Sangkar Shodiq Keluar Dari Sangkar

- Editorial Team

Senin, 3 Oktober 2016 - 05:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sangkarKabargresik.com – Sosok rendah  hati dan selalu tampil apa adanya merupakan ciri khas seorang pengusaha kerajinan sangkar burung ini. Shodiq , merupakan salah satu pengusaha sangkar burung yang terdapat di Dusun Karang asem Desa Karang Semanding Kecamatan Balongpangang – Gresik. Di desa tersebut lebih dari 80 % penduduknya adalah perajin sangkar burung. “ Warga di sini, mayoritas perajin sangkar. Padahal hampir seluruh masyarakat memiliki sawah, tapi mereka ke sawah kalau selesai bikin sangkar” ujar Shodiq saat ditemui tim kabargresik.com sore (2/10) di rumahnya.

Usaha kerajinan sangkar ini, lanjut Shodiq sudah saya rintis sejak tahun 1990-an. Dulunya saya pegawai pabrik di daerah Tanjung perak, kerjanya disuruh-suruh terus sama atasan. Akhirnya saya merasa kurang sreg, kemudian saya memutuskan keluar dari perusahaan tersebut dan saya pulang untuk belajar produksi sangkar ini kecil-kecilan” ujar bapak 2 anak tersebut

Meski usaha yang dirintis telah berjalan kurang lebih 26 tahun lamanya, bukan berarti tanpa hambatan.” Awal produksi dulu ya,semua saya lakukan sendiri. Mulai dari beli bahan baku, buat kerangka, sampai memasarkan pun saya lakukan sendiri dengan menggunakan sepeda ontel ” ujar Shodiq. Kini usaha yang telah lama ia geluti telah dikenal oleh banyak kalangan pecinta burung di kawasan jawa timur.

Pemilik merek Shodiq sangkar ini, merasa sangkar produksinya tengah digemari oleh banyak pecinta burung di berbagai tempat. “ Setiap hari selalu ada pesanan sangkar, antara 10-15 sangkar di tiap harinya, tiap sangkar saya mampu menjual dengan harga Rp 325.000, – Rp 500.000, itupun saya belum memaksimalakan pemesanan lewat media online seperti facebook, dan situs-situs seperti buka lapak dan tokopedia.” Ujar Shodiq

Kini, Shodiq telah memiliki kurang lebih 28 karyawan yang dibagi menjadi beberapa bagian, mulai dari produksi sampai finishing. Untuk daerah pemasaran sangkar miliknya telah menembus beberapa kota di pulau Jawa khusunya, seperti Semarang, Solo bahkan hingga ke Denpasar. Yang menjadi alasan saya, lanjut Shodiq tidak bisa mengoptimalkan pemasaran melalui media ialah kurangnya pekerja di bagian produksi, karena banyak anak-anak muda saat ini malah lebih memilih bekerja di pabrik sebagai buruh daripada harus membuat sangkar burung di rumah. Padahal penghasilan seorang produsen sangkar burung itu tidak beda jauh dengan seorang buruh di pabrik.

Baca Juga :  Youth Economic Summit 2024 Bahas Transformasi Digital dan Ekonomi Hijau

Namun yang jadi keluhan Shodiq ialah kurangnya pendampingan secara aktif dari dinas terkait dalam pembinaan UMKM. “ Barusan saya datang dari rapat monitoring dan evaluasi di kecamatan. Tapi saya merasa kurang puas lantaran belum pernah di bina atau diberi apa-apa, tiba-tiba di monitoring oleh pihak terkait” ucap Shodiq dengan nada kecewa

Kedepan harapan Shodiq dan para pengrajin lainnya ialah, peran aktif dari pemerintah kabupaten maupun dinas terkait dalam pembinaan UMKM. “setidaknya dengan adanya kerajinan semacam ini bisa membawa nama kabupaten Gresik lebih dikenal bukan hanya sebagai kota industri namun juga kota kerajinan sangkar burung,” terang Shodiq di akhir pertemuan. (Eko/tik)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar
SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat
JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging
Rektor UMG Dorong Kurikulum Baru untuk Tenaga Kerja Lokal Gresik
Investasi KEK Gresik Tembus Rp113,4 Triliun, Pemerintah Dukung Perluasan Kawasan
Program Lontar Petrokimia Gresik Dongkrak UMKM Afidah
Berita ini 202 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 21:42 WIB

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:11 WIB

JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:09 WIB

Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:45 WIB

Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging

Berita Terbaru

artikel

Ketika ceramah Ustadz kalah lawan scroll Sosmed

Minggu, 2 Agu 2026 - 14:24 WIB