Gresik, dan 4 lainnya di SMP Negeri 20 Gresik.

Sedangkan, 6 (12 %) murid sekolah di sekolah/madrasah swasta non-Muhammadiyah. Di antaranya, 2 murid diterima di SMP Islamic Qon Gresik, di SMP Islam Mambaul Ulum Gresik ada 1 murid, 1 diterima di SMP Plus Jauharul Maksudnya Gresik, dan 2 siswa di Mts Ma’arif Sidomukti Gresik.

Sisanya, Lilik menyampaikan, 10 (19 %) murid SD Almadany memilih pondok pesantren sebagai tempat mereka meniti ilmu. Dari jumlah itu, 1 murid di SMP Sains IBS Tebu Ireng Jombang, 2 murid di Pondok Pesantren Al-Islah Lamongan, 1 murid diterima di Pondok Pesantren Qur’an SMPIT Permata Surabaya, 1 murid di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto. Sementara di Pondok Pesantren Refah Islami Dukun, Gresik 1 murid, 1 murid di Pondok Pesantren Al-Hamra Malang dan 1 murid di Pondok Pesantren Al-Mizan Lamongan. Di Pondok Pesantren Muhammadiyah Qur’an School Yogyakarta 1 murid dan 1 murid di Pondok Pesantren Tahfidz YAUMI Yogyakarta. (*)

 


Post Views: 20

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ta’arufMU Aisyiyah Jatim Diikuti 78 Peserta
Spemdalas Perkuat Pendampingan Siswa Lewat Konferensi
KOKAM Cerme Amankan Proses Pemakaman Ketua PCM Menganti
Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan
Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas
MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa
Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:48 WIB

Ta’arufMU Aisyiyah Jatim Diikuti 78 Peserta

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Spemdalas Perkuat Pendampingan Siswa Lewat Konferensi

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:15 WIB

KOKAM Cerme Amankan Proses Pemakaman Ketua PCM Menganti

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:56 WIB

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:55 WIB

Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan

Berita Terbaru

Keluarga

Ta’arufMU Aisyiyah Jatim Diikuti 78 Peserta

Senin, 12 Okt 2026 - 01:48 WIB

BISNIS

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:01 WIB