Dua Santri Ini Dapat Hadiah Umroh Karena Menang Musabaqoh Kitab Kuning

- Editorial Team

Kamis, 25 Mei 2017 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabargresik.com – Dua santri peserta Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) zona VI Gresik, Lamongan, Tuban dan Bojonegoro dapat hadiah umroh. Dalam semifinal di Pondok Pesanten Ihya Ulum Dukun, Gresik, keduanya meraih berhasil menjadi yang terbaik.

Di kelompok santri katagori Fathul Qorib dimenangkan Sholihan dari Ponpes Mambaul Falah Kecamatan Tambak, Bawean. Sedangkan kelompok santriwati dimenangkan Ponpes Alfattah Siman, Sekaran, Lamongan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain mendapat hadiah umroh secara pribadi dari H Jazilul Fawaid, anggota Komisi III DPR RI Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), keduanya juga berhak ikut bapak final MKK yang digelar di Jakarta.
Ketua Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Sholihuddin Alayyubi selaku panitia lokal mengatakan, hadiah umroh untuk pemenanh MKK zona VI itu merupakan inisiatif Jazilul Fawaid. Tujuannya memberikan semangat peserta agar lebih keras lagi belajar, sehingga saat babak final mampu menang.
“Kami panitia lokal MKK zona VI sempat dibuat terharu pemenang, saat kami umumkan bakal mendapat hadiah umroh, keduanya sempat berkaca-kaca karena bahagia,” ungkapnya di sela-sela penutupan kemarin malam.
Demi menyemarakkan kegiatan semifinal MKK zona VI di Ponpes Ihya Ulum Dukun, juga digelar Sarasehan Deradikalisasi Berbasis Pesantren. Hadir sebagai pembicara Jazilul Fawaid, perwakilan Polres dan Kodim 0817.
Jazil Fawaid yang didapuk sebagai keynote speaker, mengupas tentang pentingnya peran pesantren dalam menangkal gerakan radikal. Bahkan, kitab kuning yang menjadi literatur wajib di pesantren, dinilainya menjadi penawar sikap-sikap radikal.
“Kitab kuning itu merupakan karya para ulama dan di dalamnya ada materi tentang hidup. Bahkan, pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengembangkan paham Islam rahmatan lil alamin,” katanya.
 
Sedangkan KH Machfud Ma’sum selaku pemangku Ponpes Ihya Ulum memgakui, bila gerakan radikal bisa mengancam keutuhan negara kesatuan Indonesia. Karena itu, perlu terus dilakukan antisipasinya, hingga dapat dilokalisir dan tidak berkembang.
 
“Kami sangat mendukung bila ada upaya untuk melibatkan pesantren dalam mengantisipasi paham-paham radikal di Indonesia. Apalagi, pesantrn di Indonesia iti keberadannya sebelum Indonesia merdeka, sehingga tidak perlu lagi diragukan sikap nasionalisme pesantren NU,” pungkasnya.(tik)

Baca Juga :  1 Th Sabhara Community Ulta Bersama Taft Nusantara
Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MUI Wringinanom 2025-2030 Dikukuhkan, Pikul Mandat Ganda
Libur Nataru, Makam Wali Kutub Gresik Dipadati Ribuan Peziarah
Mawar dari Jelantah Rayakan Hari Ibu di Gresik
Pelajar Gresik Adu Strategi di Student Chess Championship
Bos PT BRN Tersangka Illegal Logging Mentawai
168 Bonsai Meriahkan Jemur Bonsai Cerme Kidul
Biennale Jatim XI Angkat Isu Hantu Laut di Gresik
Meriah! Lomba Dayung Kapolres Cup 2025 di Gredek
Berita ini 9 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:59 WIB

MUI Wringinanom 2025-2030 Dikukuhkan, Pikul Mandat Ganda

Senin, 29 Desember 2025 - 00:38 WIB

Libur Nataru, Makam Wali Kutub Gresik Dipadati Ribuan Peziarah

Senin, 22 Desember 2025 - 01:28 WIB

Mawar dari Jelantah Rayakan Hari Ibu di Gresik

Senin, 15 Desember 2025 - 00:16 WIB

Pelajar Gresik Adu Strategi di Student Chess Championship

Senin, 1 Desember 2025 - 21:20 WIB

Bos PT BRN Tersangka Illegal Logging Mentawai

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

TPA Baitul Hidayah Sekarputih Balongpanggang Gelar Wisata Bersama

Minggu, 18 Jan 2026 - 18:18 WIB

komunitas

MUI Wringinanom 2025-2030 Dikukuhkan, Pikul Mandat Ganda

Minggu, 18 Jan 2026 - 13:59 WIB