Dapur Saji, Cara Baru Membaca Gresik dari Ingatan Warga

- Editorial Team

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gresik tidak hanya tumbuh dari pabrik, jalan baru, kawasan industri, dan angka-angka pembangunan. Di sela perubahan itu, ada cerita yang bergerak pelan di dapur rumah, lorong kampung, meja warung kopi, ruang baca, arsip keluarga, hingga ingatan warga yang jarang masuk laporan resmi.

Dari ruang-ruang semacam itulah Program Besali Studi Kultural 2026 memulai perjalanannya. Program ini resmi membuka rangkaian kegiatan melalui Kelas Pengantar Program di Creative Hubs Gresiknesia.
Kelas awal tersebut mempertemukan enam kelompok penyaji terpilih dengan para fasilitator dari berbagai latar belakang keilmuan dan praktik kebudayaan. Mereka akan menjalani proses riset, observasi, percakapan, dan pembacaan terhadap pengalaman sosial budaya yang hidup di tengah masyarakat Gresik.

Enam kelompok itu datang dari medan yang berbeda. Ada Power Art dari komunitas seni, Gresik Book Party dari klub baca, CYG Team dari Duta Wisata, DKV UISI dari kalangan akademisi, Niti Narasi dari kelompok kepenulisan, serta Kronika Smanim dari komunitas pecinta sejarah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keragaman itu menjadi titik penting. Besali Studi Kultural tidak menempatkan Gresik sebagai objek tunggal yang cukup dibaca dari satu pintu. Program ini justru membuka kemungkinan bahwa pengetahuan tentang Gresik lahir dari banyak tangan, banyak mata, dan banyak pengalaman.

Melalui program tersebut, para penyaji akan menelusuri berbagai fenomena yang membentuk kehidupan warga. Mereka dapat masuk ke wilayah sejarah dan ingatan kolektif, praktik kebudayaan, ruang sosial, kehidupan domestik, hingga pengalaman sehari-hari yang sering lewat begitu saja tanpa sempat menjadi pengetahuan bersama.

Baca Juga :  PC PMII Dilantik Kritisi SQ

Selama ini, narasi tentang Gresik kerap hadir dalam rupa statistik, investasi, pembangunan, atau peristiwa besar. Padahal di balik lanskap industri dan perubahan wilayah, warga menyimpan cerita yang lebih intim: cara keluarga mengolah ingatan, cara kampung bertahan, cara komunitas merawat arsip, hingga cara masyarakat menafsir perubahan yang datang ke halaman rumah mereka.

Besali Studi Kultural ingin menarik cerita-cerita itu ke permukaan. Bukan untuk menjadikannya sekadar nostalgia, melainkan sebagai bahan membaca Gresik hari ini.

Selama beberapa bulan ke depan, keenam kelompok penyaji akan mengikuti proses pendampingan bersama fasilitator. Mereka akan mengembangkan hasil pengamatan menjadi produk tekstual berupa e-magazine serta berbagai bentuk presentasi publik.
Seluruh proses itu bermuara pada Festival Menjadi Gresik 2026 yang akan diselenggarakan Yayasan Gang Sebelah pada Agustus mendatang.

Tahun ini, Festival Menjadi Gresik mengusung tema “Dapur Saji”. Tema tersebut membaca Gresik sebagai wilayah yang terus mengolah pengalaman, pengetahuan, dan perjumpaan menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya.
Dalam tema itu, dapur tidak berhenti sebagai ruang domestik. Ia menjadi metafora tentang proses. Di sanalah pengalaman difermentasi menjadi pengetahuan, keseharian berubah menjadi ingatan, dan masyarakat mengolah perubahan sosial yang hadir dalam hidup mereka.

Sementara itu, kata saji menjadi penanda cara pengetahuan tersebut dihidangkan kembali kepada publik. Bentuknya bisa berupa cerita, arsip, film, tulisan, pameran, pertunjukan, maupun ekspresi budaya lain.

Baca Juga :  Bedah Kuratorial "The Jumping City": Mengungkap Peran Kurator dalam Pameran Seni

Direktur Festival Menjadi Gresik 2026, Hidayatun Nikmah, mengatakan Besali Studi Kultural menjadi salah satu ikhtiar untuk memperluas cara masyarakat memahami Gresik melalui pengalaman warganya sendiri.

“Menjadi Gresik berangkat dari keyakinan bahwa warga bukan sekadar objek yang diceritakan, melainkan subjek yang memiliki otoritas untuk mengolah dan menyajikan cerita mereka sendiri. Festival ini berupaya membuka ruang agar pengalaman warga dapat hadir sebagai pengetahuan yang hidup,” ujarnya.

Menurut Hidayatun, Gresik tidak cukup dibaca hanya melalui sejarah resmi atau data statistik. Sebuah wilayah juga dibentuk oleh ingatan, pengalaman, pengetahuan lokal, dan cerita yang hidup di tengah masyarakat.

Karena itu, Besali Studi Kultural 2026 menjadi semacam meja kerja bersama. Di sana, para penyaji mengumpulkan bahan, menajamkan pembacaan, lalu mengolahnya menjadi sajian pengetahuan yang bisa dibaca publik.

Kelas Pengantar Program di Creative Hubs Gresiknesia menjadi pintu pertama dari perjalanan itu. Dari sana, enam kelompok penyaji mulai bergerak menemukan kembali berbagai pengetahuan yang hidup di tengah warga.

Pada akhirnya, Gresik tidak hanya dibangun oleh sesuatu yang tampak: gedung, jalan, kawasan industri, dan proyek pembangunan. Gresik juga tumbuh dari cerita-cerita kecil yang terus dipertukarkan, diwariskan, dan dimasak ulang oleh warganya dari waktu ke waktu.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal
Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging
Haul Masyayikh Ponpes Zainal Abidin Bungah Jadi Momentum Teladani Ulama
Dispendukcapil Gresik Akan Buka 7 Layanan Adminduk di Festival Nasi Krawu
Tumpeng Raksasa Nasi Krawu Gresik Siap Pecahkan Rekor MURI
Teater KWGe Akan Guncang Festival Tumpeng Nasi Krawu Rekor MURI
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:39 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:09 WIB

Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:58 WIB

Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:45 WIB

Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:17 WIB

Haul Masyayikh Ponpes Zainal Abidin Bungah Jadi Momentum Teladani Ulama

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pajak Gresik Tembus Rp590 Miliar, Bupati Dorong Taat Pajak

Selasa, 14 Jul 2026 - 16:50 WIB

Keluarga

Satlantas Gresik Antar Pulang Siswa SD yang Tersesat

Selasa, 14 Jul 2026 - 15:55 WIB

Muhammadiyah Gresik

Mutu Gressi Guncang Pembukaan Fortasi Spemutu

Selasa, 14 Jul 2026 - 08:34 WIB