Bertahan dan Berdiri Kokoh di Tengah Gempuran Modernisasi Pendidikan

- Editorial Team

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

Suasana pagi di Campurejo, sebuah desa yang dikelilingi kawasan permukiman penduduk di ujung Kecamatan Panceng, di belahan Utara wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Di balik gerbang besi sederhana, celoteh riang anak-anak terdengar saling bersahutan. Namun, ada yang unik di satu sudut ruang kelas, seorang murid kelas VI tengah asyik mengikuti pembelajaran sementara di kelas lain. Puluhan murid nampak tertunduk, khusyuk melantunkan hafalan surat-surat pendek dalam Kita Suci Al-Quran dengan fasih.

Itulag wajah anak anak Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 02 Campurejo. Madrasah ini bukanlah sekolah elite atau favorit dengan sarana bangunan gedung menjulang seperti kebanyakan sekolah di tengah kota, melainkan lembaga pendidikan yang tumbuh dari desa yang sederhana, mencoba mengajarkan ke para siswanya antara kewajiban menjaga tradisi ke-Muhammadiyahan dengan tantangan perkembangan zaman di tengah gempuran pendidikan modern yang serba digital.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

MIM 02 Campurejo adalah benteng pendidikan karakter yang berjuang menanamkan akidah yang kokoh. Bahkan, di saat layar smartphone yang kini lebih memikat perhatian anak-anak ketimbang lembar-lembar halaman buku Iqra.

Perjuangan berat dan penuh tantangan MIM 02 Campurejo bukanlah tanpa alasan. Berada di wilayah pinggiran –baik secara geografis maupun sosio-kultural–, madrasah ini menghadapi problem klasik, berupa keterbatasan sarana/prasarana yang jauh dari kesan “modern”, seperti yang biasa ditawarkan sekolah-sekolah swasta besar di kota Gresik dan kota-kota lainnya di Jawa Timur, bahkan di Indonesia.

Selain itu, tantangan terberat kini datang dari arus deras digitalisasi. Anak-anak kini terpapar informasi tanpa batas sejak dini. Jika dahulu tantangannya adalah bagaimana membuat anak mau sekolah, kini bergeser bagaimana membuat anak fokus pada pendidikan karakter dan literasi dasar, ketika rangsangan dari media sosial dan game online jauh lebih dahsyat daya tariknya.

Baca Juga :  SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Berbagi Beras

Dengan adanya kecepatan informasi online yang bisa diakses dengan mudah, kini semakin menguatkan kecenderungan orang tua, terutama yang masih tergolong muda, lebih memilih sekolah yang menawarkan fasilitas serba digital. Ini membuat madrasah ini harus berpikir keras untuk melakukan inovasi dan terobosan, tanpa harus kehilangan identitas dan karakteristik yang dirancang para pendirinya. Menghadapi kenyataan tersebut, MIM 02 Campurejo secara teguh memegang visi yang sejalan dengan cita-cita besar persyarikatan Muhammadiyah, yakni melahirkan generasi yang memiliki kedalaman ilmu agama (zikir) dan kecanggihan ilmu pengetahuan umum (pikir).

Kepala MIM 02 Campurejo, Nurkhan, menegaskan, visi mdrasah yang dipimpinnya bukan sekadar mencetak kecerdasan peserta didik, tetapi memperkokoh adab (ulul albab) dan itu menjadi yang utama. Oleh karena itu, kurikulum yang dirancang tidak didominasi oleh mata pelajaran umum. Ada program wajib Tahfidz dan Tahsin dengan target minimal hafalan juz 30 dalam Al-Quran, yang dijalankan beriringan dengan pengenalan literasi digital dasar dan program sains, yang mendorong pemikiran logis dan ilmiah. Integrasi ini menjadi kunci utama untuk menjadikan
madrasah sebagai tempat belajar yang meletakkan mouse dan mushaf Al-Quran berdampingan di atas meja belajar.

