Sarjana Cangkul Itu Akhirnya Jadi Juragan Wisata Buah, Ini Kisahnya

- Editorial Team

Selasa, 21 Februari 2017 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kabargresik.com – Kisah Sarjana cangkul yang di sematkan pada Supriyanto kini mulai membuahkan hasil, Pria asal Banyutengah, Panceng itupun berhasil mengembangkan pembibitan 16 Ribu buah naga yang ditanam di areal perkebunan Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

Awalnya ia tidak mempercayai bahwa buah naga bisa tumbuh subur di Gresik. Dengan pengetahuan yang minim tentang pertanian dan pengelolaan tanaman buah naga, ia mencoba membudidayakan buah tersebut di Ujungpangkah. “Saya belajar bertani otodidak dari media internet. Tiga tahun saya mencoba pembudidayaan, Alhamdulillah sudah setahun ini mulai tumbuh subur dan berbuah” katanya ketika di temui reporter kabargresik.com Senin (20/02/2017).

Baca Juga :  Petrokimia Gresik Perkuat Hilirisasi Sulfur untuk Dukung Industri Kimia dan Pertanian Nasional

Ia menambahkan untuk membudidayakan tanaman buah naga di butuhkan perawatan ekstra dengan membersihkan rumput serta memberikan nutrisi tanaman. “Untuk bisa tumbuh subur di kawasan Gresik, Buah naga harus dirawat serta diberikan nutrisi” Lanjut alumnus Manajemen Produksi Universitas Merdeka Malang itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Bupati Gresik Dinobatkan Sebagai Pembina K3 Terbaik | kabargresik.com

Sempat pesimis untuk pembudidayaan buah naga di kabupaten Gresik, ia tetap semangat dan atas kerja kerasnya kini 16 Ribu tanaman buah naga tumbuh subur dalam 7 hektar tanah perkebunan di Desa Kebonagung, kecamatan Ujungpangkah.

Baca Juga :  Media Lokal Tangguh Hadapi Efisiensi, kabargresik.com Raih Penghargaan

Hebatnya lagi, tanaman buah naga yang tumbuh subur itu tidak menggunakan pupuk kimia melainkan pupuk organik dari bahan kotoran sapi. “Untuk pembudidayaan, kita menggunakan pupuk organik yang kita produksi sendiri” ungkap dia.

Selain mengembangkan tanaman buah naga merah, beberapa tanaman juga tumbuh subur di areal perkebunan 7 hektar itu antara lain tanaman Kelengkeng, nangka, Jeruk, dan Durian. Serta menurut rencana akan mengembagkan tanaman buah-buahan lainya. “Akan segera kembangkan berbagai macam tanaman” tandas Pria yang biasa di panggil Anto itu. (Akmal/J1)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari
FSPPB Dorong Reintegrasi Pertamina dalam Pembahasan RUU Migas
RUU Migas dan Simulasi FSPPB: Mengapa Harga BBM Bisa Rp15.000?
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIB

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:48 WIB

iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:01 WIB