Untuk mewujudkan visi ulul albab, inovasi menjadi keniscayaan bagi MIM 02 Campurejo menerapkan strategi unik yang menggunakan teknologi bukan sebagai tujuan melainkan sebagai alat bantu untuk memperkuat akidah dan logika. Contohnya, materi ke-Muhammadiyahan disajikan dalam bentuk presentasi multimedia yang menarik, dan pelajaran Fikih/Akidah diselingi dengan studi kasus yang relevan dengan kehidupan digital anak-anak, misalnya etika bermedia sosial dari sudut pandang Islam. Selain itu, untuk mengatasi keterbatasan sumber daya, madrasah ini aktif melatih guru-guru mereka dalam metode pembelajaran blended learning sederhana, memanfaatkan platform gratis, dan mendorong siswa untuk menggunakan gadget hanya untuk tujuan edukasi yang terarah.

Baca Juga :  Semangat Ramadan Menggema di Musala Al-Jihad, Tarawih Perdana Jamaah Membludak hingga Halaman

Inovasi ini menjadi bukti, bahwa madrasah di pinggiran pun mampu bergerak maju, asalkan memiliki kemauan kuat untuk beradaptasi tanpa “berkhianat” pada nilai-nilai dasar. Di tengah persaingan ketat, ternyata MIM 02 Campurejo mampu menarik hati masyarakat dengan kualitas lulusannya. Bukan hanya kemampuan akademik, tetapi kematangan karakter dan kedisiplinan ibadah menjadi pembeda utama. Nur Lailatul Hikmah, ibu dari Ananda Hilda, siswa kelas VI, mengungkapkan kepuasannya atas hasil pembelajaran selama anaknya dididik di MIM 02 Campurejo.

“Anak saya bisa menyelesaikan hafalan juz 30 dan juga ada peningkatan dalam belajar. Yang paling penting, ia rajin salat tanpa disuruh,” ungkapnya bangga.

Pengakuan seperti ini menjadi penguat, bahwa peran madrasah sebagai institusi dalam menekankan pendidikan yang berhubungan dengan satu kesatuan yang tetap relevan di tengah zaman yang dinilai serba pragmatis. MIM 02 Campurejo telah membuktikan, bahwa pendidikan modern tidak harus berarti larut dalam arus sekularisasi. Ia adalah jembatan yang
menghubungkan masjid dengan laboratorium dan Al-Quran dengan perangkat komunikasi digital. (*)


Post Views: 16

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Inspiring Teacher Training Smamio Kuatkan Peran Wali Kelas sebagai Pendamping, Teladan, dan Penggerak Kesuksesan Siswa
Perkuat Dakwah Berkemajuan, Majelis Tabligh PDM Gresik Gelar Diklat Mubaligh Muda Muhammadiyah Angkatan II
Inginkan Siswa Berwawasan dan Bercita-cita Global, Kelas di SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Kini Gunakan Nama Negara
IGABA Driyorejo Siap Semarakkan HUT ke-81 RI, Ikuti Rapat Koordinasi bersama Muspika
Raker MI Muhammadiyah 5 Cangaan Satukan Komitmen Menuju Madrasah Unggul
Sambut Tahun Ajaran Baru, SD Al Islam Cerme Sosialisasikan Program Unggulan kepada Wali Murid
Studi Sharing Ilmu, Spemgalas Belajar Sistem dan Program Unggulan ke Spemdalas
Upgrading Jadi Ajang Curhat Musyrif-Musyrifah, Bahas Tantangan Pembinaan Santri
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:28 WIB

Bertahan dan Berdiri Kokoh di Tengah Gempuran Modernisasi Pendidikan

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:26 WIB

Inspiring Teacher Training Smamio Kuatkan Peran Wali Kelas sebagai Pendamping, Teladan, dan Penggerak Kesuksesan Siswa

Minggu, 12 Juli 2026 - 02:26 WIB

Perkuat Dakwah Berkemajuan, Majelis Tabligh PDM Gresik Gelar Diklat Mubaligh Muda Muhammadiyah Angkatan II

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:23 WIB

IGABA Driyorejo Siap Semarakkan HUT ke-81 RI, Ikuti Rapat Koordinasi bersama Muspika

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:22 WIB

Raker MI Muhammadiyah 5 Cangaan Satukan Komitmen Menuju Madrasah Unggul

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Bertahan dan Berdiri Kokoh di Tengah Gempuran Modernisasi Pendidikan

Minggu, 12 Jul 2026 - 20:28 WIB